http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.09.17440443&channel=1&mn=53&idx=55

Fosil Gigi Tunjukkan Jelajah Manusia Neanderthal

ATHENA, JUMAT - Manusia Neanderthal yang pernah hidup berdampingan dengan 
manusia modern puluhan ribu tahun lalu mungkin memiliki jiwa petualangan yang 
kuat. Analisis terbaru terhadap fosil giginya menunjukkan bahwa manusia purba 
itu menyebar lebih jauh dari perkiraan semula.

"Jelajah Neanderthal sangat kontroversial," kata Katerina Harvati dari Institut 
Max Planck Bidang Antropologi Evolusi di Leipzig, Jerman, Jumat (8/2). Beberapa 
pakar menilai mereka hanya menyebar di lokasi terbatas, namun pakar lainnya 
menduga sebaliknya, terutama saat berburu.

Sampai sekarang, tidak ada bukti seberapa jauh daya jelajah seorang manusia 
Neanderthal. Para paleontolog (pakar arkeologi kuno) hanya memperoleh bukti tak 
langsung dari perkakas batu yang digunakannya.

Maka, tim yang dipimpin Harvati menggunakan fosil gigi untuk memperoleh bukti 
langsung. Fosil tersebut merupakan satu-satunya fosil Neanderthal yang 
ditemukan di Yunani. Fosil gigi berusia 40.000 tahun ditemukan pada penggalian 
di pantai selatan Peloponnese, Yunani, pada tahun 2002.

Para peneliti mengukur rasio isotop strontium pada lapisan email gigi tersebut 
untuk mengetahui daya jelajahnya. Strontium merupakan unsur logam yang 
terkandung dalam makanan dan air. Kadar isotop metal bervariasi di daerah yang 
berbeda-beda.

Hasilnya, kadar strontium pada gigi menunjukkan bahwa Neanderthal dibesarkan di 
daerah yang berjarak setidaknya 20 kilometer dari tempatnya saat meninggal. Ini 
merupakan bukti pertama yang menunjukkan daya jelajah manusia Neanderthal 
secara langsung dari fosilnya.

"Temuan kami membuktikan bahwa jaringan tempat tinggalnya lebih luas dan 
terorganisasi daripada perkiraan sebelumnya," ujar Eleni Panagopoulou, salah 
satu peneliti dari Departemen Paleoantropologi-Speleologi Yunani Selatan.

Meski baru kali ini dibuktikan lansgung, tidak semua menganggap temuan ini 
signifikan. Misalnya, Clive Finlayson, direktur Museum Gibraltar. Buat seorang 
manusia, 20 kilometer mungkin belum apa-apa.

"Saya akan lebih terkejut bila mengetahui bahwa Neanderthal tidak menyebar 
lebih dari 20 kilometer sepanjang hidupnya, atau bahkan dalam setahun. Sebab 
kita membicarakan manusia, bukan tumbuh-tumbuhan," ujar Finlayson.(AP)


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke