Mas Agus

Apa nggak dosa jatuh cinta sama Allah?



  ----- Original Message ----- 
  From: agussyafii 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, January 29, 2008 11:07 AM
  Subject: [ppiindia] 8 Pengertian Cinta Menurut Qur'an


  8 Pengertian Cinta Menurut Qur'an

  Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu
  mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an
  katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya
  (man ahabba syai'an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta
  sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai
  dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang
  dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti
  kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi
  orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka
  berbicara dengan Alloh Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka
  bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti
  perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain. 

  Dalam Qur'an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

  1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan
  "nggemesi". Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu
  berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia
  ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

  2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut,
  siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis
  rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding
  terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang
  kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi
  kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.
  Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian
  darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari
  itu maka dalam al Qur'an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham ,
  yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri,
  yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata
  rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana
  psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. 
  Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah
  dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya
  menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta
  mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia
  akhirat.

  3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara,
  sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung
  kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur'an disebut
  dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada
  yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang
  lama. 

  4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil
  dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad
  syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir
  tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur'an menggunakan term syaghaf
  ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir
  kepada bujangnya, Yusuf.

  5. Cinta ra'fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan
  norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak
  tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur'an
  menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah
  menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus
  hukuman bagi pezina (Q/24:2).

  6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku
  penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur'an menyebut term ni ketika
  mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan
  Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja),
  sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan
  bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al
  jahilin (Q/12:33)

  7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur'an tetapi dari
  hadis yang menafsirkan al Qur'an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5
  dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan
  tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma'tsur
  dari hadis riwayat Ahmad; wa as'aluka ladzzata an nadzori ila wajhika
  wa as syauqa ila liqa'ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya
  memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu.
  Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa
  Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada
  sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang
  apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il
  tihab naruha fi qalb al muhibbi

  8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik
  kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang
  menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada
  pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur'an ketika menyatakan bahwa
  Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la
  yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

  Salam Cinta,
  agussyafii

  ==============================================
  Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
  [EMAIL PROTECTED] atau http://mubarok-institute.blogspot.com
  ==============================================



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.15/1248 - Release Date: 28/01/2008 
21:32


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke