Syukur alhamdulillah, anda bukan contoh dari kaum Muslimin di Indonesia. Mempertahankan iman dan pendapat tak perlu kasar dan bergaya preman. Agama tidak mengajarkan kebencian. berperilaku sopan tetapi tegas bukan sifat munafik. Kekasaran membuat orang membenci kita dan menolak apa yang kita imani
sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: that's the true, not as munafiqun, apa kamu kaga bisa ngebedain penjelasan dengan bersikap munafik? apa kamu pikir seorang Muslimin meng amini saja pernyataan2 salah dari para himar2? yang norak itu tentu yang suka merasa maksur dan merasa kaya dan merasa lebih segala2nya dalam hal materi dengan orang lain, seolah-olah cuma dia sendiri yang kaya di dunia ini, sadarlah hai para himar, diatas langit masih ada langit! jangan sombong, kekayaan dan kemakmuran materi yang diberikan Allah itu bukan untuk disombongkan dan menjadikan kamu kufur nikmat! Norak tau gak lu pade?? uztad murtad <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salma ...kliatan banget munafik lu !! .. beda banget ama postingan lu tentang ayat2 Quran .. begitu dikritik dikit ajah.. sifat asli gaya Teroris langsung nampak.. emosi, kasar dan mengumpat.. trus mana aplikasi dari ayat2 Quran mu?? ... ato memang aplikasi dari ayat2 Quran itu seperti postingan lu dibawah ini ? kasar, penuh ancaman dan meneror ... ujung2 nya Neraka. Bagaimana orang mo percaya ama ayat2 lu kalo lu sendiri masih sangar kayak FPI.. menghadapi kritikan langsung neror... kirain lu bisa soleh kayak dakwah lu.. nyatanya gak jauh beda ama Imam Samudra.. Lihat..!! cara berpikir orang islam : sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: padahal kekayaan kamu itu tidak ada se apa2nya dibandingkan kekayaan Allah (dan bukan mau norak seperti kamu, juga bila dibandingkan kekayaan saya), Bikin perbandingan koq manusia ama Alloh... siapa yg NORAK ?? Begitulah sifat2 mereka ... susah diajak diskusi apalagi dikritik... Alhamdulillah gue udah 'MURTAD' dari islam.. ternyata lebih enjoy dlm hidup ini Murtad nich !! cara berfikir himar emang kaga nyambung begini, namanya juga himar. dangkal dalam berfikir, emangnya kamu hai himar tau kalau saya tidak berhasil hidupnya? jangan pertontonkan kedangkalan otak kamu itu terri sipilis, dengan mengukur-ukur keberhasilan orang lain, norak tau gak sih, sikap kamu ini? norak banget, merasa sok kaya dan sok makmur. padahal kekayaan kamu itu tidak ada se apa2nya dibandingkan kekayaan Allah (dan bukan mau norak seperti kamu, juga bila dibandingkan kekayaan saya), dan biasanya orang yang seperti kamu yang norak ini, yang suka mengukur keberhasilan manusia dari materi, menandakan bahwa hidupnya yang sebenarnya beradalam dalam kekurangan. kekurangan otak, kekurangan saraf malu (saking noraknya) dan kekurangan piknik melihat dunia lainnya yang menginterpretasikan kekakayaan itu bukan cuma dari sudut pandang materi. mengenai musibah, apakah telinga kamu itu tuli dan mata kamu itu buta dan otak kamu itu mampet sehingga tidak pernah belajar dari alam dan mendengar dan melihat bahwa musibah itu bisa saja terjadi dengan siapa saja? kepada siapa saja? apa ketika bom atom diledakkan dihiroshima itu luput dari nalar kamu yang sempit itu? atau badai catarina di usa, di oklahoma dan seluruh dunia, apakah kamu tidak mendengarnya hai himar dungu? musibah tidak hanya terjadi pada wilayah2 yang mayoritas penduduknya muslim. jangan menutup mata dengan realitas ini. tidak ada permukaan bumi ini yang rentan terhadap musibah, jadi, jangan dungu kelamaan yak? buka wawasan kamu yang sempit itu, apa kamu kaga ingat bagaimana beberapa waktu lalu disalah satu negara bagian amerika pernah lumpuh total hanya karena ketiadaan listrik? power off? di amerika? negara superpower? ketiadaan power? kemana nalar kamu yang dungu itu berada pada saat peristiwa itu terjadi? ukuran keberhasilan itu bukan cuma materi semata, walau saya berani menjamin dari segi materipun saya lebih berhasil daripada kamu, wahai himar yang sehimar-himarnya himar. (kamu menguji kesabaran saya sih) mengetik saja kamu kaga becus, apa itu maksud kamu menulis "waktu kamu ente" hahahahahahha, sudah gugup kamu yah berhadapan dengan saya? belum lagi berhadapan dengan senior saya, bisa keluar cacing dari perut kamu dipermaknya. saya berhak mengurusi dan memberitahukan kepada dunia bahwa kitab2 yang kamu andalkan selama ini ternyata hanyalah kitab irrasional yang menggiring penganutnya kepada orang2 yang tidak bermoral, contohnya adalah kamu, karena kamu sangat suka menghujat dan memperolok-olok kitab suci kaum Muslimin selama ini, kamu dengan sekutu2mu himar2 lainnya. (pake nyamar lagi, dasar mbah pikun sok abege) jadi saya merasa berkewajiban mereveal bahwa sebenarnya yang bobrok dan irrasional itu adalah kitab2 kamu dan cara berfikir kamu dan para himar2 lainnya yang suka mengolok2. kenapa kamu menjadi norak kalau direveal kebobrokan kitab suci kamu? kenorakan kamu semakin membuktikan hal yang nyata bahwa kamu dan sekutu2 kamu memang benar2 telah salah meyakini ajaran. apa di dalam al kitab kamu itu emang diajarkan untuk bersombong ria dan pamer harta dan ketamakan? lucu deh. karena di dalam kitab suci kami yang orisinal sepanjang zaman dan sangat otentik, dijamin kebenarannya, hal2 norak seperti yang kamu pertontonkan dimilis ini, yang terdiri dari orang2 berpendidikan kalau saya kaga salah, tidak akan kamu temui. kitab suci kami mengajarkan manusia untuk menjauhi sifat2 seperti yang kamu pertontonkan dengan noraknya dan sangat memalukan itu. dan bagi himar seperti kamu yang suka mengolok2 kitab suci kami, sementara olok2 kamu itu tidak terbukti nyata, maka hal itu bukan kerugian bagi kami. tapi merupakan kerugian bagi kamu dan yang lainnya, yang telah mengolok2., dan neraka jahannam akan menjadi pelabuhan terakhir kamu kelak. AL JAATSIYAH Ancaman kepada orang-orang musyrik yang mendustakan ayat Allah serta berlaku sombong terhadapnya; kebatilan pendapat kaum Dahriyah (atheisme, sceptisme dan vrij denker), keingkaran mereka terhadap hari kiamat. "dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah (2) yang memperoleh azab yang menghinakan. Di hadapan mereka neraka Jahannam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerjakan, dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sembahan (mereka) dari selain Allah. Dan bagi mereka azab yang besar" (8-10) jadi keyakinan kami ini memang didukung oleh kitab suci kami yang Indah dan terjamin kebenarannya. so what gitu lho! kalau kamu kaga paham juga, kehimaran kamu shahih dah! dan selanjutnya kamu bisa saya kandangkan. sFe Phyllobates Terribilis <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salma pei pei, tuhanmu dimana waktu kamu ente terus terusan kena musibah? kok nyerocos urusin ayat ayat orang? padahal hidup mereka lebih berhasil daripada hidupmu? sFe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ayat-ayat yang tidak masuk akal (irasional) --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. [Non-text portions of this message have been removed]

