January 18, 2008 | 

Perlukah seorang blogger masyhur?



Wicaksono

Ada dua nama yang hari-hari ini jadi hot news di ranah blog: Soeharto dan 
Rangga Wardhana. Soeharto, kita tahu siapa dia dan kenapa dibicarakan. Mantan 
presiden ini tengah gering. Hampir semua orang membicarakannya di sekolah, di 
kantor, di kafe, di pasar, dan sebagainya. Media massa pun melaporkan detik 
demi detik perkembangan kesehatannya, termasuk perdebatan status hukumnya.

Cerita, pendapat, gosip, komik, dan berita seputar jenderal berbintang lima itu 
juga bertebaran di ranah blog. Di Wordpress Indonesia, setiap hari kita dapat 
menemukan posting baru yang menyebut Soeharto.

Blog khusus komik, misalnya, membuat komik strip berjudul "Sakit Itu Pedih, 
Jenderal". Mimbar Saputro bercerita tentang sebuah warung tongseng langganan 
Soeharto di Pasar Bibis, Yogyakarta. Blog Klik Di Sini menulis "Balance Sheet 
of Soeharto's Policies". Lalu Rezco malah membuat posting dengan judul lucu: 
"SARS (Sindrom Aku Rindu Soeharto)". Selain itu, ada beberapa blog yang isinya 
khusus mengenai Soeharto, seperti Soeharto Online dan Soeharto Inc Buster. 

Tentu saja masih banyak posting dan blog lain tentang Soeharto. Terlalu banyak 
kalau disebutkan satu per satu. Saya hanya ingin mengatakan penguasa Orde Baru 
itu ternyata masih laku "dijual" dan menjadi buah bibir, baik di media 
mainstream maupun blogosphere. Ia tetap menjadi bahan yang enak dibaca dan 
(belum tentu) perlu bagi banyak orang.

Lalu siapakah Rangga Wardhana? Mengapa ia dibicarakan di beberapa blog? Namanya 
mencuat dari situs Koaa. Rangga disebut sebagai blogger yang melanggar hukum 
Amerika karena menayangkan daftar kartu kredit curian dan informasi pribadi. 
Karena ulahnya itu, lembaga News First Investigates (NFI) meminta Google 
menutup blog-nya. NFI juga mengontak petugas keamanan Federal dan orang-orang 
yang nama dan kartu kredit mereka tercantum di blog itu.

Kabar tersebut akhirnya sampai juga di Indonesia melalui Detikinet. Dan 
gegerlah ranah blog. Beberapa blogger berinisiatif menyelidiki siapa 
sesungguhnya Rangga alias S-X207. Ada yang menyebut Rangga sebagai mahasiswa 
Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dan anggota tim 
polo air pada Kejuaraan Renang Pelajar ASEAN di Bangkok pada 2005. Tapi, hingga 
tulisan ini dibuat, kabar tersebut belum bisa dimintakan konfirmasi dan 
diverifikasi.

Dua orang, dua nama, terkenal dengan cara berbeda. Yang pertama terkenal karena 
namanya memang populer. Yang kedua masyhur karena tindakannya. Sebagai blogger, 
Anda juga bisa kondang karena alasan pertama atau kedua. Pertanyaannya, 
haruskah seorang blogger masyhur?



Komentar
1 Komentar

  1.. Rio Menajang on January 18, 2008 9:18 am 
  keduanya lebih banyak samanya: menggunakan kemampuannya untuk mendapatkan 
yang bukan hak-nya.
  bagi sebagian orang blog adalah jalan mencapai kemasyuran. Lebih menarik 
kalau cerita blog dan kemasyuran dikaitkan dengan yang syur-syur (trafik 
tertinggi internet masih ini bukan?).
  Apa ini bagian dari PR cendana?) Kalau Tempo saja yang masih berperkara dg 
HMS sudah apologetis, yang lain??? 

http://blog.tempointeraktif.com/?p=204


mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke