Rabu, 16 Januari 2008  19:53:00

Peristiwa 'Kudeta Mekkah' 1979 Memicu Munculnya Kelompok Militan

Jakarta-RoL--  Peristiwa "Kudeta Mekkah", yaitu penguasaan atas Masjidil Haram 
di kota Mekkah pada 20 November 1979 oleh sejumlah orang yang dipimpin Juhaiman 
al Utaibi, memicu munculnya berbagai kelompok militan yang eksis hingga kini. 

Hal tersebut terungkap dalam seminar dan bedah buku "Kudeta Mekkah: Sejarah 
yang Tak Terkuak" yang diselenggarakan di Aula Pusat Kegiatan Mahasiswa 
Universitaa Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu.

Buku yang diterjemahkan dari hasil karya wartawan The Wall Street Journal 
berdarah Ukraina, Yaroslav Trofimov itu menuturkan tentang peristiwa tersebut 
yang hingga kini dianggap masih belum banyak diketahui oleh banyak pihak, 
termasuk oleh umat Islam sendiri.

Menurut Yaroslav dalam bukunya, peristiwa "Kudeta Mekkah" sebenarnya adalah 
akar sejarah dari munculnya berbagai kelompok militan seperti Al Qaeda. Hal ini 
antara lain karena ketidaksetujuan kelompok tersebut kepada pemerintahan Arab 
Saudi yang menurut mereka tidak Islami.

Salah satu pembicara, pengamat intelijen Wawan Purwanto mengemukakan, peristiwa 
tersebut memang dapat mengilhami dan menginspirasikan berbagai kelompok yang 
menggunakan ideologi kekerasan.

Sedangkan penerjemah "Kudeta Mekkah", Saidiman memaparkan, peristiwa penguasaan 
Masjidil Haram juga dikerjakan pelaku dengan menggunakan jargon-jargon teologis 
dan didukung oleh sejumlah ulama di negara yang kerap disebut menerapkan paham 
Wahhabi itu.

Mengenai adanya kaitan paham Wahhabi (diambil dari nama ulama Arab abad ke-18 
Muhammad bin Abdul Wahhab) dengan peristiwa itu, tokoh Islam Salafi Abdurrahman 
menolak keras pendapat tersebut dan menganggap bahwa orang yang melakukan 
penyerangan tersebut hanyalah oknum. "Kata Wahhabi atau Wahhabisme itu juga 
awalnya adalah istilah yang dibuat oleh pemerintah kolonial Inggris," kata 
Abdurrahman.

Selain itu, ia juga menolak anggapan bahwa peristiwa "Kudeta Mekkah" tidak 
banyak diketahui oleh masyarakat karena sejumlah literatur telah banyak yang 
mengulas hal tersebut. Sementara itu, anggota DPR dari Fraksi Pelopor Bintang 
Demokrasi, Ali Mukhtar Ngabalin, menyorot tentang adanya aspek intervensi luar 
negeri dan faktor ketidakmampuan pemerintah Arab Saudi dalam mengatasi 
peristiwa "Kudeta Mekkah" secara mandiri. antara/mim

--------------------------------------------------------------------------------

Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
Berita bisa dilihat di : 
http://www.republika.co.id/Online_detail.asp?id=320102&kat_id=23



==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21 7494032, 
Fax. +62 21 74704875
www.alvabet.co.id


mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke