Saya pernah membaca cerita di bawah dalam versi yang berbeda..
(Kalau tidak salah) setting cerita sebelum ini terjadi di LN
(amrik/eropa?)..
di mana kultur individualisme&kemandirian cukup kuat sehingga anak
tidak terlalu dekat dengan ortunya.. dan ada 'nanny' sebagai pengasuh..
Kisah fiksi jelas lebih bebas menyampaikan ide bahkan kalau perlu
'mempermainkan' emosi pembacanya.. ya mirip dengan sinetron gitulah..
apapun bisa ditulis/disampaikan di sana.. bahkan yang paling ekstrim
sekalipun.. karena sifatnya fiksi..
Kalau sejak awal dijelaskan bahwa itu fiksi atau setidaknya 'kisah sinetron
yang terinspirasi oleh kisah nyata', saya masih bisa sepakat bahwa ada
nilai yang perlu diperhatikan dari sana.. Namun kalau poin itu tidak
dijelaskan
dari awal, saya khawatir (dan sudah) terjadi kesalahpahaman yang tidak perlu
di kalangan pembacanya..
Ini saya kutip dari milis lain:
"..
Orang tua kok jahatnya kayak gitu, wong mobil kreditan aja kok
ngebelanya sampai nyakitin hati anak. Andai tangannya nggak cacat,
hati si anak juga udah cacat.
.."
Ya namanya juga kisah fiksi, apapun bisa terjadi.. mau yang paling
gila/ekstrim/jahat kaya apa juga bisa.. suka" yang nulis cerita..
Yang saya lihat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman adalah:
1. Tidak disebutkan bahwa itu fiksi/fakta atau 'sinetron'..
2. Kisahnya diadaptasikan dalam bahasa Indonesia dengan setting
yang Indonesia juga (mis: nama tokoh).
3. Ada kata istighfar yang merupakan istilah dalam agama Islam..
4. Penggambaran tokoh ortunya seperti sinetron sekali.. galak sekali kepada
anak dan pembantu
.."
> dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah
> padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi
> diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak
> tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?"
> hardik si isteri lagi.
.."
5. Ortunya tidak tidur bersama anak dan tidak peduli.. Kultur orang
Indonesia
anak ikut ortu sampai cukup besar.. apalagi kalau anaknya baru 1..
"..
> Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang
> menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi
> pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah
> menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari
> bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya
> ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk
> kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita
> dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
> Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu
> badan Dita terlalu panas.
.."
Mudah"an ini jadi masukan buat kita semua agar lebih berhati" dalam mem-fwd
suatu tulisan.. setidaknya melengkapi dengan keterangan fakta/fiksi atau
bahkan
sekedar terinspirasi oleh kisah nyata plus 'kisah sinetron'.. agar tidak
timbul
kesalahpahaman yang tidak perlu.. apalagi sampai membentuk opini yang miring
terhadap suatu golongan..
CMIIW..
Wassalam,
Irwan.K
2008/1/16 Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>:
> Jawabannya:
> Saya tidak tahu. Tapi esensinya kan bukan di situ.
> Sebuah pelajaran moral bisa diajarkan lewat berbagai cara. Mendongeng pun
> adalah cara mengajarkan moralitas. Maka di kitab suci banyak kisah tentang
> kelakuan umat-umat terdahulu.
>
> Satrio Arismunandar
> Producer "Jika Aku Menjadi" (tayang tiap Minggu, pukul 18.00 WIB) -
> News Division, Trans TV, Lantai 3
> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026, Fax: 79184558, 79184627
>
> http://satrioarismunandar6.blogspot.com
> http://satrioarismunandar.multiply.com
>
> "Berhasil tidak dipuji, gagal dicaci maki, hilang tidak dicari, mati tidak
> diakui...."
>
>
> ----- Original Message ----
> From: IrwanK <[EMAIL PROTECTED] <irwank2k6%40gmail.com>>
> To: ppiindia <[email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>>
> Cc: Begundal Salemba <[EMAIL PROTECTED]<begundal-salemba%40yahoogroups.com>>;
> news Trans TV <[EMAIL PROTECTED]<news-transtv%40yahoogroups.com>>;
> Kincir Angin <[EMAIL PROTECTED] <KincirAngin%40yahoogroups.com>>;
> technomedia <[EMAIL PROTECTED] <technomedia%40yahoogroups.com>>;
> jurnalisme <[EMAIL PROTECTED] <jurnalisme%40yahoogroups.com>>;
> pantau <[EMAIL PROTECTED]<pantau-komunitas%40yahoogroups.com>>;
> Etalase Indonesia <[EMAIL PROTECTED]<etalase_indonesia%40yahoogroups.com>>;
> AJI INDONESIA <[EMAIL PROTECTED] <ajisaja%40yahoogroups.com>>;
> naratama naratama <[EMAIL PROTECTED]<naratamatv%40yahoogroups.com>>;
> [EMAIL PROTECTED] <aipi_politik%40yahoogroups.com>;
> [EMAIL PROTECTED] <ismes%40yahoogroups.com>; DikBud Pendidikan <
> [EMAIL PROTECTED] <DikBud%40yahoogroups.com>>
> Sent: Wednesday, January 16, 2008 6:11:01 PM
> Subject: [ppiindia] Re: Kisah mengharukan, anak yang mencoret mobil
> ayahnya
>
> Mas Satrio,
>
> Mbok ya dijelaskan itu kisah betulan atau fiksi..
> Jangan sampai orang salah menyikapinya lho.. :-|
>
> Wassalam,
>
> Irwan.K
>
> 2008/1/16 Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@ yahoo.com>:
>
> > (dikutip dari milis EMBA, dan debritto)
> > ANAK YANG MENCORET MOBIL AYAHNYA
> > Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar
> > meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak
> > tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.
> > Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk
> > bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang
> > dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
> >
> > Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai
> > tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari
> > marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru
> > ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak
> > jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan
> > kreativitasnya.
> >
> > Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin
> > menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka
> > ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya,
> > gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut
> > imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu
> > rumah.
>
[Non-text portions of this message have been removed]