Assegaff yang disebut-sebut Pak Radityo itu saudaranya Indonebia, yang sering posting di mediacare...he...he....masa nggak tahu... Satrio Arismunandar
----- Original Message ---- From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; zamanku <[EMAIL PROTECTED]> Cc: [EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, January 12, 2008 12:07:04 PM Subject: [ppiindia] Tanya Assegaff - Re: [mediacare] Ahmadiyah dan Religious Freedom Ada yang tahu tentang Assegaff yang ngaku-ngaku Arab seperti disebut Bung Ade Armando di bawah ini? Terima kasih. salam, rd ----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] net.id To: [EMAIL PROTECTED] ps.com Sent: Saturday, January 12, 2008 11:32 AM Subject: Re: [mediacare] Ahmadiyah dan Religious Freedom Apakah Anda sudah mendengar bahwa salah seorang panglima barisan yang terus menerus menyerang Ahmadiyah yag mengaku-aku bernama Assegaff -- supaya disangka Arab itu -- ternyata Melayu tulen! Jadi memang sangat mungkin ada barisan yang memang kepingin radikalisme Islam tumbuh di Indonesia! ade armando PS Buat teman-teman, bersegeralah menonton Kite Runner. Bagus banget untuk mengajarkan kita bahaya radikalisme agama! > Kalau kita perhatikan, hanya pada akhir-akhir ini timbul gerakan anarkis > yang mengatasnamakan agama, kalau kita telusuri justru timbul sejak jaman > reformasi, sebelumnya tidak ada gangguan terhadap golongan atau aliran > agama lain. saya kuatir ini cara-cara memecah belah kerukunan beragama di > negara kita yang tujuannya memecah konsentrasi masyarakat kita akan > hal-hal yang lebih penting misalnya, penegakan hukum, pemberantasan > korupsi, NKRI dll. > Ahmadiyah dan berbagai aliran lainnya sudah puluhan tahun berada di > Indonesia, koq baru sekarang ini heboh, mungkin ini untuk mengalihkan > perhatian masyarakat pada hal-hal tertentu. > > > > ----- Original Message ---- > From: "[EMAIL PROTECTED] net.id" <[EMAIL PROTECTED] net.id> > To: [EMAIL PROTECTED] ps.com > Sent: Friday, January 11, 2008 2:07:10 AM > Subject: Re: [mediacare] Ahmadiyah dan Religious Freedom > > > > > > > > > > > > > > > Saya sulit menerima argumen2 yang diajukan M. Syamsi Ali ini. > > Seperti dikatakannya, Islam adalah agama yang tidak menindas keyakinan. > > Tapi, bagaimana mungkin, penindasan terhadap Ahmadiyah tidak dipandang > > sebagai penindasan keyakinan? > > Kenapa dia dan banyak kelompok lainnya tidak bersikap bahwa walaupun kita > > berbeda keyakinan dalam Islam, kita tetap bisa saling menghomati dan hidup > > bersama. Biarkanlah Tuhan yang Maha Tahu yang akan menjadi Hakim nanti. > > Dengan terus mengobarkan kebencian terhadap perbedaan keyakinan, kita > > tidak akan bisa menjadi sebuah bangsa.Kita cuma menjadi kumpulan kelompok > > orang yang setiap saat siap menerkam. > > > > Dalam kasus Ahmadiyah, ada beberapa fakta yang penting: > > 1. Penganut Ahmadiyah percaya pada Allah > > 2. Mereka percaya pada kesucian AlQuran, tapi dengan catatan ada tambahan > > kitab lain yang harus dipercaya penganutnya (yang isinya tidak membantah > > AlQuran) > > 3. Mereka percaya pada Malaikat > > 4. Mereka percaya bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai rasul Allah yang mereka > > jadikan panutan (termasuk sunnah dan hadits), tapi mereka juga percaya ada > > nabi lain atau mujaddid bernama Mirza Ghulam Ahmad. > > 5. Mereka berzakat > > 6. Mereka berhaji, walau mereka percaya pada tempat suci lain di luar > Mekkah. > > > > Dengan rujukan yang sama semacam itu, seagian terbesar kpercayaan kaum > > Ahmadiyah adalah sama dengan umat Islam lainnya (yang juga memiliki > > keberagamannya sendiri2) > > > > Jadi kenapa harus dienyahkan dari muka bumi? Ada 120 juta penganut > > Ahmadiyah di muka bumi, mereka sesat semua? Masjid2 mereka harus ditutup? > > Di Indonesia ada jutaan penganutnya, apakah mereka tidak boleh mengaji, > > tidak boleh melakukan kegiatan terbuka, mereka tidak boleh shalat? > > > > Umat Ahmadiyah punya sumbangan besar bagi perkembangan Islam di dunia. > > pemenang nobel satu2nya dari dunia Islam adalah penganut Ahmadiyah. > > Terjemahan AlQuran pertama dalam bahasa Inggris merupakan karya penganut > > Ahmadiyah. > > > > Saya mungkin tidak percaya pada ajaran Ahmadiyah. Tapi kenapa tidak live > > and let live! > > > > Mudah2an tidak ada yang tersinggung > > > > ade armando > > majalah MADINA > > > >> > >> Ahmadiyah dan Religious Freedom > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> Rabu, 09 Januari 2008 > >> > >> Altenatif terbaik bagi Ahmadiyah adalah; keluar dari Islam atau mengakui > >> Nabi Mummad sebagai Nabi terakhir. Jika tidak, akan terus timbul reaksi > >> > >> Oleh: M. Syamsi Ali > >> > >> Hari Senin, 7 Januari kemarin, saya menerima kunjungan rombongan > >> pengurus Ahmadiyah USA yang tergabung dalam sebuah organisasi Ahmadiyah > >> Movement in Islam, Inc. Saya menerima mereka dalam kapasitas saya > >> mendampingi staf PTRI New York, mewakili pemerintah, untuk mendengarkan > >> keluhan dan uneg-uneg mereka. > >> > >> Pada intinya kunjungan mereka tidak membawa sesuatu yang istimewa. > >> Semuanya adalah menyampaikan apa yang sudah pernah dimuat oleh berbagai > >> media massa tentang (isu) kekerasan-kekerasan yang dialami oleh warga > >> Ahmadiyah di beberapa daerah di Indonesia seperti Parung, Bogor , Padang > >> , dll. Pada intinya, mereka mengutuk peristiwa-persitiwa tersebut dan > >> mendesak pemerintah RI untuk membawa pelakunya ke meja hijau. > >> > >> Rupanya beberapa anggota pengurus Ahmadiyah, tanpa saya sadari, sudah > >> mengenal saya. Mereka mengenal saya dari acara Pre- Ramadan Conference > >> di kepolisian New York setiap menjelang Ramadan. Saya kebetulan memang > >> seringkali menjadi salah seorang pembicara pada acara tersebut, yang > >> juga dihadiri oleh perwakilan Ahmadiyah yang juga dianggap Muslim oleh > >> kepolisian New York > >> > >> Setelah basa basi ala diplomat, pembicaraan menjurus kemudian kepada > >> (isu) kekerasan-kekerasan yang dialami oleh warga Ahmadiyah di Pakistan. > >> Perlu diketahui, Ahmadiyah adalah pergerakan yang secara institusi > >> terlarang di Pakistan dan pengikutnya tidak dianggap bagian dari > >> masyarakat Muslim. Tegasnya, mereka dengan keyakinannya yang keluar dari > >> Al-Quran dan As Sunnah dianggap keluar dari agama Islam dan karenanya > >> dianggap non Muslim minoritas. > >> > >> Penetapan warga Ahmadiyah di Pakistan sebagai non Muslim justeru > >> dilakukan oleh pemerintahan yang tidak berafiliasi ke Islam ketika itu, > >> yaitu pemerintahan Perdana Menteri Zulfikar Ali Bhutto, ayah mendiang > >> Benazir Bhutto, pada tahun 1974. Keputusan tegas dan besar ini terjadi > >> hanya setahun setelah Zulfikar Ali Bhutto menduduki jabatannya sebagai > >> PM Pakistan. Sejak itu pula Ahmadiyah di Pakistan merupakan organisasi > >> terlarang, tapi pengikutnya tetap bebas menjalankan keyakinannya secara > >> pribadi-pribadi. > >> > >> Sebenarnya, sejak awal mendengarkan mereka, hati saya sudah hampir > >> memberontak. Pasalnya, sejak semula mereka secara tidak langsung menuduh > >> ulama-ulama Indonesia sebagai radikal (dengan istilah mullah) dan > >> melanggar HAM. Lebih dari itu, dengan membandingkan antara > >> kejadian-kejadian di Pakistan dan Indonesia, mereka seolah menuduh bahwa > >> pemerintah Indonesia mengabaikan HAM dan bahkan ikut mendukung > >> kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh apa yang disebutnya sebagai > >> anggota radikal dari komunitas Muslim Indonesia. > >> > >> Puncaknya ketika mereka menuduh ulama-ulama Pakistan, termasuk Abu A'la > >> Maududi, sebagai ulama-ulama pembunuh dan menganjurkan pengikutnya untuk > >> membunuh orang-orang Islam lainnya yang tidak sejalan dengan idiologi > >> mereka. Ternyata mereka sudah memiliki cuplikan-cuplikan yang diambil > >> dari berbagai sumber mengenai mereka. Setelah saya perhatikan seraya > >> beradu argumentasi, saya temukan bahwa cuplikan-cuplikan yang mereka > >> pegangi untuk menyerang para ulama sunni itu diambil sepotong-sepotong > >> dan ditafsirkan secara salah untuk membenarkan argumentasi mereka. > >> > >> Pada akhirnya, pertemuan itu tidak lagi bercirikan diplomasi tapi cukup > >> memanas dengan argumentasi keagamaan dan rasionalitas. Dari semua > >> argumentasi yang mereka berikan, hanya satu hal dapat diterima. Yaitu > >> bukankah semua manusia memiliki hak untuk mengikuti keyakinan > >> masing-masing? Dengan kata lain, kata kunci "religious freedom" menjadi > >> satu-satunya alasan yang dipakai untuk membela eksistensi mereka. > >> > >> Isu kebebasan beragama > >> > >> Akhir-akhir ini memang cukup banyak tokoh Muslim yang tiba-tiba tampil > >> menjadi "champion of religious freedom". Mungkin mereka ikhlas membela > >> apa yang dipersepsikan oleh umum, khususnya barat, sebagai masyarakat > >> lemah (marginalized) , atau boleh jadi juga karena membela masyarakat > >> yang dipersepsikan termarjinalkan itu memang "rewarding". Tentu maksud > >> saya adalah cepat mendapatkan apresiasi, dukungan oleh yang kuat, dan > >> yang lebih khusus cepat menemukan pahala duniawinya (beasiswa, dukungan > >> dana, media suppot, dll). > >> > >> Kebebasan beragama bukanlah sesuatu yang baru dalam Islam. Jauh sebelum > >> dunia barat berkoar untuk jaminan kebebasan beragama, Islam sejak 15 > >> abad silam sudah menjamin dengan ayat Al Quran, hadits maupun > >> praktek-praktek Rasulullah dan sahabat-sahabatnya. Sehingga pemberian > >> kebebasan beragama dalam tatanan masyarakat Muslim adalah "religiously > >> is obligatory" (secara agama adalah wajib). Bahkan Rasulullah mengancam > >> untuk menjadi musuh bagi mereka yang menyakiti "dzimmi" (non Muslim > >> minoritas dalam tatanan masyarakat Muslim. > >> > >> Dan Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia telah > >> membuktikan ini. Tidak ada negara di dunia ini yang memberikan posisi > >> terpenting kepada warga "non majority" kecuali Indonesia . Bahkan ada > >> masa-masa di mana kaum minoritas jauh lebih "teranak maniskan" ketimbang > >> kaum mayoritas. Berapa jumlah menteri non Muslim di Indonesia ? Berapa > >> sekjen/dirjen (eselon I) di berbagai departemen pemerintahan dan swasta > >> di negara kita? Silahkan jumlah dubes/diplomat tingkat tinggi non Muslim > >> di kementrian luar negeri Indonesia . > >> > >> Semua ini menunjukkan bahwa secara negara (state) dan pemerintahan > >> (governance) Indonesia tidak membeda-bedakan warganya. Semua memiliki > >> hak dan kesempatan yang sama serta memiliki hak pembelaan berdasarkan > >> konstitusi negara Indonesia yang disetujui bersama. Maka, Kristen, > >> Katolik, Hindu, Budha, Islam dan Kong Hu chu, dan bahkan agama-agama > >> lainnya yang secara formal tidak terakui, bebas menjalankan keyakinan > >> dan ibadahnya masing-masing dan dijamin secara konstitusi. > >> > >> Isu Ahmadiyah > >> > >> Ahmadiyah oleh pengikutnya diyakini sebagai agama Islam dan bukan agama > >> baru. Tapi pada saat yang sama, Islam yang mereka sampaikan adalah Islam > >> yang secara prinsip menyimpang dari dasar-dasar ajaran Islam yang baku . > >> Dan karena perbedaan mendasar yang diakui oleh mereka inilah, warga > >> Ahmadiyah tidak mungkin mau menjadi makmum di belakang Imam Muslim > >> selain Ahmadiyah. Pada prinsipnya, mereka menganggap Muslim yang tidak > >> satu kepercayaan/ iman dengan mereka sebagai kafir. > >> > >> Ada beberapa hal yang paling prinsipil dari kesesatan Ahmadiyah adalah: > >> > >> Pertama, bahwa meyakini bahwa Mirza Gulam Ahmad adalah Nabi atau rasul > >> yang menerima wahyu. Oleh karenanya, Muhammad S.A.W. bukanlah nabi dan > >> rasul Allah yang terakhir (khaatam an anbiyyin). > >> > >> Kedua, bahwa kitab suci terakhir bukan Al Quran tapi al Kitab yang > >> diterima oleh Mirza Gulam Ahmad dengan nama Tadzkirah. Kitab ini memuat > >> ayat-ayat Al Quran yang diputar balik dan dicampur dengan berbagai > >> seruan-seruan Mirza Gulam Ahmad. > >> > >> Ketiga, bahwa melaksanakan ibadah haji ke Mekah tanpa melakukannya ke > >> kota suci mereka, yaitu Rabwah dan Qadiyan di India adalah haji yang > >> kering dan tidak diterima. Kenyataannya, Mirza Gulam Ahmad juga tidak > >> pernah menjalankan ibadah haji selama hidupnya. > >> > >> Keempat, bahwa bangkit melawan penjajah (Inggris) ketika itu bukan jihad > >> tapi pemberontakan. Mirza Gulam juga menuliskan buku panduan jihad yang > >> pada intinya mengutuk para pejuang India yang melakukan perlawanan > >> terhadap penjajahan Inggris ketika itu. > >> > >> Kelima, Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun > >> sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. > >> Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha' 11. > >> Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka > >> singkat dengan H.S. > >> > >> Dari lima perbedaan prinsipil di atas, jelas orang-orang Ahmadiyah > >> memiliki keyakinan dan sistim yang berbeda dengan kaum Muslimin. Maka, > >> ketika mereka mengkafirkan orang Islam (dalam pandangan mereka) adalah > >> sangat wajar. Sebab memang, orang-orang Islam sejati tidak > >> mengimani/meyakini ajaran mereka, sehingga wajar kalau mereka memang > >> kafir kepada ajaran Ahmadiyah Qadiyaniah. > >> > >> Inti permasalahan > >> > >> Maka, isu Ahmadiyah bukan pada "religious freedom" atau isu kebebasan > >> beragama. Melainkan isu "penodaan" agama Islam yang dianut secara luas > >> oleh masyarakat setempat. Kalaulah seandainya Ahmadiyah diakui sebagai > >> agama, sekte, keyakinan baru yang sama sekali tidak dikaitkan dengan > >> ajaran Islam yang murni, tentu tidak akan menimbulkan permasalahan. > >> Kejawen dan praktek-praktek keyakinan lokal juga kan tidak pernah selama > >> ini dipermasalahkan. > >> > >> Maka, ketika Majelis Ulama Indonesia menfatwakan bahwa Ahmadiyah sesat > >> dan melaporkan ke Kejaksaan Agung sebagai bukan ajaran Islam, mereka > >> telah melakukan fungsinya sebagai pembenteng akidah umat. Yang aneh > >> adalah jika ada pemutar balikan yang terjadi dalam ajaran Islam, lantas > >> ulama diam atau malah mendukung. Bagi saya, ini adalah ulama yang > >> memiliki pemikiran terjungkir. > >> > >> Namun demikian, dengan segala hak umat Islam membela akidah dan > >> kemurnian ajaran agamanya, adalah tidak sama sekali dibenarkan untuk > >> melakukan kekerasan-kekerasan dan pengrusakan. Prilaku kekerasan dan > >> pengrusakan adalah prilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam dan > >> tauladan Rasulullah SAW. Sebaliknya, justeru akan menampakkan Islam pada > >> posisi yang semakin tidak menguntungkan. > >> > >> Akhirnya, sebagaimana saya sampaikan kepada delegasi Ahmadiyah Amerika, > >> ada dua alternatif bagi mereka: > >> > >> Pertama, deklarasikan sendiri bahwa Ahmadiyah adalah agama baru dan > >> bukan Islam, atau kedua, tetap mengaku Muslim dengan kesesatan-kesesatan > >> tapi dipandang sebagai "pengacau" dan "penoda" agama orang lain. > >> > >> Jika alternatif kedua yang dipilih, akan sangat wajar jika nantinya > >> timbul berbagai reaksi dari masyarakat yang merasa dirugikan > >> (victimized) . Kalau tetap ingin tegar menghadapi reaksi-reaksi > >> tersebut, silahkan maju tak gentar. Hadapi reaksi umat Islam melalui > >> prosedur hukum dan politik yang ada. Toh pada akhirnya dalam dunia (what > >> so called) demokratik saat ini, semua ditentukan oleh kekuatan dan > >> kelihaian argumentasi yang dimiliki oleh masing-masing pihak. > >> > >> Yang pasti, umat Islam yang sadar akan tetap melihat "kesesatan" (baca > >> kekufuran) itu selama mereka masih bertahan dengan keyakinan mereka. > >> Semoga saja keputusan pemerintah melihat secara jelas permasalahan ini, > >> sehingga tidak terjadi opresi kepada mayoritas atas nama membela > >> minoritas. Lebih tragis lagi jika pembelaan itu hanya karena sebuah > >> tekanan dari orang lain atas nama "kebebasan beragama", yang dalam > >> konteks Ahmadiyah di Indonesia adalah out of context![ > >> www.hidayatullah. com > >> <http://hidayatullah .com/index. php?option= com_content& task=view& >> id=6136& > >> Itemid=1> ] > >> > >> New York, 8 Januari 2008 > >> > >> * Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi > >> adalah penulis rubrik "Kabar Dari New York" di www.hidayatullah. com > >> > >> > >> > >> > > > > > > > > > > > > > > > <!-- > > #ygrp-mkp{ > border:1px solid #d8d8d8;font- family:Arial; margin:14px 0px;padding: 0px > 14px;} > #ygrp-mkp hr{ > border:1px solid #d8d8d8;} > #ygrp-mkp #hd{ > color:#628c2a; font-size: 85%;font- weight:bold; line-height: 122%;margin: > 10px > 0px;} > #ygrp-mkp #ads{ > margin-bottom: 10px;} > #ygrp-mkp .ad{ > padding:0 0;} > #ygrp-mkp .ad a{ > color:#0000ff; text-decoration: none;} > --> > > > > <!-- > > #ygrp-sponsor #ygrp-lc{ > font-family: Arial;} > #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{ > margin:10px 0px;font-weight: bold;font- size:78%; line-height: 122%;} > #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{ > margin-bottom: 10px;padding: 0 0;} > --> > > > > <!-- > > #ygrp-mlmsg {font-size:13px; font-family: arial, helvetica, clean, > sans-serif;} > #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit; font:100% ;} > #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, > sans-serif;} > #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} > #ygrp-mlmsg * {line-height: 1.22em;} > #ygrp-text{ > font-family: Georgia; > } > #ygrp-text p{ > margin:0 0 1em 0;} > #ygrp-tpmsgs{ > font-family: Arial; > clear:both;} > #ygrp-vitnav{ > padding-top: 10px;font- family:Verdana; font-size: 77%;margin: 0;} > #ygrp-vitnav a{ > padding:0 1px;} > #ygrp-actbar{ > clear:both;margin: 25px 0;white-space: nowrap;color: #666;text- align:right; } > #ygrp-actbar .left{ > float:left;white- space:nowrap; } > .bld{font-weight: bold;} > #ygrp-grft{ > font-family: Verdana;font- size:77%; padding:15px 0;} > #ygrp-ft{ > font-family: verdana;font- size:77%; border-top: 1px solid #666; > padding:5px 0; > } > #ygrp-mlmsg #logo{ > padding-bottom: 10px;} > > #ygrp-vital{ > background-color: #e0ecee;margin- bottom:20px; padding:2px 0 8px 8px;} > #ygrp-vital #vithd{ > font-size:77% ;font-family: Verdana;font- weight:bold; color:#333; > text-transform: uppercase; } > #ygrp-vital ul{ > padding:0;margin: 2px 0;} > #ygrp-vital ul li{ > list-style-type: none;clear: both;border: 1px solid #e0ecee; > } > #ygrp-vital ul li .ct{ > font-weight: bold;color: #ff7900;float: right;width: 2em;text- align:right; > padding-right: .5em;} > #ygrp-vital ul li .cat{ > font-weight: bold;} > #ygrp-vital a{ > text-decoration: none;} > > #ygrp-vital a:hover{ > text-decoration: underline; } > > #ygrp-sponsor #hd{ > color:#999;font- size:77%; } > #ygrp-sponsor #ov{ > padding:6px 13px;background- color:#e0ecee; margin-bottom: 20px;} > #ygrp-sponsor #ov ul{ > padding:0 0 0 8px;margin:0; } > #ygrp-sponsor #ov li{ > list-style-type: square;padding: 6px 0;font-size: 77%;} > #ygrp-sponsor #ov li a{ > text-decoration: none;font- size:130% ;} > #ygrp-sponsor #nc{ > background-color: #eee;margin- bottom:20px; padding:0 8px;} > #ygrp-sponsor .ad{ > padding:8px 0;} > #ygrp-sponsor .ad #hd1{ > font-family: Arial;font- weight:bold; color:#628c2a; font-size: 100%;line- > height:122% ;} > #ygrp-sponsor .ad a{ > text-decoration: none;} > #ygrp-sponsor .ad a:hover{ > text-decoration: underline; } > #ygrp-sponsor .ad p{ > margin:0;} > o{font-size: 0;} > .MsoNormal{ > margin:0 0 0 0;} > #ygrp-text tt{ > font-size:120% ;} > blockquote{margin: 0 0 0 4px;} > .replbq{margin: 4;} > --> > > > > > > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > Looking for last minute shopping deals? > Find them fast with Yahoo! Search. > http://tools. search.yahoo. com/newsearch/ category. php?category= shopping ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.1/1220 - Release Date: 11/01/2008 18:09 [Non-text portions of this message have been removed] ____________________________________________________________________________________ Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping [Non-text portions of this message have been removed]

