http://www.kompas.co.id/ver1/Ekonomi/0801/14/132656.htm
Kenaikan Harga Kedelai Akibat Permainan Importir

                    


                    


                    
Laporan wartawan Kompas Hermas Effendi Prabowo 
JAKARTA, KOMPAS -
Melonjaknya harga kedelai hingga 110 persen sejak awal Januari 2007
hingga Januari 2008 tidak hanya sebagai akibat lonjakan harga kedelai
di Amerika Serikat, tetapi yang lebih parah akibat adanya dominasi
importasi empat pengusaha kedelai.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum
Induk Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Inkopti) Sulchan dan
Ketua Dekopin Aip Syarifudin, Senin (14/1) seusai bertemu dengan
importir kedelai, perwakilan Departemen Perdagangan, dan Deputi Menko
Perekonomian Bidang Pertanian, Kelautan, dan Kehutanan Bayu
Krisnamurthi. 
"Bayangkan saja (kenaikan) harga kedelai di
Amerika Serikat hanya naik 30 persen, tetapi ketika dijual di Indonesia
naik 110 persen. Ini tidak logis," katanya.
Menurut Aip
Syarifudin, harga kedelai di Indonesia pada awal Januari Rp 2.950 per
kilogram tetapi diawal Januari 2008 melonjak menjadi Rp 7.250 per
kilogram. Sementara harga kedelai di AS tidak sampai sebesar itu.
Selama
ini, kata dia, importir kedelai hanya empat perusahaan. Dari empat
perusahaan ini hanya ada dua perusahaan yang memiliki stok. "Dengan
begitu mudah sekali bagi para importir untuk melakukan pembentukan
harga kedelai," katanya.
 
===
Syiar Islam. Mari belajar Islam melalui SMS 
Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 
 
Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
http://www.media-islam.or.id





      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke