Maaf Pak Alexander, saya bukan pakar.. sekedar sharing aja..
Tadi pagi sebelum berangkat kerja, saya menonton acara Apa Kabar Indonesia
di Lativi (TV-1).. kebetulan topiknya soal BLBI & tamunya adalah Ichsanudin
Noorsy.

Latar belakang BLBI adalah karena adanya moral hazzard (niat tidak baik) dan

kesalahan dalam pengelolaan Bank di Indonesia saat itu.. Bank digunakan
konglomerat hitam(?) untuk menghimpun dana dari publik/rakyat dengan
peruntukan
pembiayaan pada group usahanya.. yang entah dengan cara apa (sengaja?),
akhirnya membuat dan membengkakkan jumlah&besaran kredit macet..

Termasuk apa yang dikenal dengan 'kalah kliring' (saya sendiri kurang jelas
artinya,
karena bukan dari bidang perbankan) dan penjaminan dana nasabah..
Akibatnya banyak bank yang 'bangkrut' karena tindakan tersebut, terbukti
banyaknya
bank yang harus ditutup, 'dicaplok' atau bergabung dengan bank lain..

BLBI atau Bantuan Likuiditas (dari) BI kalau tidak salah adalah untuk
menalangi
kerugian akibat kalah kliring Bank" tersebut (CMIIW).. Besarnya kira" 140an
trilyun
rupiah.. Kurang jelas apakah penjaminan termasuk dalam BLBI atau di luar
itu?

Di luar BLBI ada lagi yang disebut dengan Dana Rekap Perbankan yang besarnya
kira" 430.4 trilyun rupiah.. Dalam diskusi tersebut disebutkan bunganya saja
60 trilyun rupiah per tahun - DITANGGUNG DALAM APBN.. dengan rata" 200 juta
rakyat Indonesia, setiap orang (termasuk bayi yang baru lahir) menanggung
hutang
30 juta rupiah per tahun.. kalaupun penduduk Indonesia mencapai 300 juta
orang,
besar hutang yang harus ditanggung adalah 20 juta rupiah per tahun..
SELAMA +/- 25 TAHUN (s/d 2033)..

Intinya, seluruh rakyat (saya, anda dan termasuk tukang sayur, penjual pecel
dll)
harus menangggung beban atas kesalahan dan kejahatan sedikit
orang/konglomerat
hitam dan ORBA (termasuk anak" Eyang dan kroninya).. Sayangnya, hal ini
tidak
disampaikan secara terbuka pada publik/rakyat.. karena dapat menyebabkan
kemarahan rakyat.. yang harus menanggung itu semua.. padahal mereka yang
menikmati dana tersebut semakin kaya dan (tetap) masuk daftar orang terkaya
di dunia..

Padahal dengan beban sebesar itu harusnya dana puluhan trilyun per tahun
tersebut
dapat dipergunakan untuk menanggulangi kemiskinan dan pembiayaan pendidikan
yang terjangkau (gratis?) bagi seluruh rakyat..

Nyatanya, beberapa kali pergantian presiden, penanganan BLBI tidak memberi
harapan
yang menggembirakan.. bahkan hingga saat ini, Presiden sendiri tidak hadir
dalam
rapat interpelasi di DPR, kemarin.. sebagai fatsoen politik dan niat baik
penanganan
kasus BLBI dan Dana Rekap perbankan yang ratusan trilyun rupiah tersebut..

Maaf kalau ada yang salah".. maklum celetukan dan sharing orang awam.. :-)
CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

2008/2/13 silvester gultom <[EMAIL PROTECTED]>:

>   Dear militia
>
> adakah diantara teman-teman yang bisa memberi penjelasan dalam bahasa yang
> sangat
> sederhana tapi tidak menghilangkan substansi masalah tentang asal muasal
> dan duduk
> perkaranya sampai sekarang tentang apa itu BLBI, sehingga ibu dan tetangga
> saya
> serta penjual pecel dekat rumah saya ngerti.
>
> alexander
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke