Rukun Islam 5.4 : Misi Muhammad membenarkan Bibel
Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)
Perubahan agama bangsa Arab dengan landasan Alkitab
Muhammad telah berhasil mengubah agama bangsa Arab yang bersifat polytheisme
yaitu agama yang berketuhanan banyak sampai sejumlah 360 Tuhan yang berbentuk
patung-patung berhala menjadi agama yang bersifat monotheisme yaitu agama yang
berketuhanan satu.
Dalam proses perubahaan agama bangsa Arab ini, Muhammad melalui isterinya
Khadijah dan pamannya Waraqah bin Naufal yang adalah seorang pendeta Kristen
dan menguasai bahasa Ibrani, telah berhasil memasukkan sebagian dari ayat-ayat
Taurat, Zabur dan Injil ke dalam Al Qur'an. Oleh sebab itulah dapat kita lihat
pernyataan dari Al Qur'an yang membenarkan berlakunya Taurat dan Injil
sebagalmana yang disebut dalam Surat 2 Al Baqarah ayat 41, 89, 91 dan 97. Surat
3 Ali Imraan ayat 3, Surat 12Yuusuf ayat 111, Surat 35 Faathir ayat 31, Surat
46 Al Ahqaaf ayat 30, Surat 10 Yuunus ayat 37, Surat 4 An Nisaa ayat 47, 136.
Surat 6 Al Anaam ayat 92. (hal. 67).
Untuk jelasnya kami kutipkan beberapa ayat-ayat tersebut di atas yang
membenarkan berlakunya Taurat dan Injil sebagai berikut:
"Dia menurunkan Kitab (Al Qur'an) kepadamu (Muhammad) dangan sebenarnya;
membenarkan kitab yang diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil"
(Surat 3 Aali Imraan ayat 3).
"Dan inilah Kitab (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan lagi berkahi membenarkan
kitab-kitab sebelumnya (Taurat, Injil)" (Surat 6 Al An'aam ayat 92).
Dan sebelum Al Qur'an, telah ada kitab Musa sebagai ikutan dan rahmat. (Surat
46 Al Ahqaaf ayat 12). (hal. 68).
Tidaklah Al Qur'an ini diadakan oleh siapapun selain Allah, bahkan membenarkan
kitab-kitab yang sebelumnya (Taurat, Injil) dan menerangkan kitab yang tidak
ada keraguan di dalamnya dari Tuhan semesta alam. (Surat 10 Yuunus ayat 37).
(hal. 69).
---------------------------------
Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)
Ayat-ayat tersebut memang menceritakan tentang keberadaan kitab yang turun
sebelum Al Qur'an. Dinyatakan bahwa Al Qur'an mambaenarkan adanya kitab yang
turun sebelumnya yaitu Taurat, Zabur dan Injil, bukan seperti tulisan Himar
Amos bahwa Al Qur'an membenarkan berlakunya kitab tersebut.
Tetapi tidak benar bila dikatakan bahwa Al Qur'an membenarkan berlakunya Taurat
dan Injil, apalagi untuk selamanya. Di sinilah letak kesalahan H. Amos. Dia
menekankan kata 'membenarkan berlakunya' untuk mencari legalitas Al Qur'an guna
menjunjung derajat Taurat dan Injil. Padahal Al Qur'an tidak mengatakan
demikian.
Sebelum Al Qur'an diturunkan oleh Allah, Islam tidak mengingkari berlakunya
Taurat dan Injil yang masih orisinil untuk Bani Israel pada zaman Nabi Musa dan
Isa as. pada waktu itu. Tetapi setelah Al Qur'an diturunkan Allah kepada Nabi
Muhammad, maka Taurat dan Injil yang sudah dirobah-robah sudah tidak berlaku
lagi. Sebab Al Qur'anlah sebagai penggantinya sudah diturunkan Allah.
Salah satu bukti bahwa Taurat dan Injil yang asli --bukan seperti milik Kristen
saat ini-- hanya berlaku selagi Al Qur'an belum diturunkan, adalah firman Allah
berikut:
"Dan sesungguhnya di antara orang-orang Ahli Kitab ada yang beriman kepada
Allah dan apa yang di turunkan kepadamu, dan apa yang telah diturunkan kepada
mereka, sedang mereka merendahkan diri kepada Allah dan mereka tidak menjual
ayat-ayat Allah, dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi
Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya" (Ali Imraan: 199).
Penjelasan:
1. Yang dimaksud dengan Ahli Kitab di sini adalah Yahudi dan Nasrani (bukan
Kristen).
2. Maksud apa yang di turunkan kepadamu yaitu Al Qur'an yang diturunkan kepada
Muhammad saw.
3. Apa yang telah diturunkan kepada mereka, maksudnya: Taurat yang diturunkan
kepada Musa untuk kaum Yahudi dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa untuk
kaum Nasrani, bukan kepada pengikut Paulus.
4. Tidak menjual ayat-ayat Allah, maksudnya: istiqomah di jalan Allah dengan
mengikuti petunjuk yang benar dari kitab mereka saat itu.
5. Beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepadamu dan yang diturunkan
kepada mereka, maksudnya, beriman kepada satu-satunya Allah yang benar, beriman
kepada apa yang sedang diturunkan kepada Muhammad (Al Qur'an) dan beriman
kepada kitab suci mereka (Taurat dan Injil) yang masih asli pada saat itu.
6. Mereka memperoleh pahala, maksudnya, mereka yang diperhitungkan oleh Allah
Swt. karena telah mengenal satu-satunya Allah yang benar untuk disembah,
mengimani kitab Taurat dan Injil yang sebenarnya, dan percaya kepada Al Qur'an
yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Dan setelah Al Qur'an genap diturunkan,
mereka semua mengimani Al Qur'an sebagai pengganti kitab yang sudah dirusak
oleh tangan-tangan jahil manusia. Itulah yang disebut golongan yang selamat.
Jelasiah bahwa Al Qur'an hanya membenarkan adanya kitab sebelumnya, yaitu
Taurat dan Injil yang asli. Al Qur'an tidak membenarkan berlakunya Taurat dan
Injil milik umat Kristen yang sudah tidak orsinil, justru Al Qur'anlah yang
menjadi kitab pengganti atas kitab-kitab suci yang turun sebelumnya
---------------------------------
Sumber: H. Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus) , PENDETA MENGHUJAT MUALLAF
MERALAT . Penerbit: Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA) .Cetakan 1,
Juni 1999
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]