That's ABSOLUTELY right.
Mengedepankan keunggulan kepercayaan masing masing adalah absah, dan baik.
TETAPi ini harus dilakukan dengan hati yang bersih jernih, tanpa kebencian atau
keinginan merendahkan agama lain, karena memang tak ada dasarnya. Agama itu
mulia atau membawa musibah tergantung pelakunya.
Seseorang yang tanpa banyak bicara mengenai kepercayaannya, namun menonjol
perilaku mulianya, seperti ibu Teresa, akan membuat orang terpesona, dan
memikirkan untuk mengambil tauladan hidupnya.
Menjelekkan agama lain, budaya lain, orang lain, bangsa lain, akan
menimbulkan REAKSI yang sama, akibatnya penuh lontaran batu dari mana mana.
pepatah Jerman mengatakan: " Wie du in den Wald hineinrufst, so hallt es
wider". Artinga " Bagaimana dikau berteriak menyeru kedalam hutan, demikianlah
gaung yang kembali padamu".
Rulita Damayanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mbak Salma...., kalem sedikit....! Berdiskusi (ber-mujadalah) yang
enak (billati hiya ahsan) jangan mencela...! Dakwah itu harus dengan hikmah dan
mau'izhah hasanah, yaitu dengan kata-kata dan hati yang lembut (tadkhulu ila
al-qulub bi rifq) dengan ungkapan-ungkapan yang bermanfaat (al-'ibar
al-nafi'ah), maksudnya bermanfaat tidak menciptakan permusuhan. Dari segi cara
(uslub), para mufassir mengatakan bahwa berdebat/diskusi (Jidal billati hiya
ahsan) harus dengan kelembutan (layyin) dan lunak (rifq), bukan dengancara
keras dan kasar. (Tafisran Ibn Ktsir, al-Baghawi, al-Baidhawi, al-Khazin dan M.
Abdul Mun'in Al-Jamal)
Sayyid Quthub menjelaskan bahwa jidal billati hiya ahsan bukanlah dengan jalan
menghina (tardil) atau mencela (taqbih) lawan debat, tetapi berusaha meyakinkan
saja. (Fi Zhilal al-Qur'an, XIII/292)
Salam
RDM
sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ayat-ayat yang tidak masuk akal (irasional)
1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya pada waktu II Tawarikh 21:5,20,
Yoram berusia 32 tahun jadi raja dan memerintah Yerusalem selama 8 tahun lalu
meninggal (pada usia 40 tahun). II Tawarikh 22: 1-2, Setelah Yoram meninggal,
dia digantikan Ahazia, anaknya pada usia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2
tahun daripada ayahnya.
2. Usia 11 tahun sudah punya anak
Ahas berumur 20 tahun ketika naik dan memerintah kerajaan selama 16 tahun (II
Raja-raja 16:2). Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya
(II Rajaraja 16: 20). Hizkia berusia 25 tahun waktu naik tahta menjadi raja (II
Raja-raja 18: 2).
Jadi, dalam usia 11 tahun Ahaz sudah punya anak ??!!
3. Tuhan salah hitung
Kejadian 46: 8-1 5, disebutkan daftar nama-nama bani Israel yang datang ke
Mesir berjumlah 34 nama. Padahal pada ayat 1 5 disebutkan “Jadi seluruhnya,
laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa". Pakai Tuhan tidak pandai berhitung
??
Ayat-ayat yang mustahil dipraktekkan
1. Hukum Sabat
Hari Sabat (Sabtu) adalah hari Tuhan yang harus dikuduskan. Pada hari itu
setiap orang dilarang bekerja, dilarang memasang api di rumah (lampu, kompor,
dan lain-lain) karena Sabat adalah hari perhentian penuh. Orang yang bekerja
pada hari Sabtu harus dihukum mati (Keluaran 20:8-11,31:15,35:2-3).
Ayat ini mustahil dipraktekan di jaman modem. Siapa yang sanggup mengamalkan ?
Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar hukum Sabat ?
2. Bunuh orang kafir dan musyrik!! (Ulangan 13: 6-9) (ternyata ajaran teroris
itu bersumber dari kitab nya para himar hikkkssss!!!)
Ayat ini memerintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan
selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen
tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain.
3. Dilarang memakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan (Imamat 19:
19).
Bila ayat ini diamalkan, maka manusia akan kembali kepada jaman primitif,
ketinggalan jaman, ketinggalan gaya dan tidak modernis.
4. Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:29).
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila
diterapkan, maka banyak orang Kristen menjadi buta.
5. Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matiusl8:8-9)
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahi dipakai. Bila diterapkan,
maka banyak orang kristen menjadi pincang dan buntung.
6. Dilarang melawan penjahat (Matius 5: 39-44)
Ayat ini mustahil dipraktekkan di masyarakat manapun. Bila ajaran ini
diterapkan, maka menghancurkan tatanan sosial dan keamanan masyarakat. Apa
jadinya di masyarakat apabila suatu kejahatan tidak dilawan ? Tidak melawan
kejahatan berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, berarti
mendukung kejahatan.
Bila kejahatan tidak dilawan, maka kriminalitas akan meningkat dan subur
berkembang.
7. Kasihilah musuhmu (Lukas 6: 27-29). Ajaran ini sangat menguntungkan penjajah.
8. Dilarang membawa perbekalan, dilarang membawa dua helai baju dan dilarang
membawa kasur dalam pedalanan (Matius 10:9-10). Kenyataannya, umat Kristen
sendiri tak ada yang bisa mengamalkan ayat ini.
ayat2 omdo sih!!!
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! for Good
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
[Non-text portions of this message have been removed]