MODUS PEMERASAN OLEH OKNUM WARTAWAN Atas Namakan 40 Wartawan, Terima Suap Rp3 Juta
BANYUWANGI (SINDO) - Kasus pemerasan oleh oknum wartawan kembali terjadi. Uniknya, kasus ini menimpa Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi I Gede Ngurah Dharma Putra yang juga tersangkut dugaan suap dalam sebuah perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kejadian ini bisa dikatakan "suap diatas suap". Dengan mengatasnamakan 40 wartawan, mereka meminta uang tebusan sekitar Rp3 juta sebagai kompensasi tidak akan memberitakan dugaan suap dalam perkara KDRT. Sudah beberapa hari ini aparat jaksa di Kejari diterpa dugaan suap yang dilakukan oleh salah satu pelaku tindak pidana KDRT. Upaya suap itu ditengarai ditujukan agar kasusnya dipetieskan dan tidak sampai ke meja hijau. Menurut data yang diperoleh dari Kejari, pasangan suami isteri warga Kel Penataban, Kec Giri, terlibat kasus KDRT dan kasusnya sudah diproses kejaksaan. Ngurah mengakui pihaknya sudah melimpahkan berkas perkara KDRT itu ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi untuk disidang. Perkaranya jalan terus. Sudah kita limpahkan ke pengadilan. Tinggal menunggu sidang, ungkap jaksa yang akrab dipanggil Ngurah ini. Dugaan suap dalam kasus KDRT ini dilaporkan sebuah LSM ke aparat kepolisian dan kini masih dalam tahap penyelidikan. Muncul dugaan LSM tersebut masih satu kelompok dengan oknum wartawan yang ikut memainkan skenario agar jaksa terjebak hingga mudah diperas. Karena ditengarai ada dugaan suap dalam kasus yang ditangani kejaksaan itu, indikasi ini dimanfaatkan beberapa oknum wartawan sebagai target operasi (TO) melakukan upaya pemerasan pada jaksa dengan ancaman pemberitaan di media. Tidak semua dari mereka memiliki media yang biasa diistilahkan wartawan bodrek. Puluhan orang yang mengaku wartawan itu mendatangi Kantor Kejari. Setelah ditelusuri, mereka ternyata menghadap Ngurah untuk meminta tebusan uang dengan mengatasnamakan 40 wartawan dengan janji tidak akan memberitakan kasus suap dalam perkara KDRT tersebut. Saat dikonfirmasi, Ngurah membenarkan meski tidak mengaku langsung. Mereka kesini silaturahmi, biasalah, nggak perlu dibesar-besarkan. Sudah beres, ujarnya saat dihubungi melalui telepon yang direkam beberapa wartawan sebagai barang bukti. Ngurah mengira dengan uang tebusan itu, masalahnya beres dan dijamin seluruh wartawan tidak akan memuat berita seputar suap perkara KDRT. Tak seperti yang diduga, uang tebusan itu ditilep segelintir oknum wartawan yang mendatanginya. Sementara, wartawan lain yang tidak ikut-ikut, tetap memberitakan. Kenapa beritanya masih keluar? Khan sudah saya kasi uang. Itu uang utang itu, heran Ngurah usai membaca salah satu media cetak yang tetap memuat beritanya. Melihat modus orang-orang yang mengaku wartawan itu, para wartawan mengecamnya. Mereka yang berulah, kita semua yang dapat jeleknya. Ini menodai profesi wartawan, kesal Panji, salah satu wartawan radio lokal. Para wartawan berharap, Kepala Kejari Sunarta memberikan tindakan pada aparatnya yang terlibat aksi suap baik dalam perkara KDRT dan suap pada oknum wartawan. (ishomuddin) Satrio Arismunandar Producer "Jika Aku Menjadi" (tayang tiap Minggu, pukul 18.00 WIB) - News Division, Trans TV, Lantai 3 Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026, Fax: 79184558, 79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com http://satrioarismunandar.multiply.com "Ungkapkanlah kebenaran itu, meskipun pahit" (Hadist Nabi) ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

