Andreas Harsono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dh,
Ada dua keluhan lain soal Metro Realitas. Pertama, datang dari John Muhammad
dari
KASUM (Komite Solidaritas untuk Munir). Ini kantornya sama dengan Kontras di
Jl.
Borobudur. John mengeluh soal wartawan Metro Realitas bernama Bagya Nugraha.
Wartawan ini berteori bahwa pembunuhan Munir melibatkan CIA. Silahkan baca
email John
Muhammad (terlampir).
Kedua, wartawan Metro Realitas ini pernah mengajak seorang peserta kursus kami
bertemu dimana dia mengatakan bahwa saya bekerja untuk CIA. Buktinya, saya
diundang
makan malam oleh Dutabesar Amerika Serikat Cameron Hume!
Ini aneh sekali. Saya seumur hidup tak pernah mengkhianati sumber saya. Ini
kok
seenaknya ada wartawan Metro TV bilang saya intel. Saya berulang-ulang menolak
pejabat
yang ingin bertemu untuk minta info. Siapapun pejabat itu.
Tapi begitulah contoh seorang wartawan Metro Realitas. Saya tak kaget dengan
diskusi
soal "Islam sejati" di Banten. Terima kasih.
--
Andreas Harsono
Pantau Jakarta
--- In [EMAIL PROTECTED], John Muhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all,
Mudah-mudahan info saya berguna.
Menjelang putaran pertama pilpres 2004, Bagya Nugraha menghubungi saya,
meminta ijin
meliput kegiatan kampanye anti capres militer yang kami lakukan. Katanya untuk
bahan
Metro Realitas.
Tim Penuntasan Kasus Trisakti, yang saya pimpin punya kepentingan dengan
capres saat
itu, terutama Wiranto. Orang yang paling bertanggungjawab dalam Kasus Trisakti
(12 Mei
1998) ini, kami harapkan tidak lolos. Meski, tidak berarti kami mendukung
calon lainnya.
Suasana kampus sangat tidak kondusif untuk rapat persiapan dan konsolidasi.
Banyak
pimpinan kampus yang tidak setuju dengan sikap kami. Akhirnya rapat selalu
pindah
tempat, termasuk Senayan.
Singkatnya, saat Metro Realitas tayang, rapat di Senayan itulah yang diambil
Bagya,
kemudian digabungkan dengan kegiatan kelompok pendukung Megawati. Sudah tentu
kami kecewa. Itu pengalaman pertama.
Pengalaman kedua, saat Bagya atas nama Metro Realitas hendak mengangkat kasus
Munir.
Kali ini, saya tidak mau berjudi lagi. Kami menolak rencana tayang. Sebabnya,
dalam
diskusi Bagya punya skenario sendiri soal kasus Munir. Katanya, CIA/Amerika
Serikat
punya keterlibatan dan info-info aneh yang tidak sejalan dengan fakta-fakta
penyelidikan
kami.
Siapakah Bagya? Menurut saya sebodo amat. Jangan pedulikan!
Salam,
John Muhammad
Andreas Harsono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear
Amir,
Terima kasih untuk emailnya. Saya kira Pantau, maupun saya pribadi, tak
pernah bekerja sama dengan Central Intelligence Agency. Saya juga tak bisa
menjelaskan mengapa Bagya Nugraha dari Metro TV menilai kami bekerja untuk
CIA.
Soal saya diundang makan malam oleh Cameron Hume, dutabesar Amerika Serikat,
saya kira lebih karena saya pernah sekolah di Harvard. Malam itu undangannya
cukup banyak. Undangan itu pun sangat jarang saya terima sejak Perang Iraq
muncul. Ini kedutaan besar yang punya relasi dengan banyak orang.
Saya hanya geli saja tiap kali cerita ini muncul. Terima kasih.
--
Andreas Harsono
Pantau
Jalan Raya Kebayoran Lama 18 CD
Jakarta 12220
Tel. +62 21 7221031 Fax. +62 21 7221055
Website www.pantau.or.id
Weblog www.andreasharsono.blogspot.com
On 12/3/07 11:42 AM, "kiagus amir" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam,
>
> Lima September lalu saya kirimi Mas Andreas surat-el.
> Di surat itu, saya tanya siapa Bagya Nugraha.
>
> Minggu 25/11 sore saya bertemu dengan Bagya di
> Gramedia Matraman sebelum malamnya ia telepon dan ajak
> ketemu. Bagya mengaku wartawan metro tv [saya sempat
> lihat kalung tali name tag bertulis metro tv] dan
> mulai tahun depan ia kerja di Chevron, perusahaan
> minyak asal Amerika Serikat.
>
> Dari pembicaraan itu saya tangkap ia punya penilaian
> terhadap Pantau. Ia malah bilang Pantau itu CIA. "Bah,
> apa pula ini?" pikir saya.
>
> Saya timpali ke dia, "Paling-paling Pantau ada
> hubungan dengan George Soros." Saya tahu Pantau
> bekerja sama dengan OSI di bidang media.
>
> Tetap saya mencari tahu ini soal ini.
>
> Tak sampai hati bila saya tanya Mas Andreas, Apa
> hubungan Mas Andreas dan atau Pantau dengan Amerika
> Serikat apalagi dengan CIA.
>
> Di Perkembangan Saga Norman di blog Mas ditulis
> `..sore ini aku ada undangan makan malam di rumah Duta
> Besar Amerika Serikat Cameron Hume di Menteng.'
>
> Saya ingat juga tudingan terhadap Mas Andreas oleh
> Marissa Haque, bekas anggota DPR, menanyakan apakah
> Mas Andreas bekerja untuk bahan tulisan atau buat
> intel Amerika berkedok ilmuwan (dalam Hoakiao dari
> Jember).
>
> Saya tak heran Mas Andreas sebagai jurnalis punya
> jaringan; Mas Andreas alumni Harvard dan punya relasi
> di banyak tempat termasuk Amerika Serikat.
>
>
> terima kasih
> kiagus amir
>
> ps: poin lain saya= intelijen-media
--- In [EMAIL PROTECTED], bangmirza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> MUNGKIN KITA HARUS MEMBERIKAN TEGURAN KEPADA METRO TV DENGAN MEMBLACK
LIST
> DIA, DAN MENUNJUK MEREKA SEBAGAI KANTOR BERITA PENGHASUT
>
> Pada tanggal 17/01/08, amin mudzakkir <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> >
> > Saya kira Mas Suaedy Benar. Tadi malam saya juga
> > nonton acara itu. Tayangan tentang Islam Sejati di
> > Lebak, Banten. Ada sebuah scene yg menunjukan seorang
> > penganut Islam Jemaat yg emosional ketika ditemui
> > wartawan Metro TV. Saat yg sama digambarkan ibu sang
> > penganut Islam Sejati sedang sakit gara2 dia. Singkat
> > cerita, acara tersebut bisa dibaca sbg provokasi.
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
[Non-text portions of this message have been removed]