http://www.antara.co.id/arc/2008/1/16/presiden--perbankan-syariah-berpeluang-jadi-platform-di-asia/
Presiden : Perbankan Syariah Berpeluang Jadi "Platform" di Asia
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pengelola
perbankan syariah nasional bisa menjadi pemain domestik, namun memiliki
kualitas layanan dan kinerja bertaraf internasional.
Presiden Yudhoyono mengemukakan hal itu dalam pidatonya pada Festival Ekonomi
Syariah 2008 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu.
"Saya minta semua pelaku ekonomi syariah dapat menjadikan perbankan syariah
sebagai platform pusat ekonomi syariah di Asia, bahkan Insya Allah di dunia,"
kata Presiden.
Menurut Presiden, terwujudnya Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia
akan membuka peluang lebih luas untuk memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan
dari pasar keuangan internasional demi mendukung program pembangunan nasional
untuk kesejahteraan rakyat secara optimal.
"Untuk lebih mempercepat sistem ekonomi syariah di tanah air, saya meminta
Menteri Hukum dan HAM, Menteri Agama, dan Menteri Keuangan serta pihak terkait
menjadikan pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu agenda nasional,"
katanya.
Untuk itu, perbankan syariah nasional harus selalu mengacu kepada
rencana-rencana strategis pemerintah, seperti arsitektur perbankan Indonesia,
arsitektur sistem keuangan Indonesia, serta rencana pembangunan jangka menengah
nasional dan jangka panjang nasional.
Dengan demikian, upaya pengembangan perbankan syariah merupakan bagian dari
kegiatan yang mendukung tercapainya rencana strategis dalam skala yang lebih
besar pada tingkat nasional.
Sementara itu, Gubernur BI, Burhanudin Abdulah, mengatakan perkembangan
perbankan syariah nasional dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan.
Aset perbankan syariah pada September 2007 telah hampir mencapai Rp30 triliun
yang didorong strategi perluasan layanan yang lebih ekspansif dan penyaluran
pendanaan bagi pemberdayaan UMKM.
"Periode November 2007 pembiayaan UMKM mencapai Rp19 triliun atau lebih
tinggi dua kali lipat dari pembiayaan non UMKM yang hanya sebesar Rp7,9
triliun, kata Presiden.
"Demikian juga finance deposit ratio (FDR) perbankan syariah pada periode
yang sama telah mencapai di atas 100 persen atau jauh dari loan to deposit
ratio (LDR) yang masih berkisar 70 persen."
Melihat perkembangan pencapai pertumbuhan perbankan syariah Indonesia,
Presiden berharap proses penyelesaian pembahasan RUU Perbankan Syariah dan RUU
Sertifikat Berharga Syariah Nasional dapat segera diselesaikan.
"Pemerintah dan DPR sungguh ingin menyelesaikan dua UU ini tepat pada
waktunya karena dapat memperkokoh industri keuangan syariah serta menjadi
insentif bagi para investor," katanya.
Pada akhir sambutannya Presiden mengajak seluruh pelaku ekonomi melakukan
program akselerasi perbankan syariah nasional yang diharapkan mendorong
industri perbankan nasional secara keseluruhan.
Khusus kepada pengelola bank syariah di tanah air, Presiden mengimbau mereka
dapat memfokuskan pembiayaan serta pengembangan usaha ekonomi masyarakat
terutama kalangan UMKM.
Hadir pada kesempatan itu sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu seperti
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Boediono, Menteri Koperasi dan UKM
Suryadharma Ali, Gubernur BI Burhanudin Abdulah, dan Gubernur DKI Jakarta,
Fauzi Bowo. (*)
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]