Assegaff yang disebut-sebut Pak Radityo itu saudaranya Indonebia, yang sering 
posting di mediacare...he...he....masa nggak tahu...
 
Satrio Arismunandar 




----- Original Message ----
From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; zamanku <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, January 12, 2008 12:07:04 PM
Subject: [ppiindia] Tanya Assegaff - Re: [mediacare] Ahmadiyah dan Religious 
Freedom

Ada yang tahu tentang Assegaff yang ngaku-ngaku Arab seperti disebut Bung Ade 
Armando di bawah ini?

Terima kasih.

salam,

rd

----- Original Message ----- 
From: [EMAIL PROTECTED] net.id 
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com 
Sent: Saturday, January 12, 2008 11:32 AM
Subject: Re: [mediacare] Ahmadiyah dan Religious Freedom

Apakah Anda sudah mendengar bahwa salah seorang panglima barisan yang
terus menerus menyerang Ahmadiyah yag mengaku-aku bernama Assegaff --
supaya disangka Arab itu -- ternyata Melayu tulen!

Jadi memang sangat mungkin ada barisan yang memang kepingin radikalisme
Islam tumbuh di Indonesia!

ade armando

PS Buat teman-teman, bersegeralah menonton Kite Runner. Bagus banget untuk
mengajarkan kita bahaya radikalisme agama!

> Kalau kita perhatikan, hanya pada akhir-akhir ini timbul gerakan anarkis
> yang mengatasnamakan agama, kalau kita telusuri justru timbul sejak jaman
> reformasi, sebelumnya tidak ada gangguan terhadap golongan atau aliran
> agama lain. saya kuatir ini cara-cara memecah belah kerukunan beragama di
> negara kita yang tujuannya memecah konsentrasi masyarakat kita akan
> hal-hal yang lebih penting misalnya, penegakan hukum, pemberantasan
> korupsi, NKRI dll.
> Ahmadiyah dan berbagai aliran lainnya sudah puluhan tahun berada di
> Indonesia, koq baru sekarang ini heboh, mungkin ini untuk mengalihkan
> perhatian masyarakat pada hal-hal tertentu.
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: "[EMAIL PROTECTED] net.id" <[EMAIL PROTECTED] net.id>
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> Sent: Friday, January 11, 2008 2:07:10 AM
> Subject: Re: [mediacare] Ahmadiyah dan Religious Freedom
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Saya sulit menerima argumen2 yang diajukan M. Syamsi Ali ini.
>
> Seperti dikatakannya, Islam adalah agama yang tidak menindas keyakinan.
>
> Tapi, bagaimana mungkin, penindasan terhadap Ahmadiyah tidak dipandang
>
> sebagai penindasan keyakinan?
>
> Kenapa dia dan banyak kelompok lainnya tidak bersikap bahwa walaupun kita
>
> berbeda keyakinan dalam Islam, kita tetap bisa saling menghomati dan hidup
>
> bersama. Biarkanlah Tuhan yang Maha Tahu yang akan menjadi Hakim nanti.
>
> Dengan terus mengobarkan kebencian terhadap perbedaan keyakinan, kita
>
> tidak akan bisa menjadi sebuah bangsa.Kita cuma menjadi kumpulan kelompok
>
> orang yang setiap saat siap menerkam.
>
>
>
> Dalam kasus Ahmadiyah, ada beberapa fakta yang penting:
>
> 1. Penganut Ahmadiyah percaya pada Allah
>
> 2. Mereka percaya pada kesucian AlQuran, tapi dengan catatan ada tambahan
>
> kitab lain yang harus dipercaya penganutnya (yang isinya tidak membantah
>
> AlQuran)
>
> 3. Mereka percaya pada Malaikat
>
> 4. Mereka percaya bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai rasul Allah yang mereka
>
> jadikan panutan (termasuk sunnah dan hadits), tapi mereka juga percaya ada
>
> nabi lain atau mujaddid bernama Mirza Ghulam Ahmad.
>
> 5. Mereka berzakat
>
> 6. Mereka berhaji, walau mereka percaya pada tempat suci lain di luar
> Mekkah.
>
>
>
> Dengan rujukan yang sama semacam itu, seagian terbesar kpercayaan kaum
>
> Ahmadiyah adalah sama dengan umat Islam lainnya (yang juga memiliki
>
> keberagamannya sendiri2)
>
>
>
> Jadi kenapa harus dienyahkan dari muka bumi? Ada 120 juta penganut
>
> Ahmadiyah di muka bumi, mereka sesat semua? Masjid2 mereka harus ditutup?
>
> Di Indonesia ada jutaan penganutnya, apakah mereka tidak boleh mengaji,
>
> tidak boleh melakukan kegiatan terbuka, mereka tidak boleh shalat?
>
>
>
> Umat Ahmadiyah punya sumbangan besar bagi perkembangan Islam di dunia.
>
> pemenang nobel satu2nya dari dunia Islam adalah penganut Ahmadiyah.
>
> Terjemahan AlQuran pertama dalam bahasa Inggris merupakan karya penganut
>
> Ahmadiyah.
>
>
>
> Saya mungkin tidak percaya pada ajaran Ahmadiyah. Tapi kenapa tidak live
>
> and let live!
>
>
>
> Mudah2an tidak ada yang tersinggung
>
>
>
> ade armando
>
> majalah MADINA
>
>
>
>>
>
>> Ahmadiyah dan Religious Freedom
>
>>
>
>>
>
>>
>
>>
>
>>
>
>>
>
>>
>
>> Rabu, 09 Januari 2008
>
>>
>
>> Altenatif terbaik bagi Ahmadiyah adalah; keluar dari Islam atau mengakui
>
>> Nabi Mummad sebagai Nabi terakhir. Jika tidak, akan terus timbul reaksi
>
>>
>
>> Oleh: M. Syamsi Ali
>
>>
>
>> Hari Senin, 7 Januari kemarin, saya menerima kunjungan rombongan
>
>> pengurus Ahmadiyah USA yang tergabung dalam sebuah organisasi Ahmadiyah
>
>> Movement in Islam, Inc. Saya menerima mereka dalam kapasitas saya
>
>> mendampingi staf PTRI New York, mewakili pemerintah, untuk mendengarkan
>
>> keluhan dan uneg-uneg mereka.
>
>>
>
>> Pada intinya kunjungan mereka tidak membawa sesuatu yang istimewa.
>
>> Semuanya adalah menyampaikan apa yang sudah pernah dimuat oleh berbagai
>
>> media massa tentang (isu) kekerasan-kekerasan yang dialami oleh warga
>
>> Ahmadiyah di beberapa daerah di Indonesia seperti Parung, Bogor , Padang
>
>> , dll. Pada intinya, mereka mengutuk peristiwa-persitiwa tersebut dan
>
>> mendesak pemerintah RI untuk membawa pelakunya ke meja hijau.
>
>>
>
>> Rupanya beberapa anggota pengurus Ahmadiyah, tanpa saya sadari, sudah
>
>> mengenal saya. Mereka mengenal saya dari acara Pre- Ramadan Conference
>
>> di kepolisian New York setiap menjelang Ramadan. Saya kebetulan memang
>
>> seringkali menjadi salah seorang pembicara pada acara tersebut, yang
>
>> juga dihadiri oleh perwakilan Ahmadiyah yang juga dianggap Muslim oleh
>
>> kepolisian New York
>
>>
>
>> Setelah basa basi ala diplomat, pembicaraan menjurus kemudian kepada
>
>> (isu) kekerasan-kekerasan yang dialami oleh warga Ahmadiyah di Pakistan.
>
>> Perlu diketahui, Ahmadiyah adalah pergerakan yang secara institusi
>
>> terlarang di Pakistan dan pengikutnya tidak dianggap bagian dari
>
>> masyarakat Muslim. Tegasnya, mereka dengan keyakinannya yang keluar dari
>
>> Al-Quran dan As Sunnah dianggap keluar dari agama Islam dan karenanya
>
>> dianggap non Muslim minoritas.
>
>>
>
>> Penetapan warga Ahmadiyah di Pakistan sebagai non Muslim justeru
>
>> dilakukan oleh pemerintahan yang tidak berafiliasi ke Islam ketika itu,
>
>> yaitu pemerintahan Perdana Menteri Zulfikar Ali Bhutto, ayah mendiang
>
>> Benazir Bhutto, pada tahun 1974. Keputusan tegas dan besar ini terjadi
>
>> hanya setahun setelah Zulfikar Ali Bhutto menduduki jabatannya sebagai
>
>> PM Pakistan. Sejak itu pula Ahmadiyah di Pakistan merupakan organisasi
>
>> terlarang, tapi pengikutnya tetap bebas menjalankan keyakinannya secara
>
>> pribadi-pribadi.
>
>>
>
>> Sebenarnya, sejak awal mendengarkan mereka, hati saya sudah hampir
>
>> memberontak. Pasalnya, sejak semula mereka secara tidak langsung menuduh
>
>> ulama-ulama Indonesia sebagai radikal (dengan istilah mullah) dan
>
>> melanggar HAM. Lebih dari itu, dengan membandingkan antara
>
>> kejadian-kejadian di Pakistan dan Indonesia, mereka seolah menuduh bahwa
>
>> pemerintah Indonesia mengabaikan HAM dan bahkan ikut mendukung
>
>> kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh apa yang disebutnya sebagai
>
>> anggota radikal dari komunitas Muslim Indonesia.
>
>>
>
>> Puncaknya ketika mereka menuduh ulama-ulama Pakistan, termasuk Abu A'la
>
>> Maududi, sebagai ulama-ulama pembunuh dan menganjurkan pengikutnya untuk
>
>> membunuh orang-orang Islam lainnya yang tidak sejalan dengan idiologi
>
>> mereka. Ternyata mereka sudah memiliki cuplikan-cuplikan yang diambil
>
>> dari berbagai sumber mengenai mereka. Setelah saya perhatikan seraya
>
>> beradu argumentasi, saya temukan bahwa cuplikan-cuplikan yang mereka
>
>> pegangi untuk menyerang para ulama sunni itu diambil sepotong-sepotong
>
>> dan ditafsirkan secara salah untuk membenarkan argumentasi mereka.
>
>>
>
>> Pada akhirnya, pertemuan itu tidak lagi bercirikan diplomasi tapi cukup
>
>> memanas dengan argumentasi keagamaan dan rasionalitas. Dari semua
>
>> argumentasi yang mereka berikan, hanya satu hal dapat diterima. Yaitu
>
>> bukankah semua manusia memiliki hak untuk mengikuti keyakinan
>
>> masing-masing? Dengan kata lain, kata kunci "religious freedom" menjadi
>
>> satu-satunya alasan yang dipakai untuk membela eksistensi mereka.
>
>>
>
>> Isu kebebasan beragama
>
>>
>
>> Akhir-akhir ini memang cukup banyak tokoh Muslim yang tiba-tiba tampil
>
>> menjadi "champion of religious freedom". Mungkin mereka ikhlas membela
>
>> apa yang dipersepsikan oleh umum, khususnya barat, sebagai masyarakat
>
>> lemah (marginalized) , atau boleh jadi juga karena membela masyarakat
>
>> yang dipersepsikan termarjinalkan itu memang "rewarding". Tentu maksud
>
>> saya adalah cepat mendapatkan apresiasi, dukungan oleh yang kuat, dan
>
>> yang lebih khusus cepat menemukan pahala duniawinya (beasiswa, dukungan
>
>> dana, media suppot, dll).
>
>>
>
>> Kebebasan beragama bukanlah sesuatu yang baru dalam Islam. Jauh sebelum
>
>> dunia barat berkoar untuk jaminan kebebasan beragama, Islam sejak 15
>
>> abad silam sudah menjamin dengan ayat Al Quran, hadits maupun
>
>> praktek-praktek Rasulullah dan sahabat-sahabatnya. Sehingga pemberian
>
>> kebebasan beragama dalam tatanan masyarakat Muslim adalah "religiously
>
>> is obligatory" (secara agama adalah wajib). Bahkan Rasulullah mengancam
>
>> untuk menjadi musuh bagi mereka yang menyakiti "dzimmi" (non Muslim
>
>> minoritas dalam tatanan masyarakat Muslim.
>
>>
>
>> Dan Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia telah
>
>> membuktikan ini. Tidak ada negara di dunia ini yang memberikan posisi
>
>> terpenting kepada warga "non majority" kecuali Indonesia . Bahkan ada
>
>> masa-masa di mana kaum minoritas jauh lebih "teranak maniskan" ketimbang
>
>> kaum mayoritas. Berapa jumlah menteri non Muslim di Indonesia ? Berapa
>
>> sekjen/dirjen (eselon I) di berbagai departemen pemerintahan dan swasta
>
>> di negara kita? Silahkan jumlah dubes/diplomat tingkat tinggi non Muslim
>
>> di kementrian luar negeri Indonesia .
>
>>
>
>> Semua ini menunjukkan bahwa secara negara (state) dan pemerintahan
>
>> (governance) Indonesia tidak membeda-bedakan warganya. Semua memiliki
>
>> hak dan kesempatan yang sama serta memiliki hak pembelaan berdasarkan
>
>> konstitusi negara Indonesia yang disetujui bersama. Maka, Kristen,
>
>> Katolik, Hindu, Budha, Islam dan Kong Hu chu, dan bahkan agama-agama
>
>> lainnya yang secara formal tidak terakui, bebas menjalankan keyakinan
>
>> dan ibadahnya masing-masing dan dijamin secara konstitusi.
>
>>
>
>> Isu Ahmadiyah
>
>>
>
>> Ahmadiyah oleh pengikutnya diyakini sebagai agama Islam dan bukan agama
>
>> baru. Tapi pada saat yang sama, Islam yang mereka sampaikan adalah Islam
>
>> yang secara prinsip menyimpang dari dasar-dasar ajaran Islam yang baku .
>
>> Dan karena perbedaan mendasar yang diakui oleh mereka inilah, warga
>
>> Ahmadiyah tidak mungkin mau menjadi makmum di belakang Imam Muslim
>
>> selain Ahmadiyah. Pada prinsipnya, mereka menganggap Muslim yang tidak
>
>> satu kepercayaan/ iman dengan mereka sebagai kafir.
>
>>
>
>> Ada beberapa hal yang paling prinsipil dari kesesatan Ahmadiyah adalah:
>
>>
>
>> Pertama, bahwa meyakini bahwa Mirza Gulam Ahmad adalah Nabi atau rasul
>
>> yang menerima wahyu. Oleh karenanya, Muhammad S.A.W. bukanlah nabi dan
>
>> rasul Allah yang terakhir (khaatam an anbiyyin).
>
>>
>
>> Kedua, bahwa kitab suci terakhir bukan Al Quran tapi al Kitab yang
>
>> diterima oleh Mirza Gulam Ahmad dengan nama Tadzkirah. Kitab ini memuat
>
>> ayat-ayat Al Quran yang diputar balik dan dicampur dengan berbagai
>
>> seruan-seruan Mirza Gulam Ahmad.
>
>>
>
>> Ketiga, bahwa melaksanakan ibadah haji ke Mekah tanpa melakukannya ke
>
>> kota suci mereka, yaitu Rabwah dan Qadiyan di India adalah haji yang
>
>> kering dan tidak diterima. Kenyataannya, Mirza Gulam Ahmad juga tidak
>
>> pernah menjalankan ibadah haji selama hidupnya.
>
>>
>
>> Keempat, bahwa bangkit melawan penjajah (Inggris) ketika itu bukan jihad
>
>> tapi pemberontakan. Mirza Gulam juga menuliskan buku panduan jihad yang
>
>> pada intinya mengutuk para pejuang India yang melakukan perlawanan
>
>> terhadap penjajahan Inggris ketika itu.
>
>>
>
>> Kelima, Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun
>
>> sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4.
>
>> Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha' 11.
>
>> Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka
>
>> singkat dengan H.S.
>
>>
>
>> Dari lima perbedaan prinsipil di atas, jelas orang-orang Ahmadiyah
>
>> memiliki keyakinan dan sistim yang berbeda dengan kaum Muslimin. Maka,
>
>> ketika mereka mengkafirkan orang Islam (dalam pandangan mereka) adalah
>
>> sangat wajar. Sebab memang, orang-orang Islam sejati tidak
>
>> mengimani/meyakini ajaran mereka, sehingga wajar kalau mereka memang
>
>> kafir kepada ajaran Ahmadiyah Qadiyaniah.
>
>>
>
>> Inti permasalahan
>
>>
>
>> Maka, isu Ahmadiyah bukan pada "religious freedom" atau isu kebebasan
>
>> beragama. Melainkan isu "penodaan" agama Islam yang dianut secara luas
>
>> oleh masyarakat setempat. Kalaulah seandainya Ahmadiyah diakui sebagai
>
>> agama, sekte, keyakinan baru yang sama sekali tidak dikaitkan dengan
>
>> ajaran Islam yang murni, tentu tidak akan menimbulkan permasalahan.
>
>> Kejawen dan praktek-praktek keyakinan lokal juga kan tidak pernah selama
>
>> ini dipermasalahkan.
>
>>
>
>> Maka, ketika Majelis Ulama Indonesia menfatwakan bahwa Ahmadiyah sesat
>
>> dan melaporkan ke Kejaksaan Agung sebagai bukan ajaran Islam, mereka
>
>> telah melakukan fungsinya sebagai pembenteng akidah umat. Yang aneh
>
>> adalah jika ada pemutar balikan yang terjadi dalam ajaran Islam, lantas
>
>> ulama diam atau malah mendukung. Bagi saya, ini adalah ulama yang
>
>> memiliki pemikiran terjungkir.
>
>>
>
>> Namun demikian, dengan segala hak umat Islam membela akidah dan
>
>> kemurnian ajaran agamanya, adalah tidak sama sekali dibenarkan untuk
>
>> melakukan kekerasan-kekerasan dan pengrusakan. Prilaku kekerasan dan
>
>> pengrusakan adalah prilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam dan
>
>> tauladan Rasulullah SAW. Sebaliknya, justeru akan menampakkan Islam pada
>
>> posisi yang semakin tidak menguntungkan.
>
>>
>
>> Akhirnya, sebagaimana saya sampaikan kepada delegasi Ahmadiyah Amerika,
>
>> ada dua alternatif bagi mereka:
>
>>
>
>> Pertama, deklarasikan sendiri bahwa Ahmadiyah adalah agama baru dan
>
>> bukan Islam, atau kedua, tetap mengaku Muslim dengan kesesatan-kesesatan
>
>> tapi dipandang sebagai "pengacau" dan "penoda" agama orang lain.
>
>>
>
>> Jika alternatif kedua yang dipilih, akan sangat wajar jika nantinya
>
>> timbul berbagai reaksi dari masyarakat yang merasa dirugikan
>
>> (victimized) . Kalau tetap ingin tegar menghadapi reaksi-reaksi
>
>> tersebut, silahkan maju tak gentar. Hadapi reaksi umat Islam melalui
>
>> prosedur hukum dan politik yang ada. Toh pada akhirnya dalam dunia (what
>
>> so called) demokratik saat ini, semua ditentukan oleh kekuatan dan
>
>> kelihaian argumentasi yang dimiliki oleh masing-masing pihak.
>
>>
>
>> Yang pasti, umat Islam yang sadar akan tetap melihat "kesesatan" (baca
>
>> kekufuran) itu selama mereka masih bertahan dengan keyakinan mereka.
>
>> Semoga saja keputusan pemerintah melihat secara jelas permasalahan ini,
>
>> sehingga tidak terjadi opresi kepada mayoritas atas nama membela
>
>> minoritas. Lebih tragis lagi jika pembelaan itu hanya karena sebuah
>
>> tekanan dari orang lain atas nama "kebebasan beragama", yang dalam
>
>> konteks Ahmadiyah di Indonesia adalah out of context![
>
>> www.hidayatullah. com
>
>> <http://hidayatullah .com/index. php?option= com_content& task=view&
>> id=6136&
>
>> Itemid=1> ]
>
>>
>
>> New York, 8 Januari 2008
>
>>
>
>> * Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi
>
>> adalah penulis rubrik "Kabar Dari New York" di www.hidayatullah. com
>
>>
>
>>
>
>>
>
>>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-mkp{
> border:1px solid #d8d8d8;font- family:Arial; margin:14px 0px;padding: 0px
> 14px;}
> #ygrp-mkp hr{
> border:1px solid #d8d8d8;}
> #ygrp-mkp #hd{
> color:#628c2a; font-size: 85%;font- weight:bold; line-height: 122%;margin: 
> 10px
> 0px;}
> #ygrp-mkp #ads{
> margin-bottom: 10px;}
> #ygrp-mkp .ad{
> padding:0 0;}
> #ygrp-mkp .ad a{
> color:#0000ff; text-decoration: none;}
> -->
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc{
> font-family: Arial;}
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
> margin:10px 0px;font-weight: bold;font- size:78%; line-height: 122%;}
> #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
> margin-bottom: 10px;padding: 0 0;}
> -->
>
>
>
> <!--
>
> #ygrp-mlmsg {font-size:13px; font-family: arial, helvetica, clean,
> sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit; font:100% ;}
> #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean,
> sans-serif;}
> #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
> #ygrp-mlmsg * {line-height: 1.22em;}
> #ygrp-text{
> font-family: Georgia;
> }
> #ygrp-text p{
> margin:0 0 1em 0;}
> #ygrp-tpmsgs{
> font-family: Arial;
> clear:both;}
> #ygrp-vitnav{
> padding-top: 10px;font- family:Verdana; font-size: 77%;margin: 0;}
> #ygrp-vitnav a{
> padding:0 1px;}
> #ygrp-actbar{
> clear:both;margin: 25px 0;white-space: nowrap;color: #666;text- align:right; }
> #ygrp-actbar .left{
> float:left;white- space:nowrap; }
> .bld{font-weight: bold;}
> #ygrp-grft{
> font-family: Verdana;font- size:77%; padding:15px 0;}
> #ygrp-ft{
> font-family: verdana;font- size:77%; border-top: 1px solid #666;
> padding:5px 0;
> }
> #ygrp-mlmsg #logo{
> padding-bottom: 10px;}
>
> #ygrp-vital{
> background-color: #e0ecee;margin- bottom:20px; padding:2px 0 8px 8px;}
> #ygrp-vital #vithd{
> font-size:77% ;font-family: Verdana;font- weight:bold; color:#333; 
> text-transform: uppercase; }
> #ygrp-vital ul{
> padding:0;margin: 2px 0;}
> #ygrp-vital ul li{
> list-style-type: none;clear: both;border: 1px solid #e0ecee;
> }
> #ygrp-vital ul li .ct{
> font-weight: bold;color: #ff7900;float: right;width: 2em;text- align:right; 
> padding-right: .5em;}
> #ygrp-vital ul li .cat{
> font-weight: bold;}
> #ygrp-vital a{
> text-decoration: none;}
>
> #ygrp-vital a:hover{
> text-decoration: underline; }
>
> #ygrp-sponsor #hd{
> color:#999;font- size:77%; }
> #ygrp-sponsor #ov{
> padding:6px 13px;background- color:#e0ecee; margin-bottom: 20px;}
> #ygrp-sponsor #ov ul{
> padding:0 0 0 8px;margin:0; }
> #ygrp-sponsor #ov li{
> list-style-type: square;padding: 6px 0;font-size: 77%;}
> #ygrp-sponsor #ov li a{
> text-decoration: none;font- size:130% ;}
> #ygrp-sponsor #nc{
> background-color: #eee;margin- bottom:20px; padding:0 8px;}
> #ygrp-sponsor .ad{
> padding:8px 0;}
> #ygrp-sponsor .ad #hd1{
> font-family: Arial;font- weight:bold; color:#628c2a; font-size: 100%;line- 
> height:122% ;}
> #ygrp-sponsor .ad a{
> text-decoration: none;}
> #ygrp-sponsor .ad a:hover{
> text-decoration: underline; }
> #ygrp-sponsor .ad p{
> margin:0;}
> o{font-size: 0;}
> .MsoNormal{
> margin:0 0 0 0;}
> #ygrp-text tt{
> font-size:120% ;}
> blockquote{margin: 0 0 0 4px;}
> .replbq{margin: 4;}
> -->
>
>
>
>
>
>
>
>
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Looking for last minute shopping deals?
> Find them fast with Yahoo! Search.
> http://tools. search.yahoo. com/newsearch/ category. php?category= shopping

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.1/1220 - Release Date: 11/01/2008 
18:09

[Non-text portions of this message have been removed]





      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke