http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8188
PENGADAAN ALUTSISTA TNI GUNAKAN PINJAMAN DALAM NEGERI
Jakarta - Pemerintah menetapkan pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista)
TNI akan dialihkan dari skema kredit ekspor (KE) ke pinjaman dalam negeri
menggunakan mata uang rupiah murni.
"Dalam rapat terbatas ini saya berikan arahan untuk melanjutkan pemberdayaan
produksi dalam negeri dalam pengadaan alutsista TNI, sekaligus mengalihkan
skema KE kepada komponen pinjaman dalam negeri atau rupiah murni," kata
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai memimpin Rapat Terbatas di Departemen
Pertahanan, Jakarta, Senin.
Ia mengatakan dengan pengalihan KE menjadi rupiah murni maka akan tercapai
efisiensi dan kecepatan dalam pembiayaan pengadaan alutsista TNI.
"Selama ini KE menjadi sandaran untuk pembiayaan pengadaan alutsista TNI yang
memerlukan waktu cukup lama sehingga mempengaruhi kecepatan pembiayaan
pengadaan alutsista," ujarnya.
Presiden menambahkan pengalihan KE menjadi pinjaman dalam negeri tentu
memerlukan pengaturan khusus yang akan dimatangkan kembali oleh tim agar
pembiayaan pengadaan alutsista TNI bisa dimasukkan ke dalam skema pembiayaan
dalam negeri.
Terkait itu, katanya, sejumlah BUMN industri strategis seperti PT PAL, PT
Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk
melakukan sinkronisasi, koordinasi, dan sinergi yang positif dengan TNI sebagai
pengguna.
"Dari hasil presentasi Dirut Pindad, PT PAL, dan PT DI, mereka telah menyatakan
kesiapannya untuk berkoordinasi dan bersinergi selaku produsen dengan TNI
sebagai pengguna," katanya.
Jadi, tambah Yudhoyono, dengan pengalihan skema pembiayaan tersebut kebutuhan
TNI dapat dipenuhi dan industri pertahanan nasional dapat terus berkembang
layaknya sebuah perusahaan yang memerlukan pendapatan yang makin baik.
Pada kesempatan yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pihaknya
bersama instansi terkait akan segera menginventarisir dan mengkaji sejumlah
pengadaan alutsista TNI yang akan dialihkan dari KE menjadi pembiayaan dalam
negeri.
"Kita akan teliti lagi dan kaji kembali pengalihan skema pembiayaan dari KE ke
rupiah murni," katanya.
Tentang kapan kajian akan dilakukan, ia mengatakan "Kita akan lakukan sesegera
mungkin sesuai arahan Bapak Presiden," ujarnya.
Sementara itu, hadir dalam Rapat Terbatas tersebut, Menteri Pertahanan Juwono
Sudarsono, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kepala Staf TNI AD Letnan
Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo, Kepala Staf TNI AL Laksamana Sumarjono,
Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya Soebandrio, dan Kapolri Jendral Sutanto.
Hadir pula sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu seperti Menteri Keuangan
Sri Mulyani, Ketua Bappenas Paskah Suzetta, Menristek Kusmayanto Kardiman,
Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menkominfo M Nuh, Menkopolkam Widodo AS, dan
Kepala BIN Syamsir Siregar.
Sumber : Antara
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
[Non-text portions of this message have been removed]