Kecaman Rencana Penayangan Film 
“Anti-Islam”




Rencana
penayangan film “anti Islam” oleh politikus sayap kanan Belanda
mendapat kecaman Dewan Muslim Belanda.. Tapi mengapa didiamkan saja?
  


  Hidayatullah.com--Rencana Geert Wilders, anggota parlemen dari Freedom Party 
(Partai
Kebebasan) Belanda, untuk tetap menayangkan film anti-Islam yang
disutradarinya menimbulkan kritik pedas dari penentangnya. Kali ini,
giliran Dewan Muslim Belanda yang mengecam politikus sayap kanan itu. 
Dewan
yang terdiri atas 200 organisasi tersebut menyebut Wilders sebagai
politikus rasis dan fasis. Mereka juga menuntut agar film yang
mendiskreditkan Islam tersebut tidak dirilis. 
"Wilders
adalah ancaman untuk komunitas Belanda. Kami meminta agar pendukung
Wilders untuk mempertimbangkan konsekuensi setelah film itu
ditayangkan," tegas mereka. 
Serangan
kepada Wilders bukan kali pertama terjadi. Sejak berniat menyutradarai
film yang menganggap Al-Quran menginspirasi banyak orang untuk membunuh
dan memerkosa, protes dari masyarakat dan politisi Belanda menyeruak.
Mereka mengancam, kalau Wilders tetap nekat, dia bakal ditendang dari
Belanda. 
Koordinator
pencegah terorisme nasional Belanda Tjibbe Joustra mengaku sudah
mengingatkan politikus itu untuk berhati-hati. Bahkan, Perdana Menteri
Belanda juga telah bertemu dengan Wilders untuk menghentikan pembuatan
film tersebut. Namun tak membuat politikus partai liberal itu surut.
"Film itu bisa menimbulkan reaksi yang mengancam keamanan, perekonomian, dan 
pemerintahan," kata Jan Peter Balkenende. 
Tak hanya di negeri sendiri, Iran
ikut terusik dengan film yang belum berjudul tersebut. Alaeddin
Boroujerdi, kepala majelis keamanan nasional dan komisi kebijakan luar
negeri Iran, meminta pemerintah Belanda mencegah Wilders menayangkan film itu. 
"Jika tidak, kami akan meminta pemerintah Iran meninjau ulang hubungan dengan 
Belanda," ujar Boroujerdi seperti dilansir kantor berita IRNA. 
Sementara
banyak Negara-negara Islam keberatan, pihak pemerintah Belanda
membiarkan rencana Wilders terus berjalan. Belanda bahkan telah
menyiapkan kemungkinan adanya “serangan” terhadap warga di beberapa
negaranya.
Rencananya,
Wilders memutar filmnya di beberapa stasiun televisi Belanda pada
Januari ini. Namun, karena banyak yang menolaknya, Wilders berniat
menyebarkan film berdurasi sepuluh menit itu via internet. 
"Saya tidak takut mendapat perlakuan buruk. Saya sudah dilindungi 24 jam," 
tutur Wilders.


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke