Boro-boro mas Agus!
Wong aku sendiri kadang bingung. Kayaknya jadi parno (paranoid) ama 
makanan (apalagi import).  Kita ini terkenal negara sampahnya negara 
maju: dari sampah beneran, obat2an, bahkan makanan.

Tahu, bakso mengandung formalin. Daging ada yang glondongan. Ayam 
disuntik. Cabe disuntik (biar cepet merah dan gede). Minyak goreng 
mengandung kolesterol tinggi. Indomie banyak MSG. BEgitu juga jeruk 
dari AS yang warnanya kincrong orange, juga suntikan. Jadi, bisa 
jadi makanan yang kelihatannya wah dan segar itu semua dah 
terkontaminasi bahan kimia.

Pembuat tempe dinegeri ini lebih suka kedelai AMrik karena bentuknya 
yang gede sehingga bisa lebih menguntungkan produksi tempe. Petani 
di negeri ini gak mau menanam kedelai karena harganya yang sangat 
murah dibandingken harga import.

Apa kita harus punya kebon dan ternak sendiri trus masak sendiri??
Repot pisan euy!

wassalam,
--- In [email protected], "agussyafii" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> bukankah masih ada mbak lina dahlan yang melindungi kita? :[)
> 
> salam,
> agussyafii
> 
> --- In [email protected], "Lina Dahlan" <linadahlan@> wrote:
> >
> > Awas !! KEDELAI dari Amerika
> > 
> > Tanpa sengaja, kebanyakan dari kita tidak percaya banyak makanan 
yang
> > telah dirusakkan. Sejauh ini, produsen dari makanan ini selalu
> > menghindari memberi label sebab mereka mengetahuinya akan 
mengurangi
> > penjualan. Bagaimana anda menyukainya ?
> > 
> > Bagaimana pendapat anda jika anda mengetahui bahwa makanan ini 
tidak
> > di selidiki efeknya pada kesehatan kita? Ini adalah pengaruh 
> > industri, bukan sains, yang masuk ke mulut kita ? Juga, berbagai 
> > penelitian sains mengidentifikasikan bahwa makanan ini tidak 
pernah 
> > di setujui.
> > 
> > Dari hasil penemuan itu sendiri, negara tetangga kami Eropa sama
> > sekali menolak makanan GM kami. Pada pokoknya Eropa mengatakan 
pada
> > the World Trad organization dan the United States, "kami akan 
bayar
> > denda, tetapi tidak akan membeli Racun." Lebih mengejutkan, 
negara
> > kurang pangan seperti Afrika tidak menerima GM food.
> > 
> > Biasanya disebut GMOs (genetically modified organisms) atau "GM 
> > foods" dan juga disamakan seperti GEs (genetically engineered), 
> > slang nya untuk produk ini ialah "Frankenfoods".
> > 
> > Sesungguhnya, 80 persen dari kedelai Amerika adalah GMOS.
> > 
> > Pada Maret 1999, ilmuwan di UK's YorkLaboratory (Europe's 
leading 
> > food sensitivity specialists) menemukan bahwa alergi kedelai 
telah 
> > naik lima puluh persen dari tahun sebelumnya. Orang mengeluh 
tentang
> > macam-macam penyakit kronis, termasuk sindrom usus yang dapat
> > menimbulkan amar, permasalahan pencernaan, dan keluhan kulit. 
Mereka
> > juga menderita kondisi-kondisi syaraf dengan sindrom kelelahan 
yang
> > kronis, sakit kepala, dan kelesuan. Ilmuwan menetapkan 
hubungannya
> > dengan kedelai dengan cara pendeteksian antibiotik ditingkatkan 
dalam
> > darah pasien. Saat itu, kebanyakan dari kedelai di Inggris 
diimport
> > dari Amerika.
> > 
> > Jeffrey Smith seorang penulis berkomentar bahwa ini peningkatan 
yang
> > sesuai dengan periode sejak orang Amerika makan GM food. Selama 
ini
> > kegemukan telah menjadi suatu perhatian nasional.
> > Ia juga mencatat bahwa diabetes yang luar biasa 33 persen hanya 
dalam
> > 8 tahun ( 1990-1998), kanker getah bening meningkat, dan banyak
> > macam-macam penyakit lain meningkat. Apakah ada hubungannya?
> > 
> > Mengapa beberapa orang-orang yang tamak membuat banyak uang 
dengan
> > mengorbankan kesehatan kita, kesehatan planet kita? Kenapa 
pemerintah
> > tidak melindungi kita? Siapa yang berwenang di sini sebenarnya ?
> > 
> > 
> > Selengkapnya klik di bawah;
> > 
> > http://forum.detik.com/showthread.php?t=21471
> >
>


Kirim email ke