Tanggapan tulisan Kang Nadir yang diforward Muhkito Affif:   Part I

1. Khilafah tidak wajib. kini bebas saja mau disebut ketua RT, kepala suku...

lha aneh tho logika Kang Nadir ini, masa sebebas itu hingga ada kepala negara 
yang mau disebut ketua RT atau kepala suku. Justru ini menunjukkan Kang Nadir 
tidak bisa membedakan fakta sebenarnya antara sebutan kepala-lepala negara itu, 
karena memang faktanya berbeda. Presiden jelas maknanya berbeda dengan Raja, 
berbeda pula dengan Perdana Menteri, berbeda pula dengan Kaisar, berbeda pula 
dengan Khalifah dalam negara Khilafah. Masing-masing berbeda. Sedangkan 
Imam/Sulthon/Amirul Mukminin/Khalifah maknanya sama, yaitu kepemimpinan umum 
bagi umat islam di seluruh dunia untuk menerapkan hukum Islam dan menyebarkan 
Islam ke seluruh dunia. Mengenai keraguan tentang Sistem Pemerintahan Islam, 
Saya menganjurkan kang Nadir membaca buku Sistem Pemerintahan Islam nya HT dan 
mendiskusikannya dengan syabab HT supaya jelas, dan lebih bagus face to face 
gak ada salahnya to, kang.

--> Justru Khilafah Wajib!, 
Pertama, Islam memerintahkan untuk mentaati pemimpin
“Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah RasulNya dan ulil 
amri (pemimpin) diantara kamu…”[Al-Nisaa’:59].   Ini sangat jelas.

Kedua, Allah swt memerintahkan untuk berhukum dengan aturan-aturan Allah swt 
secara menyeluruh dan sempurna. 
“Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kepada Iislam secara menyeluruh. 
Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu 
musuh yang nyata bagi kamu.” [Al-Baqarah:208]

Imam Ibnu Katsir menyatakan: “Allah swt telah memerintahkan hamba-hambaNya yang 
mukmin dan mempercayai RasulNya agar mengadopsi system keyakinan Islam 
(‘aqidah) dan syari’at Islam, mengerjakan seluruh perintahNya dan meninggalkan 
seluruh laranganNya selagi mereka mampu.” (Tafsir Ibnu Katsir I/247 )

Imam Thabariy menyatakan : “Ayat di atas merupakan perintah kepada orang-orang 
beriman untuk menolak selain hukum Islam; perintah untuk menjalankan syari’at 
Islam secara menyeluruh; dan larangan mengingkari satupun hukum yang merupakan 
bagian dari hukum Islam. (Tafsir Thabariy, II/337)

Ketiga, Islam mewajibkan persatuan dan kesatuan umat Islam

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab sahihnya: Utsman bin Abi Syaibah telah 
bercerita kepada kami bahwa Yunus bin Abi Ya’fur telah bercerita kepada kami 
dari bapaknya dari Arfajah berkata : Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: 
Siapa saja yang datang kepada kamu sekalian —sedangkan urusan kalian berada di 
tangan seorang (khalifah)— kemudian dia hendak memecah-belah kesatuan jamaah 
kalian, maka bunuhlah dia.”

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab sahihnya : Zahir bin Harb dan Ishaq bin 
Ibrahim telah bercerita kepada kami, Ishaq berkata telah memberi khabar kepada 
kami dan Zahir berkata telah bercerita kepada kami Jarir dari A’masy dari Zaid 
bin Wahab dari Abdurrahman bin Abdu Rabil Ka’bah berkata : Aku masuk dalam 
masjid, dan ketika Abdullah bin Amru bin ‘Ash duduk di naungan Ka’bah dan 
manusia mengelilinginya, aku menghampirinya lalu aku duduk di hadapannya, 
kemudian dia berkata : Kami pernah bersama Nabi saw dalam suatu perjalanan, 
kemudian kami singgah di suatu tempat persinggahan,……ketika seseorang menyeru 
untuk shalat berjamaah, kami kemudian berkumpul di sekeliling Rasulullah saw. 
Lalu Rasul bersabda : Sesungguhnya tiada seorang Nabi sebelumku kecuali mereka 
memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan umatnya kepada kebaikan, dan 
mengingatkan dari keburukan dari apa diketahuinya bagi mereka. Sampai kemudian 
Nabi bersabda : Siapa saja yang telah
 membai’at seorang Imam lalu memberikan uluran tangan dan buah hatinya, maka 
hendaknya ia mentaatinya. Jika datang orang lain hendak mengambil alih 
kekuasaannya, maka penggallah leher orang itu.”

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab sahihnya, berkata Imam Muslim : Muhammad 
bin Basyar telah bercerita kepada kami bahwa Muhammad bin Ja’far telah 
bercerita kepada kami bahwa Syu’bah telah bercerita kepada kami dari Faratul 
Qazaz dari Abi Hazm berkata : Aku telah mengikuti majelis Abu Hurairah selama 
lima tahun, dan suatu saat aku pernah mendengarnya menyampaikan sebuah hadits 
dari Nabi saw telah bersabda : Dulu Bani Israil selalu diurusi oleh para Nabi. 
Setiap kali seorang Nabi meninggal, segera digantikan oleh nabi yang lain. 
Sesungguhnya tidak akan ada lagi Nabi sesudahku, (tetapi) nanti akan muncul 
banyak khalifah. Para shahabat bertanya, apakah yang engkau perintahkan kepada 
kami ?. Beliau menjawab : Penuhilah bai’at yang pertama dan yang pertama itu 
saja”.

Keempat, Khilafah adalah instrumen yang akan menyelesaikan persengketaan yang 
terjadi di tengah-tengah masyarakat.  

kaedah ushul fiqh “Amrul imaam yarfa’u al-khilafah (perintah imam (khalifah) 
dapat menyelesaikan persengketaan”. (Mauqif Bani al-Marjah, Shahwah al-Rajul 
al-Mariidl, hal.376)

2. Cukup dengan berpegang pada dalil di atas, para pejuang khilafah menolak 
semua argumentasi rasional mengenai absurd-nya sistem khilafah. 

--> Tidak hanya itu kang, masih banyak lagi hadis-hadis yang lain. lalu dimana 
letak absurdnya...silahkan diungkapkan.

.........  insya Allah saya sambung lagi.


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke