menurut Rasul dan Al Qur'an, keadaan orang yang nyawanya dilepas dari tubuh 
alias dead bin mati atawa meninggal bisa juga tewas, beginilah kondisinya, dan 
yang mengaku Muslim apalagi yang Mukmin, wajib meng imaninya, yuk kita simak 
dengan teliti, agar jangan sampai kita dead atawa mati alias tewas bin 
meninggal dalam keadaan yang dimurkai Allah. Amiinnn.
  Khutbah Jum’at: Perjalanan Ruh ketika Meninggalkan Dunia  Ditulis pada 18 
Januari 2008 oleh Wira 
   
      Oleh: Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al-Maidani
   
  Khutbah PertamaWahai para hamba Allah, sidang jum’at yang dimuliakan oleh 
Allah . . .
  Al-Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, serta yang selainnya, telah 
meriwayatkan dari hadits Al-Baro’ bin ‘Azib, bahwa suatu ketika para sahabat 
berada di pekuburan Baqi’ul ghorqod. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi 
wasallam mendatangi mereka. Beliau pun duduk. Sementara para sahabat duduk 
disekitarnya dengan tenang tanpa mengeluarkan suara, seakan-akan di atas kepala 
mereka ada burung. Beliau sedang menanti penggalian kubur seorang yang baru 
saja meninggal.
   
  Ma’asyirol muslimin rahimakumullah…
  Ini menunjukkan bahwa tatkala seorang hamba berada di pekuburan, dituntunkan 
kepadanya untuk bersikap tenang, diam, hening, dan tidak mengucapkan 
dzikir-dzikir dengan suara yang keras. Terlebih lagi berbicara mengenai 
urusan-urusan dunia yang fana.
   
   Dalam suasana yang seperti ini, hendaknya dia berpikir tentang kematian yang 
akan menimpa setiap manusia tanpa terkecuali. Sudahkah dia berbekal diri untuk 
menghadapinya. Ini membutuhkan perenungan yang dalam, sehingga melahirkan 
keimanan, ketakwaan, dan amal sholeh yang diterima disisi Allah.
   
  Ma’asyirol muslimin rahimakumullah…
  Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kepalanya dan 
mengucapkan:
  
“Aku berlindung kepada Allah dari adzab kubur.”
  beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Setelah itu, beliau shallallahu 
‘alaihi wasallam 
  bersabda:
   
  “Sesungguhnya bila seorang yang mukmin menghadap ke alam akhirat dan 
meninggalkan alam dunia, turun kepadanya sejumlah malaikat berwajah putih yang 
seolah-olah seperti matahari. Mereka membawa sebuah kain kafan dan minyak wangi 
dari surga. Mereka pun duduk didekatnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah 
malaikat pencabut nyawa dan duduk di dekat kepalanya. Malaikat pencabut nyawa 
berkata:
  
“Wahai jiwa yang baik, keluarlah engkau kepada keampunan dan keridhoan Allah 
Subhanahu wa Ta’ala.”
   
  Maka nyawanya keluar dan mengalir seperti air yang mengucur dari mulut wadah. 
Lalu malaikat pencabut nyawa mengambilnya. Nyawanya tidak dibiarkan sekejap 
mata pun berada di tangan malaikat pencabut nyawa dan segera diambil oleh para 
malaikat yang berwajah putih tadi. Kemudian mereka meletakkannya pada kain 
kafan dan minyak wangi surga yang telah mereka bawa. Maka nyawanya mengeluarkan 
aroma minyak wangi misik yang paling terbaik di muka bumi. Lalu mereka 
menyertainya untuk naik ke langit. Tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat 
melainkan para malaikat itu akan bertanya: “Siapakah nyawa yang baik ini?” 
Mereka menjawab: “Ini adalah Fulan bin Fulan”, dan disebutkan namanya yang 
paling terbaik ketika mereka memanggilnya di dunia.
   
  Tatkala mereka telah sampai membawanya kelangit, mereka meminta agar pintu 
langit dibukakan untuknya. Maka dari setiap langit dia diiringi oleh para 
penjaganya sampai ke langit berikutnya. Demikianlah yang akan terjadi hingga 
dia sampai ke langit yang disana ada Allah. Maka Allah berfirman:
  
“Catatlah oleh kalian bahwa hambaku (ini) berada di surga ‘illiyyin, dan 
(sekarang) kembalikanlah dia ke muka bumi. Sungguh darinya Aku telah 
menciptakan mereka, dan padanya Aku akan mengembalikan mereka, serta darinya 
pula Aku akan mengeluarkan mereka sekali lagi”.
   
  Kemudian nyawanya dikembalikan ke dalam jasadnya. Lalu datanglah dua orang 
malaikat kepadanya. Keduanya bertanya, siapa Rabbmu? Maka dia menjawab, Rabbku 
adalah Allah. Keduanya kembali bertanya, apa agamamu? Maka dia menjawab, 
agamaku adalah Islam. Keduanya kembali bertanya, siapa orang yang telah diutus 
di tengah kalian ini? Maka dia menjawab, beliau adalah utusan Allah. Keduanya 
kembali bertanya, siapakah yang telah mengajarimu? Maka dia menjawab, aku 
membaca kitab Allah, beriman kepadanya dan membenarkannya.
   
  Kemudian terdengarlah suara yang menyeru dari langit, 
   
  “Hambaku ini telah benar. Bentangkanlah untuknya permadani dari surga dan 
bukakanlah sebuah pintu ke surga”.
  
Maka harum wangi surga pun menerpanya dan kuburnya diperluas sejauh mata 
memandang. Lalu datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya, pakainnya, dan 
harum wanginya. Orang itu berkata, bergembiralah dengan segala yang akan 
menyenangkanmu. Ini adalah hari yang dahulu engkau telah dijanjikan. Maka si 
mukmin bertanya kepadanya, “Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang 
dengan membawa kebaikan.” Dia pun menjawab, “Aku adalah amalmu yang sholih.” 
Lalu si mukmin berkata, “Wahai Rabbku! Segerakanlah hari kiamat agar aku 
kembali kepada keluarga dan hartaku”.
   
  Selanjutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
   
  “Adapun bila seorang yang kafir meninggalkan alam dunia dan menghadap ke alam 
akhirat, turun kepadanya dari langit sejumlah malaikat yang berwajah hitam 
legam. Mereka membawa sebuah kain kafan yang buruk dan kasar. Mereka pun duduk 
di dekatnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah malaikat pencabut nyawa dan 
duduk di dekat kepalanya. Malaikat pencabut nyawa berkata:
   
  “Wahai jiwa yang buruk, keluarlah engkau kepada kemurkaan dan kemarahan 
Allah”.
  Maka nyawanya tercerai berai di dalam jasadnya. Kemudian malaikat pencabut 
nyawa merenggut nyawanya seperti mencabut besi pemanggang daging dari bulu 
domba yang basah. Setelah malaikat pencabut nyawa mengambilnya, tidak dibiarkan 
sekejap mata pun berada di tangannya dan segera diambil oleh para malaikat yang 
berwajah hitam legam tadi. Lalu mereka meletakkannya pada kain kafan (yang 
telah mereka bawa) itu. Sehingga keluarlah dari nyawanya seperti bau yang 
sangat busuk di atas muka bumi.
Kemudian mereka naik bersamanya. Tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat 
melainkan para malaikat itu akan bertanya, siapakah nyawa yang buruk ini? 
Mereka menjawab: “Ini adalah Fulan bin Fulan” dan disebutkan namanya yang 
paling terburuk ketika mereka memanggilnya di dunia.
   
  Kemudian mereka membawanya naik sampai ke langit dunia dan dimintakan agar 
pintu langit di bukakan untuknya. Namun pintu langit tidak dibukakan untuknya”.
  Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat yang berbunyi,
   
  “Tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan 
masuk surga sampai onta bisa masuk ke dalam lubang jarum.” (QS. Al-A’rof: 40)
   
  Selanjutnya Allah Azza wa jalla berfirman,
   
  “Catatlah oleh kalian bahwa ketetapannya berada di (neraka) Sijjiin, di bumi 
yang paling bawah”.
   
  Setelah itu, nyawanya benar-benar dilemparkan. Kemudian Rasulullah 
shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat yang berbunyi:
   
  “Barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, Maka dia seolah-olah jatuh 
dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan oleh angin ke tempat 
yang jauh”. (surat Al Hajj:ayat 31)
   
  Demikianlah, nyawanya dikembalikan kedalam jasadnya. Maka dua orang malaikat 
mendatanginya lalu mendudukkannya. Keduanya bertanya, “Siapa Rabbmu?” Dia 
menjawab, “Hah.. hah..aku tidak tahu”. Keduanya kembali bertanya, “Siapa orang 
yang telah diutus ditengah kalian ini?” Dia menjawab, “Hah..hah..aku tidak 
tahu.” Kemudian terdengarlah suara yang menyeru dari langit, “Dia telah 
berdusta, bentangkanlah untuknya permadani dari api neraka dan bukakanlah 
sebuah pintu ke neraka.” Sehingga hawa panas dan racun neraka pun menerpanya 
dan kuburnya dipersempit sampai tulang-tulang rusuknya saling bergeser. Lalu 
datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya, pakainnya, dan busuk baunya. 
Orang itu berkata, “Bergembiralah dengan segala yang akan memperburuk keadanmu. 
Ini adalah hari yang dahulu engkau telah dijanjikan.” Maka si kafir bertanya, 
“Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan membawa keburukan.” 
Dia pun menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk.” Lalu si kafir
 berkata, “Wahai Rabbbku! Janganlah engkau datangkan hari kiamat”.
   
  Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam kitabnya 
“Ahkamul Janaiz” (hal. 156-157) dan tahqiq beliau terhadap “Syarh Aqidah 
Thahawiyyah” (hal. 397-398).
   
  Ma’asyirol muslimin rahimakumullah…
  Inilah keadaan seorang yang mukmin dan seorang yang kafir tatkala 
meninggalkan alam dunia dan masuk ke dalam alam akhirat yang dimulai dengan 
alam barzakh (alam kubur). Wallahu a’lam bi showab

Khutbah yang kedua:
  Wahai para hamba Allah, sidang jum’at yang dimuliakan oleh Allah . . .
   
  Ketika manusia meninggalkan alam dunia bukan berarti urusannya telah selesai. 
Dia akan mengalami alam kedua yaitu alam barzakh (alam kubur). Alam ini 
merupakan pintu masuk ke dalam alam akhirat yang sesungguhnya. Disebut dengan 
alam barzakh, karena makna barzakh adalah penutup atau perantara bagi dua 
perkara. Maka alam barzakh adalah alam di antara alam dunia dan alam akhirat. 
Di alam barzakh, manusia akan mengalami berbagai masalah yang menandakan bahwa 
urusannya belum selesai dengan semata-mata meninggalkan alam dunia. Saat 
melewati alam barzakh, pertama kali yang akan dihadapinya adalah pertanyaan dua 
malaikat di dalam kuburnya, sebagaimana di dalam hadits Al Baro` bin ’Azib yang 
terdahulu. Maka keberhasilannya di alam barzakh, mendapat kebaikan atau 
keburukan, akan tergantung dengan kemampuannya dalam menjawab pertanyaan dua 
malaikat itu.
   
  Perlu diingat, bahwa di alam barzakh, jasad manusia tidak akan mampu untuk 
menjawabnya. Yang akan menjawabnya adalah ruh dan jiwa manusia yang telah diisi 
saat di alam dunia dengan kebaikan atau keburukan. Adapun seorang yang mukmin 
niscaya akan dimudahkan oleh Allah untuk bisa menjawab pertanyaan kubur yaitu 
tentang siapa Rabmu, apa agamamu, dan siapa nabimu. Itulah yang Allah maksudkan 
dengan firman-Nya:
   
  “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh 
itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim: 27)
   
  Di dalam sebuah hadits yang shohih dari sahabat Al-Bara’ bin ‘Azib 
radhiyallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
   
  “Seorang hamba yang muslim bila ditanya di dalam kuburnya, niscaya dia akan 
bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar 
kecuali Allah dan bahwasanya muhammad adalah utusan Allah”.
   
  Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itulah firman 
Allah Subhanahu wa Ta’ala:

  “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh 
itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
   
  Hadits ini menunjukkan bahwa seorang yang mukmin akan mampu mengucapkan dua 
kalimat syahadat “La ilaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah”, baik ketika 
di dunia maupun di akhirat.
   
  Tatkala seorang hamba menghadapi pertanyaan dua malaikat ini, maka dia akan 
menjawabnya sesuai dengan amal perbuatannya sewaktu di dunia. Oleh sebab itu, 
seorang hamba yang berbuat dosa-dosa besar dan tidak bertaubat darinya, sangat 
mungkin disiksa oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam kuburnya, walaupun dia 
seorang yang mukmin.
  Telah datang sebuah hadits dari sahabat ‘Abdullah bin Abbas radhiyallahu 
‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melewati dua 
kuburan, lalu beliau bersabda:

  ”Orang-orang yang berada di dalam dua kubur ini, sungguh sedang disiksa. Dan 
tidaklah keduanya disiksa karena suatu masalah yang besar. Adapun salah satu 
dari keduanya, dahulu tidak mau menjaga diri dari air kencing. Sedangkan yang 
lain, dahulu biasa berjalan untuk mengadu domba”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
   
  Ma’asyirol muslimin rahimakumullah…
  Hadits ini menunjukkan kepada kita sekalian bahwa dua orang yang disiksa di 
dalam kuburnya itu dikarenakan dosa-dosa besar. Berarti yang disiksa oleh Allah 
di alam kubur bukan karena kekafiran saja tetapi juga karena dosa-dosa besar.
  
Nasalullah salamah wal ‘afiah.
  Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil sebuah pelepah 
kurma yang masih basah dan membelahnya menjadi dua bagian. Beliau meletakkannya 
di masing-masing dua kubur ini dengan harapan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala 
memperingan siksa keduanya, selama pelepah kurma itu masih basah dan belum 
kering.
   
  Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga kita dimudahkan untuk 
menjawab pertanyaan kubur dan diselamatkan dari siksanya.
  Wallahu a’lam bis shawab.


  

sidqy suyitno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          You wrote:
Saya ingin bertanya ke teman-teman miliser. Menurut perkiraan Anda, Soeharto 
kelak akan masuk surga atau neraka? 

Memangnya kita, termasuk daripada Sampeyan, adalah Tuhan? Atau sengaja Sampeyan 
postingken daripada postingan ini sebagai pertanyaan jebakan? Hehehe... 
Ngomong2 di milis ini koq Sampeyan mengatas-namaken "mediacare". Jangan sampai 
ada kesan Sampeyan meng-"KORUP" daripada seluruh anggota milis MEDIACARE yang 
Sampeyan moderatori seolah-olah mempunyai pendapat sama dengan pendapat 
daripada Sampeyan. Dengan kata lain pendapat daripada Sampeyan adalah pendapat 
daripada seluruh anggota milis MEDIACARE. Opo tumon?! Hehehe... Hare gene...

Tabik,
Sidqy L.P. Suyitno

----- Original Message ----
From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
To: zamanku <[EMAIL PROTECTED]>; mediacare yahoogroups <[EMAIL PROTECTED]>; 
[email protected]; media jakarta <[EMAIL PROTECTED]>; tempo club <[EMAIL 
PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; media jogja <[EMAIL 
PROTECTED]>
Sent: Tuesday, January 15, 2008 7:39:13 AM
Subject: [ppiindia] Soeharto akan masuk surga atau neraka?

Saya ingin bertanya ke teman-teman miliser. Menurut perkiraan Anda, Soeharto 
kelak akan masuk surga atau neraka? 

Atau malaikat pemegang neraca akan bingung untuk menentukannya? Selain 
dosa-dosanya yang bertumpuk. walau bagaimana pun Pak Harto juga banyak berjasa 
terhadap kemajuan Islam di Indonesia, seperti sumbangan ke pesantren-pesantren, 
banyak kasih beasiswa para cendekiawan muslim untuk menimba ilmu di negeri 
manca, banyak membangun masjid-masjid megah dan sebagainya.

mediacare
http://www.mediacare.biz

[Non-text portions of this message have been removed]

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links

__________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke