Ada yang mengerikan bagi saya di kalimat ini: > >Seandainya nanti sore Pak RT datang kerumah dan menyarankan untuk > >mengibarkan Bendera, terpaksa aku harus berbohong. Aku akan beralasan
Ya kita terpaksa berbohong karena mengerikannya teror bahkan walau suharto sudah jatuh hampir 10 tahun. Reformasi ternyata jalan di tempat. Saya juga melihat tetangga-tetangga yang pasang bendera umumnya karena tidak enak dengan tetangga lain. Apalagi kalau dituduh komunis (ada wacana di kalangan bawah: yang anti suharto berarti komunis; luar biasa memang; mitos itu masih hidup subur hampir 42 tahun sejak diciptakan). saya bukan ahli sejarah, tapi jika sampai menganggap suharto adalah pahlawan, wah saya mungkin sudah gila. saya lho bukan pemerintah (ampun, jangan teror saya...). tabik didik l. pambudi --- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > di sekitar rumah saya di tanjung priok, tak banyak > warga yang mengibarkan bendera setengah tiang. > > ketika ditanya mengapa, mereka menjawab acuh > tak acuh, "benderanya dicari tak ketemu." > > rakyat kecil selalu punya logika sendiri dalam menyikapi > sesuatu. > > > > At 11:18 AM 1/31/2008 +0700, you wrote: > > ><http://soeharto- online.blogspot.com/search/label/bendera>http://soeharto- online.blogspot.com/search/label/bendera > > > >28.1.08 > >Benderaku terlalu mahal untuk dikibarkan hari ini > >Oleh: Djadi Tjahjono > > > >Tadi pagi sebelum berangkat kerja aku sempat jalan jalan di sekitar > >rumahku, dan aku melihat sebagian tetangga sudah mengibarkan Bendera > >setengah tiang. > > > >Aku tidak tahu apa motif mereka mengibarkan Bendera. Apakah karena terlalu > >berduka karena wafatnya "Bapak Pembangunan", mematuhi Intruksi Pemerintah > >untuk berkabung selama 7 hari, atau hanya sekedar ikut-ikutan? Entahlah, > >apapun motifnya itu hak mereka dan aku sangat menghargai. > > > >Sesampai dirumah aku berpikir, sebaiknya aku ikut mengibarkan Bendera atau > >tidak? Dan aku memutuskan untuk tidak ikut mengibarkan Bendera. Kemudian > >aku berpikir lagi apakah > >pantas? Aku rasa tidak mengibarkan Bendera jauh lebih pantas daripada aku > >mengikuti keinginan isengku untuk mengibarkan bekas Celana Kolorku yang > >sudah berubah fungsi menjadi Kain Pel, karena kalau aku ikuti keinginan > >isengku bisa menyinggung perasaaan tetangga yang mengibarkan Bendera. > >Salah satu pertimbangan ku untuk tidak mengibarkan Bendera setengah tiang > >adalah, aku takut Benderaku menjadi robek / pudar apabila dikibarkan > >selama 7 hari sehingga nanti pada saat 17 Agustus menjadi kurang layak > >berkibar. Aku merasa Bendera ku yang dibeli oleh istriku seharga Rp > >20.000,- terlalu mahal untuk dikibarkan hari ini. > > > >Seandainya nanti sore Pak RT datang kerumah dan menyarankan untuk > >mengibarkan Bendera, terpaksa aku harus berbohong. Aku akan beralasan > >bahwa aku sudah mencari Bendera di lemari tetapi tidak ketemu, dan saat > >ini sedang tanggung bulan sehingga aku tidak memiliki cukup uang untuk > >membeli Bendera. Pak RT ku yang kebetulan orang Jawa pasti tahu bahwa saya > >sedang berbohong, tetapi aku yakin beliau pasti lebih suka jawaban itu > >daripada aku berkata jujur seperti ini : Pak, Bendera saya masih ada tapi > >saya merasa sayang untuk dikibarkan hari ini, jadi mohon maaf terpaksa > >saya tidak bisa memenuhi anjuran bapak. Kalau tidak salah berbohong yang > >seperti ini disebut Goroh Sembodo. > > > >Semoga saja tetanggaku yang sedang mengibarkan Bendera juga bisa > >menghargai hak ku untuk menyimpan Benderaku agar awet atau semoga saja ada > >saudara saudara RKB yang berkenan untuk mengirimkan Bendera sehingga aku > >tidak harus membohongi Pak RT. Karena Sekali lagi Bendera Seharga Rp 20 > >ribu milik pribadi ku sangat berharga dan terlalu mahal untuk dikibarkan > >hari ini. > > > >Salam hangat > > > >djadi_tj > > > >di 3:24 PM 0 komentar Link ke posting ini > > > >Label: bendera > > > >mediacare > ><http://www.mediacare.biz>http://www.mediacare.biz > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

