pendapat mbak rulita memang benar, agak dikurangi volume memposting tulisan2
kristology, oh iya mbak salma bs gabung ke milist debat agama lumayan banyak
koq di yahoo group, siapa tahu kita bersua kembali :)
mbak rulita, kalo posting ttg (islam) liberal boleh khan?
1. ini urusan dlm negeri sendiri
2. menjalankan jargon orang2 liberal, kebebasan!
masa' orang liberal yg katanya cerdas2, skolah di mesir (ngapain ya?), msh
kurang pinter (baca: nyeleneh?) mengais2 biar bs spt sumbangan yg ga jelas
(uang haram kah?) tuk bs skolah di luar negeri, tulisannya ga berbobot, isinya
cuma pernyataan yg dijadikan dalil, bisanya menentang fatwa MUI sesat, tp
sendirinya berlaku layaknya Tuhan. Amit amit..
kali ini biar mualaf ajah deh yg nanggapin!
nb: knapa orang2 munafik membisu semua niy??? :p
Islam Liberal ?
www.mualaf.com
Berikut ini adalah petikan dari
ucapan beberapa tokoh Islam Liberal di Indonesia disertai referensi yang cukup
jelas untuk menjamin otentisitasnya. Saya berusaha memberikan jawaban
seobjektif dan sesederhana mungkin dengan cara yang dapat dipahami setiap
orang. Hanya kepada Allah-lah kami berlindung dari godaan syetan dari golongan
jin dan manusia yang terkutuk.
Semua agama sama. Semuanya
menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar. (Ulil
Abshar Abdalla, dari majalah GATRA, 21 Desember 2002).
Pertanyaan pertama yang harus
diajukan adalah : apakah Ulil sudah pernah melakukan studi perbandingan agama
sebelumnya? Jika ya, agama-agama apa sajakah yang sudah diperbandingkannya?
Selain itu, sebagai manusia yang intelek, seharusnya ia tidak membuat klaim
begitu saja, melainkan memberikan bukti-bukti yang konkrit.
Alangkah
lebih baik jika ia membuat sebuah buku yang membuktikan bahwa semua agama itu
sama, atau menyelenggarakan sebuah seminar tentang itu, kemudian menjadikannya
sebagai rujukan dalam wawancara, agar para pembaca tidak menelan bulat-bulat
apa
yang dikatakannya. Kecuali, barangkali, ia memang ingin ucapannya ditelan
bulat-bulat.
Jika ini yang terjadi, maka Ulil dan Islam Liberal
sebenarnya adalah sebuah gerakan ekstremis yang dilandasi oleh pemahaman yang
fanatik. Terakhir, jika memang ia menganggap semua agama itu benar, mengapa ia
mencatut nama Islam dalam organisasinya? Alangkah lebih baiknya ia menyatakan
diri sebagai penganut agama liberal dan mengubah nama JIL menjadi JAL (Jaringan
Agama Liberal). Menganut paham semua agama benar sekaligus menggunakan nama
Islam adalah suatu kontradiksi yang amat mengherankan.
Tapi, bagi saya, all
scriptures are miracles, semua kitab suci adalah mukjizat. (Ulil
Abshar Abdalla, dari koran Jawa Pos, 11 Januari 2004).
Sekali lagi, perlu dipertanyakan
(atas nama keilmiahan) sejauh mana Ulil telah melakukan penelitian dan
memperbandingkan semua kitab suci dari berbagai agama. Samakah Al-Quran
dengan
Bible? Bagaimana Ulil bisa berpendapat bahwa semua kitab suci adalah
mukjizat? Di manakah bukti-bukti kongkritnya? Jika ia tidak bisa menjawab,
maka sekali lagi, jelaslah bahwa JIL adalah organisasi ekstremis yang
anggotanya
fanatik dan taqlid buta pada pemimpinnya.
Karenanya, yang diperlukan
sekarang ini dalam penghayatan masalah pluralisme antaragama, yakni pandangan
bahwa siapa pun yang beriman tanpa harus melihat Agamanya apa adalah sama
di
hadapan Allah. Karena, Tuhan kita semua adalah Tuhan Yang Satu.
(Budhy Munawar Rahman, dari buku Wajah Liberal Islam di
Indonesia terbitan JIL).
Tentu saja Tuhan kita semua
adalah Tuhan Yang Satu, Yang Maha Esa. Apa pun agamanya, hanya ada satu
ilah yang memegang kuasa penuh dan tak tertandingi. Namun
masing-masing agama memiliki definisi yang berbeda tentang ilah ini.
Umat Islam percaya pada Allah, umat Kristiani percaya pada konsep
trinitasnya. Samakah Allah dalam pemahaman agama Islam dengan konsep trinitas
yang dipegang teguh oleh umat Kristiani? Rasanya saya belum pernah mendengar
ada orang yang mengatakan bahwa kedua konsep ketuhanan ini sama.
Selain
itu, nampaknya Budhy Munawar Rahman ini khawatir bahwa memberikan predikat
kafir pada umat agama lain akan memicu kekerasan antarumat beragama.
Padahal,
secara bahasa, kafir berasal dari kata yang sama dalam bahasa Arab yang
artinya ingkar. Orang yang kafir adalah orang yang ingkar terhadap sesuatu
(dalam hal ini ingkar terhadap ajaran Islam). Tidak ada konsekuensi yang buruk
sama sekali atas keingkarannya itu, karena Islam tidak merasa perlu memaksa
orang lain untuk memeluk agama Islam.
Kekhawatiran kaum liberalis ini
nampaknya mereka warisi dari para mentornya yang berasal dari Eropa yang masih
trauma dengan peristiwa inkuisisi, yaitu pembantaian besar-besaran terhadap
siapa saja yang dikategorikan kafir oleh pihak Gereja.
Jika semua agama memang
benar sendiri, penting diyakini bahwa surga Tuhan yang satu itu sendiri terdiri
dari banyak pintu dan kamar. Tiap pintu adalah jalan pemeluk tiap agama
memasuki kamar surganya. Syarat memasuki surga ialah keikhlasan pembebasan
manusia dari kelaparan, penderitaan, kekerasan dan ketakutan, tanpa melihat
agamanya. Inilah jalan universal surga bagi semua agama. Dari sini, kerja
sama
dan dialog pemeluk berbeda agama jadi mungkin. (Abdul Munir
Mulkhan, dari buku Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti
Jenar).
Pertama, ia mengawali pernyataan ini dengan kata
jika. Jika semua agama memang benar sendiri
.. artinya adalah belum tentu
semua agama memang benar sendiri
... Dengan sendirinya, semua pernyataan
setelah itu adalah sebuah hipotesa belaka dan tidak perlu dianggap sebagai
sebuah fakta, karena ia juga tidak pernah mengajukan secuil bukti dalam bentuk
apa pun.
Kedua, ia melakukan sebuah kesalahan fatal, yaitu dengan
menganggap dirinya sudah sama dengan Tuhan atau mampu berpikir layaknya Tuhan.
Dari mana datangnya teori bahwa semua agama pasti diridhai oleh Allah?
Entahlah! Saya rasa tidak perlu dijawab, karena ia sendiri tidak mengajukan
alasan apa pun.
Kesalahan fatal ketiga adalah dengan mengatakan bahwa
teorinya (yaitu dengan menganggap semua agama sama) adalah pembuka jalan bagi
kerja sama dan dialog antarumat beragama. Kenyataannya, kerja sama dan dialog
dapat terjadi tanpa harus mengakui teori Abdul Munir Mulkhan tersebut. Saya
menganggap kalimat terakhirnya itu adalah sebentuk megalomania yang menganggap
bahwa teorinya adalah teori sapu jagat yang bisa menyelesaikan
masalah.
Jadi, pluralisme
sesungguhnya adalah sebuah aturan Tuhan (sunnatullah) yang tidak akan
berubah, sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari.
(Nurcholis Madjid, dari buku Islam Doktrin dan
Peradaban).
Perlu dipahami bahwa pluralitas dan pluralisme
adalah dua hal yang berbeda. Pluralitas adalah fakta bahwa manusia diciptakan
dalam keadaan yang berbeda-beda, sedangkan pluralisme (menurut definisi
Nurcholis Madjid sendiri, namun tidak disetujui oleh Frans Magnis Suseno)
adalah
paham yang mengatakan bahwa semua agama itu sama, yaitu sama-sama benar.
Apakah paham ini adalah sunnatullah? Apakah ia tak dapat
dilawan? Sebaiknya Nurcholis Madjid bersikap bijak dan menunggu hingga akhir
jaman untuk melihat bukti apakah paham ini bisa dilawan atau tidak.
Kenyataannya, banyak orang yang sedang berjuang untuk melawannya. Salah
satunya
adalah saya sendiri. Jadi, kalau Cak Nur bilang bahwa pluralisme tidak mungkin
dilawan, maka saya akan menjawab : Well see..
Prinsip lain yang digariskan
oleh Al-Quran adalah pengakuan eksistensi orang-orang yang berbuat baik dalam
setiap komunitas beragama dan dengan begitu, layak memperoleh pahala dari
Tuhan. Lagi-lagi, prinsip ini memperkokoh ide mengenai pluralisme keagamaan
dan
menolak eksklusifisme. Dalam pengertian lain, eksklusifisme keagamaan tidak
sesuai dengan semangat Al-Quran. Sebab Al-Quran tidak membeda-bedakan antara
satu komunitas agama dari lainnya. (Alwi Shihab, dari buku
Islam Inklusif ; Menuju Sikap Terbuka dalam
Beragama).
Agaknya Alwi Shihab terlalu bersikap curiga pada umat
Islam sampai-sampai perlu diinklusifkan. Padahal sudah sejak dahulu umat Islam
tidak pernah bersikap eksklusif, bahkan berhubungan baik dengan agama mana pun.
Jika memang ada sebagian Muslim yang bersikap ofensif terhadap umat
agama lain, maka yang perlu dilakukan adalah menasihatinya untuk kembali pada
ajaran Rasulullah saw., bukan mengarang-ngarang ajaran baru yang disebut
sebagai
Islam Inklusif atau Islam Pluralis. Embel-embel apa pun yang disandingkan
dengan nama Islam menunjukkan bahwa ia bukanlah Islam murni. Apakah Alwi
Shihab
hendak berkata bahwa Islam ini kekurangan sehingga perlu dilengkapi? Sungguh
sebuah gugatan yang amat tidak pantas terhadap Allah SWT!!!
Dan, konsekuensinya, ada
banyak kebenaran (many truths) dalam tradisi dan agama-agama.
Nietzsche menegasikan adanya Kebenaran Tunggal dan justru bersikap afirmatif
terhadap banyak kebenaran. Mahatma Gandhi pun seirama dengan mendeklarasikan
bahwa semua agama entah Hinduisme, Buddhisme, Yahudi, Kristen, Islam,
Zoroaster, maupun lainnya adalah benar. Dan, konsekuensinya, kebenaran ada
dan ditemukan pada semua agama. Agama-agama itu diibaratkan, dalam nalar
pluralisme Gandhi, seperti pohon yang memiliki banyak cabang (many),
tapi berasal dari satu akar (the one). Akar yang satu itulah yang
menjadi asal dan orientasi agama-agama. Karena itu, mari kita memproklamasikan
kembali bahwa pluralisme sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullah) yang
tidak mungkin berubah. Dan, karena itu, mustahil pula kita melawan dan
menghindari. Sebagai muslim, kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap
positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan.
(Sukidi, dari koran Jawa Pos, 11 Januari
2004).
Dari uraian yang panjang ini, mari kita bagi menjadi dua
bagian, yaitu sebab dan akibat. Pernyataan sebab dalam rangkaian kalimat ini
adalah pendapat dua orang manusia, yaitu Nietzsche dan Mahatma Gandhi. Dua
orang manusia! Bernapas, berdaging, dan kini sudah sama-sama mati.
Apa
akibat yang ditimbulkan dari sebab tadi? Karena Nietzsche dan Mahatma Gandhi
berkata begini-begitu, maka (menurut Sukidi) kita harus memproklamasikan
pluralisme sebagai hukum Tuhan. Siapakah sebenarnya Nietzsche dan Mahatma
Gandhi, hingga kata-katanya harus kita telan bulat-bulat? Sesukses apakah
hidupnya dibandingkan dengan Muhammad saw.? Jika kata-kata Rasulullah saw.
(yang merupakan manusia paling berpengaruh di dunia hingga detik ini) pun harus
dikritisi (menurut kaum liberalis dan pluralis), maka mengapa dua manusia ini
tidak perlu dikritisi? Kritik saya satu saja : buktikan bahwa semua agama
mengandung kebenaran yang sama! Umat Islam tidak mungkin menerima konsep
trinitas, dan umat Kristiani pastilah menolak kalau kaum perempuannya
dipakaikan
jilbab. Samakah Islam dan Kristen? Samakah Hindu dan Yahudi? Samakah Buddha
dan Zoroaster?
Adapun mengenai masalah pluralisme yang dianggap sebagai
sunnatullaah yang tidak bisa dilawan, saya sudah menjelaskannya pada
bagian sebelumnya.
Jika kelak di akhirat,
pertanyaan di atas diajukan kepada Tuhan, mungkin Dia hanya tersenyum simpul.
Sambil menunjukkan surga-Nya yang Mahaluas, di sana ternyata telah menunggu
banyak orang, antara lain; Jesus, Muhammad, Sahabat Umar, Gandhi, Luther, Abu
Nawas, Romo Mangun, Bunda Teresa, Udin, Baharudin Lopa, dan Munir!
(Sumanto Al-Qurtuby, dari buku Lubang Hitam
Agama).
Sekali lagi, pernyataan ini diawali dengan kata jika
dan mungkin. Artinya, hanya sebuah kemungkinan yang mampu dipikirkan oleh
benak seorang Sumanto. Saya menganggapnya sebagai sebuah hipotesa yang tidak
perlu ditanggapi serius karena memang sama sekali tidak ilmiah.
* * * * * * *
Anda perlu gambaran lebih
lanjut? Saya akan mengutip beberapa tulisan Sumanto Al-Qurtuby dalam bukunya
yang berjudul Lubang Hitam Agama. Silakan Anda menilai
sendiri!
Bahkan sesungguhnya hakekat
Al-Quran bukanlah teks verbal yang terdiri atas 6666 ayat bikinan Utsman itu
melainkan gumpalan-gumpalan gagasan. (hal. 42)
Al-Quran bagi saya hanyalah
berisi semacam spirit ketuhanan yang kemudian dirumuskan redaksinya oleh
Nabi. (hal. 42)
Seandainya (sekali lagi
seandainya) Pak Harto berkuasa ratusan tahun, saya yakin Pancasila ini bisa
menyaingi Al-Quran dalam hal keangkeran tentunya. (hal. 64)
Di sinilah maka tidak terlalu
meleset jika dikatakan, Al-Quran, dalam batas tertentu, adalah perangkap
yang
dipasang bangsa Quraisy (a trap of Quraisy). (hal.
65)
Nauudzubillaah!
* * * * * * *
Ya Allah, lindungilah aku,
orang tuaku, keluargaku, keturunanku, guru-guruku, karib kerabatku, para teman
dan sahabatku, dan seluruh Muslim dan Muslimah di seluruh dunia dari segala
keinginan untuk menantang Engkau Yang Tidak Tertandingi. Hilangkanlah
kesombongan dari hati kami, meski secuil pun. Cegahlah kami dari segala
tindakan yang mengotori kesucian-Mu, karena Engkau Maha Suci dari apa-apa yang
mereka sifatkan pada-Mu. Gagalkanlah setiap langkah kami menuju kedurhakaan
pada-Mu, dan jauhkanlah kami dari orang-orang yang tidak rela menyerah tanpa
syarat kepada-Mu. Kuatkanlah pijakan kami, dan jangan biarkan hati kami
berpaling dari-Mu, walau sebentar. Ya Allah, mereka telah memulai pertempuran
ini. Maka janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang melarikan
diri.
Aku bersaksi, tiada ilah selain
Allah.
Dan aku bersaksi, Muhammad adalah
utusan Allah
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/