http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.08.17114644&channel=1&mn=15&idx=16
Di G7, Indonesia Usulkan Langkah Bersama Hadapi Resesi
JAKARTA,JUMAT - Indonesia akan mengusulkan perlunya langkah bersama dari semua
negara dalam menghadapi ancaman resesi global saat ini dalam pertemuan
negara-negara G-7 yang akan berlangsung di Jepang pada 9 Februari 2008. "G-7
menjadi penting karena sekarang ini mekanisme untuk membuat action bersama-sama
tidak ada," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Jumat (8/2).
Menurut Menkeu, pada beberapa waktu lalu ada bayangan bahwa Dana Moneter
Internasional (IMF) akan memerankan merumuskan langkah bersama termasuk yang
harus dilakukan oleh Amerika Serikat, China, dan Eropah, namun dalam
kenyataannya fungsi itu tidak terwujud.
Sekalipun IMF sudah berkali-kali meminta negara-negara itu melakukan langkah
bersama, namun mereka tetap menjalankan kebijakan sesuai dengan prioritas
domestiknya. "Karena itu, apa yang disebut sebagai langkah komprehensif
bersama-sama antar negara itu, tidak ada. Nah ini yang harus dibahas dalam
pertemuan G-7," kata Menkeu yang rencananya akan bertolak ke Jepang pada Jumat
malam.
Menurut dia, pertemuan antar menkeu negara-negara besar yang tergabung dalam
G-7 itu sangat penting untuk menciptakan ruang bagi kemungkinan terjadinya
koordinasi kebijakan secara global.
Menkeu mengatakan, pertemuan G-7 di Jepang nanti akan merupakan pertemuan
pertama setelah beberapa kali terjadi krisis di pasar uang global.
Pertemuan terakhir yang diikuti seluruh menkeu dan bank sentral dari kelompok
G-20 pada awal Desember 2007, sebenarnya sudah melihat adanya kondisi global
perekonomian yang cukup pesimis, terutama yang disampaikan para gubernur bank
sentral.
Menurut Menkeu, yang jadi perhatian adalah apakah akan dibiarkan secara natural
mengalami penyesuaian adjustment, atau harus ada intervensi dari pemerintah.
"Secara politis, biasanya tidak mungkin karena biasanya ada tekanan agar
pemerintah turun tangan karena kondisi itu berpengaruh pada tingkat
pengangguran," katanya.
Menurut Menkeu, apapun yang dilakukan oleh negara-negara maju terutama AS,
kegiatan ekonomi terutama di pasar modal, pasar uang, dan perbankan, tidak akan
kembali normal pada tahun 2008 ini. "Berbagai lembaga itu membutuhkan waktu
untuk konsolidasi. Kita lihat mungkin paling cepat 12 bulan. Mereka membutuhkan
waktu untuk restrukturisasi, rekapitalisasi, renkonsolidasi hingga recovery.
Itu sudah yang paling optimis. Yang lebih pesimis mengatakan dia membuthkan
waktu lebih dari 12 bulan, bahkan bisa 24 bulan," kata Menkeu. (ANT)
EDJ
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
[Non-text portions of this message have been removed]