Oh iya. Makasih koreksinya, mas EKKA PN.
Maaf, saya sedang nggak konsen waktu nulis tanggapan atas postingan 
dari mas Radit.

Salam!

--- In [email protected], ekka pn <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> saya sependapat bahwa pendapat pak hasyim perlu dikritisi. 
>    
>   trus, waktu capres/cawapres dulu bukannya pak hasyim adalah 
pendampingnya mbak mega. dan pak agum kan berada dalam paket yg laen.
>    
>   tks.
>   ekk.
> 
> "Refanidea Y." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Hasyim Muzadi Ketua PBNU menyatakan bahwa PILKADA 
sebaiknya 
> dihapuskan saja karena berpotensi menimbulkan konflik 
berkepanjangan. 
> Kemudian dia mengusulkan supaya Gubernur dipilih oleh DPR seperti 
> dulu. Sungguh cara berpikir yang sangat primitif. Kesadaran 
> berdemokrasi dalam civil society tidak terealisasi dalam 5-10 
tahun, 
> tapi tumbuh perlahan melalui learning process. Bahkan pada level 
> pemerintahan terkecil: pemilihan ketua RT, dapat menjadi sarana 
> belajar berdemokrasi bagi masyarakat kita. Konflik di daerah 
adalah 
> side effect, bukan kesalahan `siswa' yang sedang belajar. Nggak 
ada 
> noda, nggak belajar.
> 
> Untung saja Hasyim Muzadi tidak tembus saat mencalonkan diri 
sebagai 
> pasangan Capres&Cawapres dengan Agum Gumelar. Bila mereka yang 
jadi, 
> bisa-bisa persoalan yang diurus di negara ini cuma badminton dan 
> aliran sesat. 
> 
> --- In [email protected], "mediacare" <mediacare@> wrote:
> >
> > Buat yang mengenal Pak Hasyim Muzadi, tolong sampaikan pesan ke 
> beliau:
> > 
> > "Pak, pikiran Anda masih Orba banget!"
> > 
> > 
> > 
> > Tribun Timur Makassar.
> > 
> > Menyedot uang tidak sedikit, ancaman disintegrasi bangsa.
> > 
> > Jumat, 25-01-2008 | 21:36:21 
> > Selalu Ribut, Gimana Kalau Pilkada 
> > Dihapus Saja 
> > Laporan: Persda Network/Ade 
> > Mayasanto, tribuntimrucom@
> > 
> > Jakarta, Tribun - Ketua PBNU Hasyim 
> > Muzadi mengusulkan agar pilkada dihapus saja dan kembali ke pola 
> > lama. Kepala daerah, kata dia, cukup dipilih oleh DPRD.
> > 
> > "Saya kira pilkada dalam bentuk 
> > langsung di Indonesia terlalu banyak. Menurut saya, Presiden 
sama 
> > DPR sajalah yang dipilih langsung. Yang lainnya dipilih DPRD-nya 
> > masing-masinglah," kata Hasyim usai bertemu dengan Presiden 
Susilo 
> > Bambang Yudhoyono (SBY) di kantor Presiden, Jakarta, Jumat 
(25/1). 
> > 
> > Alasan mendasar usulan penghapusan 
> > pilkada, menurut Hasyim, selain menyedot dana yang tidak 
sedikit, 
> > ancaman disintegrasi bangsa seperti berada di ujung tanduk. 
> > 
> > "Langkah ini tidak akan mundur ke 
> > belakang. Yang pasti sepanjang DPRD-nya itu aspiratif. Yang 
bikin 
> > mundurkan DPRD-nya tidak aspiratif dari kelompok yang diwakili," 
> > jelasnya. 
> > 
> > Disinggung peredaran money politics 
> > yang akan terjadi kembali dengan pemilihan kepala daerah di 
tangan 
> > DPRD, dengan enteng Hasyim mengatakan bila hal itu lebih baik 
> > dibanding yang sekarang ini terjadi. 
> > 
> > "Dari pada duit diecer-ecer di 
> > masyarakat. Sehingga demokrasi kita demokrasi sembako," 
tukasnya. 
> > 
> > Kayaknya lebih bagus "diecer" ke 
> > masyarakat dari pada hanya dinikmati segelintir orang tertentu, 
Pak 
> > Hasyim.
> > 
> > mediacare
> > http://www.mediacare.biz
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
> 
>                          
> 
>  Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke