Hidayatullah.com--Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai 12 butir 
pernyataan sikap Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) cuma retorika belaka. 
Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI, KH. Ma’ruf Amin, dari 12 pernyataan 
tersebut tidak ada yang poin tegas yang menyatakan Ahmadiyah telah 
berubah.
“Tidak perlu banyak-banyak. Tulis saja pernyataan bahwa Ahmadiyah 
menyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad itu bukan nabi dan buka rasul. Itu 
saja. Itu saja yang diperlukan,” kata Ma’ruf kepada www.hidayatullah.com 
(15/1) siang tadi.
Dari ke 12 butir tersebut memang tidak ada pernyataan yang menyebutkan 
pengingkaran JAI terhadap pengakuan kenabian Mirza Gulam. Dua poin krusial 
yang ditulis JAI, adalah: poin ke 2, sejak semulam JAI meyakini bahwa 
Muhammad Rasulullah adalah Khataman Nabiyyin (nabi penutup).
Dan poin ke 3, Mirza Ghulam hanya disebut seorang guru, mursyid, pembawa 
berita gembira dan peringatan serta pengemban mubasyirat, pendiri dan 
pemimpin Jemaat Ahmadiyah yang bertugas memperkuat dakwan dan syiar Islam 
yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. 
"Yang penting itu adalah pengakuan mereka bahwa Mirza Ghulam Ahmad 
bukanlah seorang Nabi dan Rasul. Kalau sekadar pernyataan bahwa Mirza 
adalah guru dan lain-lain percuma saja. Pernyataan itu interpretable," 
kata Ma'ruf Amin di Jakarta. 
Pernyataan JAI bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi penutup, menurut 
Ma'ruf, belum bisa disebut sebagai pengakuan bahwa tidak ada lagi nabi 
setelah Nabi Muhammad, karena dalam keyakinan Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad 
adalah nabi pembawa non syariat sementara Muhammad adalah Nabi pembawa 
syariat.
Ma’ruf mengaku sudah melihat ke 12 pernyataan JAI yang dilansir di Kantor 
Balibang Depag pagi tadi. Ma’ruf mengatakan, MUI tidak akan mencabut 
fatwanya terhadap alirah Ahmadiyah.
Tapi dirinya juga menyayangkan keputusan Badan Koordinasi Pengawas Aliran 
Kepercayan Masyarakat (Bakor PAKEM) yang tidak melarang aliran Ahmadiyah 
di Indonesia. Dalam waktu dekat ini, MUI akan meminta PAKEM untuk meninjau 
ulang keputusannya tersebut. [surya/www.hidayatullah.com]



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke