http://www.suaramerdeka.com/ harian/0801/ 16/nas02. htm
Simfoni Pemaafan Soeharto (1)
Bangkitkan Iba lewat Televisi
Oleh George Junus Aditjondro
SETELAH Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sinyal pemaafan kepada
mantan presiden Soeharto, yang sedang terbujur tak berdaya di ruang VVIP RSPP,
melalui Jaksa Agung Hendarman Supandji, gelombang-gelombang imbauan pemaafan
mulai mengudara, lewat media elektronik di Indonesia.
Tidak kurang dari seorang Amien Rais, mantan ketua MPR RI yang beberapa waktu
lalu menegaskan perlunya Soeharto diadili sebelum dimaafkan, sekarang berbalik
180 derajat. Ia mengemukakan bahwa pertimbangan kemanusiaan lebih utama
ketimbang pertimbangan hukum.
Selanjutnya, hampir setiap siaran berita televisi di Indonesia menayangkan
imbauan pribadi dan kelompok di berbagai penjuru Tanah Air yang mengimbau
pemerintah agar membatalkan status hukum Soeharto dan memaafkan semua
kesalahannya. Mulai dari tokoh-tokoh nasional, seperti Guruh Soekarnoputera,
sampai dengan anak-anak sekolah.
Stasiun-stasiun televisi swasta yang memberitakan adegan-adegan pemaafan
Soeharto itu, praktis dimiliki oleh keluarga dan kroni-kroni Soeharto. Jum-lah
stasiun terbesar dimiliki oleh PT Media Nusantara Citra (MNC), anak perusahaan
PT Global Medicom (d/h Bimantara), yang menguasai lima stasiun televisi swasta
(RCTI, SCTV, TPI, dan TV Global) sebagian besar sahamnya milik Harry
Tanoesudibyo. Di kalangan bisnis, Harry dikenal dekat dengan Siti Hediyati
Haryadi (Titiek), putri kedua Soeharto, yang pernah jadi mitranya dalam bisnis
pialang saham.
Sedangkan Bambang Trihatmodjo, putera kedua Soeharto, masih memiliki saham
minoritas (12%) dalam PT Global Mediacom. Dandy Rukmana, seorang putera Siti
Hardiyani Rukmana (Tutut), duduk sebagai komisaris PT MNC, sementara ibunya
masih memiliki separuh saham PT TPI.
Beberapa stasiun televisi swasta berlingkup nasional, dimiliki oleh kroni-kroni
Soeharto atau tokoh-tokoh DPP Golkar, partai politik yang paling getol
memperjuangkan pemutihan kesalahan-kesalahan Soeharto.
Antv, milik keluarga Aburizal Bakrie, Menko Kesra yang juga pengusaha dan
politikus Partai Golkar, dan Agung Laksono, wakil ketua umum DPP Golkar. Metro
TV, milik Surya Paloh, ketua Dewan Penasihat DPP Golkar.
Trans7, milik kelompok Para Group milik Chaerul Tanjung dan ahli waris Jenderal
(Purn) Rudini, serta kelompok Kompas Gramedia.
Sedangkan Lativi, yang tadinya milik Abdul Latief, juga seorang tokoh Golkar,
kini sudah dibeli oleh Antv, yang di-pimpin oleh Anindya N Bakrie, putera
sulung Aburizal Bakrie.
Sementara itu Indosiar, milik kelompok Salim, di mana kepentingan keluarga
Soeharto diwakili oleh Sudwikatmono, walaupun ratingnya lebih rendah dari pada
stasiun-stasiun televisi swasta yang tersebut tadi, juga menyanyikan simfoni
yang sama.
Jadi, boleh dikata, wacana yang disebarluaskan ke khalayak pemirsa siaran TV
swasta di Indonesia, yang dikuasai oleh keluarga dan kroni Soeharto, adalah
simfoni pemaafan bagi Soeharto. Dalihnya adalah bah-wa jasa-jasa Soeharto jauh
lebih banyak ketimbang kesalahan-kesalahan nya.
Makin lama masa rawat inap mantan jenderal berbintang lima itu berlangsung,
makin lama simfoni itu berlangsung. Berapa lama? Tergantung berapa lama
penyakit Soeharto dapat dita-yangkan di stasiun-stasiun televisi swasta itu,
disiarkan oleh radio-radio swasta milik PT MNC, dan diberitakan dengan
foto-foto yang mengetuk rasa iba oleh tabloid-ta-bloid infotainment milik
perusahaan media swasta itu.
Dengan terbatasnya liputan kamera jarak dekat, makanya, yang terus menerus
ditayangkan di layar televisi kita, adalah foto Soeharto yang sedang terbaring
tak berdaya, dengan segala pipa-pipa dan elektroda-elektroda yang terjulur dari
dirinya. Suatu foto yang sungguh memilukan, yang sangat berpotensi
membangkitkan rasa iba pemirsa.(60)
- George Junus Aditjondro adalah penulis ''Korupsi Kepresidenan: Reproduksi
Oligarki Berkaki Tiga: Istana, Tangsi, dan Partai Penguasa'', tinggal di
Yogyakarta.
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
[Non-text portions of this message have been removed]