Hasyim Muzadi Ketua PBNU menyatakan bahwa PILKADA sebaiknya 
dihapuskan saja karena berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan. 
Kemudian dia mengusulkan supaya Gubernur dipilih oleh DPR seperti 
dulu. Sungguh cara berpikir yang sangat primitif. Kesadaran 
berdemokrasi dalam civil society tidak terealisasi dalam 5-10 tahun, 
tapi tumbuh perlahan melalui learning process. Bahkan pada level 
pemerintahan terkecil: pemilihan ketua RT, dapat menjadi sarana 
belajar berdemokrasi bagi masyarakat kita. Konflik di daerah adalah 
side effect, bukan kesalahan `siswa' yang sedang belajar. Nggak ada 
noda, nggak belajar.

Untung saja Hasyim Muzadi tidak tembus saat mencalonkan diri sebagai 
pasangan Capres&Cawapres dengan Agum Gumelar. Bila mereka yang jadi, 
bisa-bisa persoalan yang diurus di negara ini cuma badminton dan 
aliran sesat. 


--- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Buat yang mengenal Pak Hasyim Muzadi, tolong sampaikan pesan ke 
beliau:
> 
> "Pak, pikiran Anda masih Orba banget!"
> 
> 
> 
> Tribun Timur Makassar.
> 
> Menyedot uang tidak sedikit, ancaman disintegrasi bangsa.
> 
>                                 Jumat, 25-01-2008 | 21:36:21  
>                                 Selalu Ribut, Gimana Kalau Pilkada 
> Dihapus Saja 
>                                 Laporan: Persda Network/Ade 
> Mayasanto, tribuntimrucom@
>                                   
>                                 Jakarta, Tribun - Ketua PBNU Hasyim 
> Muzadi mengusulkan agar pilkada dihapus saja dan kembali ke pola 
> lama. Kepala daerah, kata dia, cukup dipilih oleh DPRD.
>                                   
>                                 "Saya kira pilkada dalam bentuk 
> langsung di Indonesia terlalu banyak. Menurut saya, Presiden sama 
> DPR sajalah yang dipilih langsung. Yang lainnya dipilih DPRD-nya 
> masing-masinglah," kata Hasyim usai bertemu dengan Presiden Susilo 
> Bambang Yudhoyono (SBY) di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (25/1). 
> 
>                                 Alasan mendasar usulan penghapusan 
> pilkada, menurut Hasyim, selain menyedot dana yang tidak sedikit, 
> ancaman disintegrasi bangsa seperti berada di ujung tanduk. 
> 
>                                 "Langkah ini tidak akan mundur ke 
> belakang. Yang pasti sepanjang DPRD-nya itu aspiratif. Yang bikin 
> mundurkan DPRD-nya tidak aspiratif dari kelompok yang diwakili," 
> jelasnya. 
> 
>                                 Disinggung peredaran money politics 
> yang akan terjadi kembali dengan pemilihan kepala daerah di tangan 
> DPRD, dengan enteng Hasyim mengatakan bila hal itu lebih baik 
> dibanding yang sekarang ini terjadi. 
> 
>                                 "Dari pada duit diecer-ecer di 
> masyarakat. Sehingga demokrasi kita demokrasi sembako," tukasnya. 
> 
>                                 Kayaknya lebih bagus "diecer" ke 
> masyarakat dari pada hanya dinikmati segelintir orang tertentu, Pak 
> Hasyim.
> 
> mediacare
> http://www.mediacare.biz
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke