motifnya the saint now yg ga jelas agamanya ini memang cenderung jahat. Jika 
dia muslim, bolehlah berargumen ttg hadist2 atau ayat2 AlQuran ttg imam mahdi 
atau Isa as. Tp klo bukan muslim, khan aneh! knapa bocah ini ribut bgt 
mengusung masalah yg bukan AKIDAH (mengenai sdh wafatnya Isa as atau belum) sbg 
sumber sengketa antara muslim dan ahmadiyah.

sampai detik ini pun dia msh malu mengaku1 sbg muslim atau sbg non muslim :)

----- Original Message ----
From: Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, January 29, 2008 2:22:23 PM
Subject: [ppiindia] Re: Nabi Pamungkas dan Nabi Sekunder










  


    
            Saya menjadi percaya ketika seorang teman mengatakan bahwa orang2 

Ahmadi itu orang yang rajin dan pandai mengemas barang "dagangannya"

sedemikian  rupa menyerupai reklame pil Tuntas di Indonesia yang 

bunyinya TAS ... TAS  ...  TAS.



Saya dapat membaca kemana arah tujuan thesaintsnow dengan tulisannya 

ini. Tujuannya nanti adalah untuk melegitimasi MGA sebagai Mahdi 

yang ditunggu-tunggu karena Isa as sudah benar2 wafat dan tidak akan 

bangkit dari kubur. Lalu yang disebut Mahdi adalah seseorang yang 

membawa sifat2 Isa as, yaitu Bahaulah (menurut gol Bahai) dan MGA 

(menurut Ahmadiyah), dan Imam2 yang masih grahib bagi Syiah.



Saya jadi teringat akan 12 butir kesepakatan Ahmadiyah dengan MUI, 

dimana akhirnya Ahmadiyah (harus) mengakui bahwa MGA bukanlah Nabi 

agar bisa di terima oleh main stream Islam. Dan saya jadi 

menghubungkan dengan hal Mahdi ini. Ahmadi bersepakat utk tidak 

mengakui MGA sbg nabi, tapi mereka berjuang untuk melegitimasi MGA 

sebagai Mahdi.



Sedangkan bagaimana pendapat ahli sunnah, saya baca dari pendapat 

HAMKA bahwa ahli sunnah tidak pernah menempatkan masalah datang 

kembalinya Nabi Isa as ini sebagai suatu hal prinsipiil (tidak 

termaktub dalam Rukun Iman) karena banyaknya hadist2 dhaif bahkan 

palsu tentang turunnya Isa as ini dan karena memang AlQur'an tidak 

memberikan keterangan yang jelas akan hal ini. Sayangnya hadist2 

palsu ini kemudian dipakai oleh Syiah, Bahai dan Ahmadiyah dan 

dihubung2kan dengan ayat2 AlQur'an yang menjelaskan "Sesungguhnya 

Aku mewafatkan engkau dan mengangkatkan engkau kepadaKu.". Bagi 

Syiah, Bahai, Ahmadiyah hal ini menjadi keyakinan yang prinsipiil, 

karena keyakinan ini menjadi cikal bakal keyakinan akan mahdi-mahdi 

mereka. 



wassalam,

--- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "Thesaints Now" <thesaintsnow@ ...> 

wrote:

>

> Perlu diketahui bahwa AHMADIYAH tidaklah SALAH menganggap MGA 

sebagai

> penyempurnaan janji RASULULLAH saw akan kedatangan NABIULLAH ISA 

as yang

> kedua kali.

> 

> Karena AHMADIYAH PERCAYA NABI ISA as Israili telah WAFAT lebih 

kurang 2000

> tahun yang lalu maka landasan TAFSIR AHMADIYAH mempercayai MGA 

adalah

> berdasarkan keyakinan akan KEWAFATAN ISA as. Konsekuensinya 

AHMADIYAH tidak

> akan mengakui NABI ISA yang sudah wafat itu akan bangkit lagi dari 

kubur

> atau turun dari langit terbang ke bumi.

> 

> Jika ISA AS Israili sudah wafat maka kedatangan NABIULLAH ISA yang

> dijanjikan Rasulullah saw itu harus ditakwilkan karena ISA AS 

ISRAILI yang

> sudah WAFAT tidak akan bangkit lagi dari kubur atau menurut 

AHMADIYAH tidak

> naik ke langit sehingga tidak akan turun dari langit terbang 

bersama

> malaikat dan dilihat oleh seluruh umat.

> 

> Dari sisi ini ada PERSAMAAN di antara AHMADIYAH dan SUNNI maupun 

SYIAH bahwa

> sebenarnya Mereka mengenal ADANYA NABI SEKUNDER yang akan datang 

setelah

> RASULULLAH saw yaitu NABI ISA as.

> 

> Dari segi FUNGSI kedatangan seorang NABI, kita bisa mengatakan 

sebenarnya

> TIDAK ADA yang BERBEDA FUNGSINYA baik NABI ISA as itu turun dari 

langit

> maupun datang dari UMAT ISLAM. Fungsi KENABIAN itu adalah 

meneruskan misi

> dan risalah yang dibawa RASULULLAH SAW. Dan Kenabian itu TIDAK 

membatalkan

> KEPAMUNGKASAN KENABIAN RASULULLAH SAW.

> 

> PERBEDAAN besar SUNI dan AHMADIYAH bukan terletak dari AKAN DATANG 

atau

> TIDAKNYA NABI sekunder setelah RASULULLAH SAW tetapi dari cara 

datangnya.

> 

> MAYORITAS SUNNI menunggu kedatangan NABI ISA as yang dijanjikan 

RASULULLAH

> saw yaitu NABI ISA as ISRAILI yang dulu dianggap naik ke langit 

dan masih

> hidup lebih dari 2000 tahun yang lalu dan nanti katanya akan turun 

lagi

> terbang ke bumi.

> 

> SEDANGKAN AHMADIYAH karena percaya NABI ISA AS menurut QURAN dan 

HADITS

> sudah WAFAT dan menurut AKAL serta ILMU pengetahuan ANTARIKSA juga

> mendukungnya, maka konsekuensinya janji Rasulullah akan datangnya 

NABIULLAH

> ISA as itu harus ditakwilkan dan datang dari antara UMAT ISLAM 

sendiri. HAL

> ini juga menurut AHMADIYAH selaras dengan sejarah kenabian, dimana 

KAUM

> YAHUDI gagal mengenali NABI ELIA yang dinubuatkan akan turun dari 

langit

> untuk menjadi pembuka jalan BAGI AL MASIH tetapi ternyata 

kedatangan ELIA

> yang dijanjikan itu sempurna dari KAUM YAHUDI  yaitu pada WUJUD 

NABI YAHYA

> yang dikuatkan oleh AL MASIH ISA ibnu MARYAM Sendiri.

> 

> Kesimpulannya :  sebenarnya KONSEP NABi sekunder yang akan 

meneruskan

> risalah NABI MUHAMMAD saw bukanlah hal yang tidak DIKENAL bahkan 

boleh

> dikatakan menjadi bagian dari kepercayaan SUNNI maupun SYIAH jauh 

sebelum

> AHMADIYAH hadir.

> 

> Saya pikir Luthfi juga mengetahui Keyakinan yang dipegang oleh 

Kaum Sunni

> maupun Syiah bahwa ada NABI sekunder yang akan mengikuti ajaran 

ISLAM,

> ajaran Rasulullah saw yang akan datang setelah Rasulullah saw 

wafat yaitu

> NABIULLAH ISA.

> 

> Jadi sebenarnya SUNNI, SYIAH dan AHMADIYAH SAMA dalam hal ini 

meyakini

> adanya NABI sekunder yang akan datang setelah Rasulullah saw. 

Bedanya

> hanyalah pada perwujudannya saja. Jadi dalam kasus AHMADIYAH di 

Indonesia

> yang SALAH dan keliru adalah kaum SUNI yang menolak dan melupakan 

keyakinan

> ADA NABI sekunder yang akan datang sesudah NABI MUHAMAD saw yang 

tidak

> membatalkan KEPAMUNGKASAN NABI MUHAMMAD SAW. Keyakinan ini bahkan 

sudah

> menjadi bagian dari ISLAM ribuan tahun lamanya jauh sebelum 

AHMADIYAH

> berdiri.

> 

> Kita sendiri mau percaya yang mana ?

> 

> Percaya NABI ISA as masih hidup di langit sudah lebih dari 2000 

tahun yang

> lalu dan kemudian Menunggu NABI ISA as turun dari langit terbang 

ke bumi

> untuk nanti diimani oleh umat manusia sebagai NABi dan hakim yang 

ADIL?

> 

> Percaya Nabi Isa as sudah wafat sebagaimana manusia dan nabi-nabi 

lainnya

> dan terkubur di bumi. Dengan demikian karena ISA as sudah wafat 

maka NABI

> ISA as tidak akan pernah akan datang lagi. Kepercayaan akan 

datangnya nabi

> ISA as kedua kali harus ditinggalkan?

> 

> Atau menurut AHMADIYAH.

> NABI Isa as sudah wafat sehingga janji kedatangan NABIULLAH Isa as 

yang

> kedua kali harus ditakwilkan sebagaimana NABI ISA as sendiri 

menakwilkan

> Kedatangan Elia yang kedua dalam wujud NABI YAHYA?

> 

> Untuk hal ini saya rasa semua dipersilahkan untuk memilih dan 

tidak perlu

> ada satu pihak ingin MEMAKSAKAN KEHENDAKNYA kepada yang lain 

apalagi ingin

> menghancurkan dan Membubarkan yang lain yang BERBEDA 

PENAFSIRANNYA. ......

> 

> 

> 

> On 1/29/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote:

> >

> >   Tempo, Edisi. 49/XXXVI/28 Januari - 03 Februari 2008

> >

> > Nabi Pamungkas dan Nabi Sekunder

> >

> > Luthfi Assyaukanie

> >

> > Peneliti Freedom Institute dan Koordinator Jaringan Islam 

Liberal, Jakarta

> >

> > Salah satu doktrin utama yang dijunjung tinggi kaum muslim adalah

> > keyakinan tentang Muhammad sebagai nabi pamungkas (khatam

> > al-nabiyyin) . Begitu sucinya doktrin ini, para ulama berpandangan

> > bahwa siapa saja yang melanggarnya dapat dianggap murtad atau 

keluar

> > dari Islam. Menurut hukum Islam (fikih), seorang yang murtad 

haruslah

> > dibunuh. Para ahli fikih sepakat bahwa pemerintahlah yang harus

> > menjalankan hukuman, namun seorang ulama dari mazhab Syafi'i

> > berpendapat bahwa hukuman itu bisa dilaksanakan secara 

individual jika

> > pemerintah tak mampu melaksanakannya.

> >

> > Mungkin karena doktrin fikih yang kaku itu, kaum muslim memusuhi 

dan

> > menyerang Ahmadiyah, sebuah aliran yang meyakini Mirza Ghulam 

Ahmad

> > sebagai nabi. Baik di Pakistan (negara asal Ahmadiyah) maupun

> > Indonesia, anggota Ahmadiyah dikecam, dikejar-kejar, dan properti

> > mereka dirusak dan dibakar. Tanpa mau mengerti persoalan kompleks

> > tentang konsep kenabian, kaum muslim meminta pemerintah 

membubarkan

> > Ahmadiyah dan melarang sekte ini hidup di Indonesia.

> >

> > Doktrin khatam al-nabiyyin bukanlah milik kaum muslim saja, tapi 

ia

> > juga milik semua agama. Setiap agama besar memiliki doktrin nabi

> > pamungkas. Agama Yahudi menganggap Musa sebagai nabi pamungkas; 

Agama

> > Kristen menganggap Isa sebagai nabi pamungkas; dan agama Buddha

> > menganggap Siddharta Gautama sebagai nabi pamungkas. Masing-

masing

> > agama ini menjunjung tinggi doktrin khatam al-nabiyyin, dan akan

> > menganggap siapa saja yang melanggarnya telah tersesat.

> >

> > Pada awal-awal kemunculan agama Kristen, kaum Yahudi menganggap

> > pengikut Isa (Yesus) sebagai kaum heretik, karena mendaulat Isa 

(bukan

> > Musa) sebagai nabi pamungkas dan bahkan menganggapnya sebagai 

anak

> > Tuhan. Begitu juga, pada masa-masa awal kemunculan Islam, kaum 

Kristen

> > di kawasan Bizantium (Kekristenan Timur) menganggap pengikut 

Muhammad

> > sebagai "sekte Kristen" yang sesat dan menyesatkan. Islam 

dianggap

> > sekte sesat karena memperkenalkan nabi baru selain Isa, yakni

> > Muhammad, sebagai nabi pamungkas.

> >

> > Sesat menyesatkan terhadap siapa saja yang menolak doktrin nabi

> > pamungkas dalam suatu agama bukanlah unik milik Islam. Setiap 

agama

> > baru selalu melewati proses semacam ini. Saya menyebutnya "proses

> > heretisasi", yakni upaya menjauh dari pemahaman ortodoks. Jika 

proses

> > heretisasi berlangsung mulus, sebuah agama baru bakal muncul; 

jika

> > tidak, konflik dan ketegangan akan terjadi.

> >

> > Proses heretisasi terjadi sepanjang sejarah. Orang-orang Yahudi

> > menganggap Kristen sebagai agama heretis yang menyempal dari 

agama

> > Yahudi. Begitu juga, kaum Kristen memandang Islam sebagai sekte 

sesat

> > yang menyempal dari agama Kristen. Pada gilirannya, kaum muslim

> > menganggap Baha'i sebagai agama yang menyempal dari Islam. Baha'i

> > tidak lagi dianggap sebagai bagian dari Islam karena para 

pemeluknya

> > tak mau menganggap Muhammad sebagai nabi pamungkas, tapi malah

> > menjadikan pemimpin mereka, Baha'ullah, seorang alim dari Persia,

> > sebagai gantinya.

> >

> > l l l

> >

> > Ahmadiyah, menurut saya, belum bisa dianggap sebagai agama baru,

> > karena proses heretisasi dalam dirinya belum sempurna. Para 

pengikut

> > Ahmadiyah masih terbelah antara menerima Muhammad sebagai nabi

> > pamungkas dan menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi baru. 

Kecuali

> > jika mereka sendiri yang mendeklarasikan Ahmadiyah sebagai agama 

baru,

> > tak seorang pun berhak menganggapnya demikian.

> >

> > Saya tidak tahu apakah ada anggota Ahmadiyah yang benar-benar

> > menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi pamungkas. Setahu 

saya,

> > dari sejumlah literatur tentang Ahmadiyah yang pernah saya baca,

> > seluruh anggota Ahmadiyah di Indonesia tetap menganggap Muhammad

> > sebagai nabi pamungkas, sedangkan Mirza Ghulam Ahmad dianggap 

sebagai

> > nabi sekunder yang kedudukannya lebih rendah daripada Nabi 

Muhammad.

> >

> > Konsep nabi sekunder memang tidak dikenal dalam teologi Sunni. 

Tapi,

> > konsep itu dikenal secara luas dalam agama-agama lain, khususnya

> > Yahudi dan Kristen. Orang-orang Yahudi, misalnya, menganggap Musa

> > sebagai nabi pamungkas, tapi pada saat yang sama meyakini Isaiah,

> > Jeremiah, Ezekiel, dan Daniel sebagai nabi juga, namun bersifat

> > sekunder. Orang-orang Kristen menganggap Isa sebagai nabi 

pamungkas,

> > tapi pada saat yang sama bisa menerima Simon, James, Matius, dan

> > Thomas sebagai nabi (rasul).

> >

> > Islam tidak mengadopsi teologi semacam itu, tapi mengembangkan

> > doktrinnya sendiri tentang nabi sekunder. Kaum Syiah menyebutnya

> > "imam", sedangkan kaum Sunni memiliki istilah yang beragam, 

seperti

> > "wali", "ulama", dan "mujaddid" (pembaru). Baik imam maupun wali 

(dan

> > istilah lain dalam dunia Sunni) sesungguhnya memiliki posisi yang

> > kurang-lebih sama dengan nabi sekunder dalam teologi Yahudi dan

> > Kristen. Para imam dua belas (itsna asy'ariyah) bagi kaum Syi'ah

> > memiliki kharisma dan posisi yang tak bisa disejajarkan dengan 

kaum

> > muslim biasa. Kedudukan mereka hanya bisa dikalahkan oleh 

Muhammad,

> > sang nabi pamungkas.

> >

> > Begitu juga, dalam dunia Sunni, para awliya (bentuk jamak dari 

wali),

> > ulama, maupun mujaddid memiliki kedudukan yang tinggi, disanjung,

> > dihormati, dan didengar pandangan-pandangan nya. Abdul Qadir

> > al-Jailani, misalnya, adalah salah satu wali yang sangat 

dimuliakan

> > kaum muslim Sunni. Begitu juga, Abu Hamid al-Ghazali merupakan 

ulama

> > yang menempati posisi sangat khusus di kalangan umat Islam. 

Begitu

> > uniknya posisi Al-Ghazali sehingga Montgomery Watt, seorang 

orientalis

> > Inggris, menganggapnya sebagai muslim terbesar kedua setelah Nabi

> > Muhammad.

> >

> > Mujaddid juga memiliki posisi unik yang bisa disejajarkan dengan

> > konsep nabi sekunder dalam teologi Yahudi dan Kristen. Istilah

> > mujaddid diperkenalkan oleh Nabi Muhammad sendiri dalam sebuah

> > sabdanya: "Setiap 100 tahun Allah mengutus seorang mujaddid yang 

akan

> > memperbarui ajaran agama (Islam)." Tokoh Islam seperti Muhammad 

Abduh

> > (1849-1905), Ali Abd al-Raziq (1888-1966), dan Fazlur Rahman

> > (1919-1988), adalah para pembaru Muslim yang dimaksudkan Nabi. 

Tentu

> > saja, istilah "100 tahun" tidak harus diartikan secara literal, 

karena

> > "100 tahun" yang dimaksud dalam hadis itu adalah masa yang 

dibutuhkan

> > suatu doktrin untuk menjadi kedaluwarsa. Dan itu harus diperbarui

> > dalam setiap kurun waktu tertentu agar tetap segar.

> >

> > l l l

> >

> > Para teolog Sunni memang tidak menganggap wali atau ulama atau

> > mujaddid sebagai nabi, tapi mereka memandang posisi mereka begitu

> > tinggi, dan bahkan meletakkannya setingkat di bawah nabi. Ulama,

> > misalnya, dianggap sebagai ahli waris para nabi (al-ulama 

waratsat

> > al-anbiya).

> >

> > Sebenarnya, jika para pengikut Ahmadiyah menyebut Mirza Ghulam 

Ahmad

> > sebagai wali, atau ulama, atau mujaddid, pasti tidak akan ada 

masalah.

> > Sayangnya, mereka lebih memilih bersitegang dengan ortodoksi 

Sunni

> > dengan tetap menggunakan istilah "nabi" untuk pemimpin mereka.

> > Padahal, yang mereka maksudkan dengan nabi ketika menyebut Mirza

> > Ghulam Ahmad sebetulnya adalah "wali" atau "mujaddid" dalam 

pengertian

> > kaum Sunni.

> >

> > Hal ini bisa dilihat, misalnya, dari cara mereka membeda-bedakan 

tiga

> > istilah, yakni "nabi independen" (naby mustaqill), "nabi tidak

> > independen" (naby ghayr mustaqill), dan "nabi bayangan" (naby

> > al-dzill). Nabi independen adalah pemuka agama yang membawa 

risalah

> > murni, seperti Musa, Isa, dan Muhammad. Nabi tidak independen 

adalah

> > pemuka agama yang meneruskan risalah nabi independen, seperti 

Harun

> > (dalam kasus Musa) dan Paulus (dalam kasus Isa). Sementara nabi

> > bayangan adalah pemuka agama yang menyebarluaskan risalah itu.

> >

> > Para pengikut Ahmadiyah Qadiyan memandang Mirza Ghulam Ahmad 

sebagai

> > naby ghayr mustaqill, sementara pengikut Ahmadiyah Lahore 

menganggap

> > Mirza sebagai naby al-dzill. Kedua sekte ini tetap menganggap 

Muhammad

> > sebagai nabi pamungkas (naby mustaqill) yang kedudukannya tak 

bisa

> > digantikan oleh siapa pun.

> >

> > Ketegangan yang terjadi dalam menyikapi Ahmadiyah selama ini

> > sesungguhnya dipicu oleh kesalahpahaman terhadap penggunaan 

istilah

> > "nabi". Baik Ahmadiyah maupun Sunni sama-sama bersalah. Ahmadiyah

> > bersalah karena menggunakan istilah yang tak bisa diterima dalam

> > teologi Sunni. Kaum Sunni bersalah karena tak mau mengerti bahwa

> > istilah nabi bisa dimaknai dengan beragam arti, tidak mesti 

hanya satu

> > makna saja seperti yang mereka pahami secara keliru selama 

ini.*****

> >

> > mediacare

> > http://www.mediacar e.biz

> >

> > [Non-text portions of this message have been removed]

> >

> > 

> >

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>





    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
..bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
..MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
..replbq{margin:4;}
-->








      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke