http://www.antara.co.id/arc/2008/2/1/presiden-berdialog-dengan-petani-karawang/

Presiden Berdialog Dengan Petani Karawang

Karawang (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan dialog 
dengan para petani di areal persawahan di Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, 
Kabupaten Karawang, Jabar, Jumat.

Dialog itu merupakan bagian dari kunjungan Presiden Yudhoyono ke sejumlah 
tempat di Karawang, antara lain pasar dan pabrik tahu serta tempe.

Dalam dialog sejumlah petani mengemukakan keluhan mereka mengenai 
ketidakstabilan harga sejumlah bahan pokok, antara lain kedelai, beras, tepung 
terigu dan minyak goreng.

Presiden menyatakan bahwa pemerintah akan menerapkan suatu kebijakan yang adil 
dan menguntungkan semua pihak.

"Harga jangan terlalu rendah supaya petani tidak rugi, namun jangan terlalu 
mahal agar rakyat bisa membeli," katanya.

Kepada salah seorang petani yang berharap agar pemerintah tidak melakukan impor 
beras, Kepala Negara mengatakan bahwa peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan 
produksi sejumlah bahan pangan nasional tidak mencukupi, sehingga beberapa 
tahun lalu melakukan impor.

Sementara itu, Kepala Bulog Mustafa Abubakar menjelaskan bahwa produksi beras 
bagus pada 2007, sehingga Bulog memiliki stok dan hingga 2008 belum memutuskan 
impor.

Seorang petani, Wawan, juga sempat mengeluh kepada Presiden Yudhoyono mengenai 
sulitnya mendapatkan bantuan kredit.
Kesulitan Wawan itu langsung memperoleh tanggapan dari Dirut BRI, Sofyan Basri, 
yang turut serta dalam rombongan Presiden. 
Sebelumnya dalam acara sidak ke Pasar Baru Karawang, seorang pedagang meminta 
agar pemerintah menghapus pajak, sehingga harga barang dapat lebih murah.

Kepala Negara mengatakan bahwa pemerintah akan mengeluarkan kebijakan ketahanan 
pangan untuk mengatasi ketidakstabilan harga.

Banjir

Sepulang dari sidak di Karawang, rombongan Presiden Yudhoyono yang melalui tol 
dalam kota terjebak macet.
Bahkan akibat genangan air setinggi 30-50 cm di ruas Jalan Thamrin, tepatnya di 
depan Gedung BII, Presiden Yudhoyono terpaksa berpindah mobil dari Mercy 
bernopol B 1905 BS ke jeep security 1 yang melaju di jalur busway.

Hujan deras yang terjadi sejak pagi hari mengakibatkan jalan utama di sekitar 
kompleks istana, terutama di depan Istana Merdeka, Jalan Merdeka Utara dan 
Merdeka Barat tergenang.

Mobil Mercy B 1905 BS yang sempat ditinggalkan di depan Gedung BII, sekitar 
pukul 12.45 WIB dibawa pulang ke istana, selisih lima menit kemudian mobil 
cadangan Mercy B 2076 BS diderek dengan jeep.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Presiden Yudhoyono menggelar rapat kabinet paripurna 
di Kantor Presiden. (*)


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke