Kronik Dokumentasi Wida:
   
   
   
  PUISI-PUISI BACHTIAR SIAGIAN [7]
   
   
  YANG TERSISA
   
   
  Sekali aku tiba di persimpangan
  yang ada hanya diri sendiri
  Matahari membekas di kering rumput
  dan daun membusuk dibelaian embun
   
   
  Di kejauhan  tak berjarak ini
  yang terasa hanya kehampaan
  desah hati yang luluh
  pada segala yang runtuh
   
   
  Yang kini masih tersisa
  Adalah tawa  berbalut tanya
  tentang makna segala cita
  di hati manusia
   
   
  Permisan, Mei 1974.
   
   
   
  BIARLAH
   
   
  Mungkinkah hidup ini
  sejumlah pertanyaan
  yang tercecer di perjalanan
  dan pada suatu persimpangan
  kita menunggu jawaban
   
   
  Ah, persetan
  biarlah berlalu
  pertanyaan  yang dulu
   
   
  Permisan, Mei 1974. 

       
---------------------------------
 
 Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke