http://www.antara.co.id/arc/2008/1/16/akumulasi-produksi-ingot-inalum-capai-lima-juta-ton/
Akumulasi Produksi Ingot Inalum Capai Lima Juta Ton
Kuala Tanjung, Sumut (ANTARA News) - Perusahaan patungan Indonesia dan
Jepang, PT Inalum, pada 11 Januari 2008 mencapai akumulasi produksi batangan
aluminium (ingot) sebanyak lima juta ton, suatu prestasi yang menakjubkan dalam
sejarah industri ini.
Prestasi itu adalah tonggak sejarah dalam keberhasilan operasi Inalum dalam
usia hampir setengah abad hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang,
kata Presiden Direktur PT Inalum, K.Shiomi dalam suatu keterangannya di Kuala
Tanjung, Sumut, Rabu.
Menurut dia, Inalum satu-satunya peleburan aluminium di Asia Tenggara yang
berdiri tahun 1976 dalam bentuk perusahaan patungan antara Indonesia dan
konsorsium Jepang dengan kapasitas desain sebanyak 225 ribu ton per tahun.
Direktur Produksi Inalum, Nur Amin Setiawan, mengatakan sejak dimulainya
produksi tahun 1982, pada 1988 Inalum telah mencapai produksi satu juta ton,
tahun 1993 sebanyak dua juta ton, tahun 1997 tiga juta ton dan pada Desember
2003 sebanyak empat juta ton.
Keberhasilan itu, menurut Direktur Umum dan SDM Inalum, Nasril Kamaruddin,
berkat kerja keras 2.000 lebih karyawan langsung dan 1.000 lebih karyawan tidak
langsung serta dukungan masyarakat sekitar pabrik di Kuala Tanjung, Batu Bara
dan sekitar PLTA Sigura-gura dan Tangga, Toba Samosir, relasi bisnis dan
masyarakat Sumut.
Menurut dia, dalam usia Inalum yang sudah mencapai 32 tahun pada 6 Januari
2008 sebahagian besar karyawan yang terlibat dalam operasional perusahaan
adalah putra Indonesia yang berarti alih teknologi di Inalum telah berlangsung
dengan baik.
Namun demikian, rekor yang menakjubkan itu tidak mungkin diraih tanpa adanya
dukungan kuat dari pihak-pihak terkait terutama para pemegang saham, pemerintah
Indonesia dan Jepang serta relasi bisnis dan dukungan masyarakat sekitar,
tambah Presiden Direktur Inalum, K.Shiomi didampingi, Deputy General Manager
Umum dan SDM, Deddy P Tampubolon dan Humasnya, SS Sijabat.
Sementara itu Direktur Bisnis Inalum, Hasrul Hasan mengatakan, aluminium
batangan yang di produksi Inalum itu sebagian besar di ekspor dan sebagian lagi
untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri yang cenderung mengalami
peningkatan setiap tahun.
Mengenai harga ingot di pasar dalam dan luar negeri, ia menyatakan cukup
cerah dan prospek masa depannya juga cukup baik, akan tetapi ia menolak berapa
harga ril yang dimaksudkan dengan alasan angkanya bersifat komulatif karena
harga aluminium juga berfluktuasi.(*)
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]