Akhir akhir ini, masyarakat kita semakin berada pada posisi dan daya tawar yang 
lemah, khususnya dalam hal ekonomi. Di Media kita baca bahwa pertumbuhan 
ekonomi sedang mengalami kebangkrutan, tidak stabil dan berbagai komentar 
negative lainnya. Disisi lain, ada yang mengatakan bahwa ekonomi Aceh 
sebenarnya sedang mengalami peningkatan yang berarti, meskipun terkadang ada 
banyak hal yang terkait dengan aspek peningkatan
 ekonomi yang kemudian juga tidak bisa diselesaikan
 secara ‘sim salabim’ untuk kembali pada posisi yang menguntungkan atau paling 
tidak stabil (normal). 

 Pertumbuhan ekonomi belakangan ini seringkali diterjemahkan oleh para elit 
sebagai bentuk dari penanaman modal asing, swastanisasi asset nasional dan 
ekspor impor. Sedikit sekali ada pemikiran bagaimana agar masyarakat kita-- 
khususnya di kalangan akar rumput-- betul betul bisa merasakan adanya
 geliat peningkatan pendapatan, mandiri dan tidak bergantung pada pola 
pendekatan peningkatan ekonomi ‘tradisional’. 

 Oleh karena itu, perlu digali potensi karifan dan kesederhaaan budaya lokal 
setempat, yang kemudian bisa menjadi basis pendekatan pembangunan ekonomi 
masyarakat yang kuat, mandiri dan berkelanjutan. Akan tetapi ini saja tentu 
belum cukup.Kita semua perlu tahu bagaimana sebenarnya dinamika, prospek dan 
tantangan membangun sistem ekonomi yang berbasisikan kearifan lokal di berbagai 
daerah lain di Indonesia. Hal yang positif tentunya bisa menjadi refleksi dan 
barangkali bisa disesuaikan dengan kondisi ke-Acehan yang juga unik dan punya 
kekhasan tersendiri. 

 Oleh karena itu, untuk menggali lebih jauh permasalahan ini, Aceh Institute 
mengundang bapak/ibu/rekan-rekan wartawan dan masyarakat umum untuk hadir dalam 
acara Diskusi Publik Aceh Institute pada  Jum’at, 15 Februari 2008  pukul 
16.45-18.30 dengan tema:   

    " PEMBANGUNAN EKONOMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL (LOCAL GENIUS): PROSPEK DAN 
TANTANGAN"
  

NARA SUMBER
 1. Muh. Adlin Sila  (Peneliti Litbang Depag RI)
 2. Israk Ahmadsyah, B.Ec, M.Ec, M.Sc (Dosen Fakultas Syariah IAIN  Ar-Raniry  
dan Alumnus Business School, University of Birmingham, United Kingdom)
 
 TEMPAT 
Bale Seumikee , Kantor Aceh Institute,
 
 Contak person acara: 
Saiful Akmal
 Tim Analis Aceh Institute
 Mobile : 085260690800

->Diskusi terbuka untuk umum.
 
                             ACEH INSTITUTE - 
                  Jl Sultan Iskandar Muda 
                  No.SK III/12 Punge 
                  Blang Cut Banda Aceh 23234 
                  Phone/Fax +62-651-41682, 
                  Phone2:+62-651-7400185 
                  Email:                  [EMAIL PROTECTED]   
                  web:                  http://www.acehinstitute.org            
  

Aceh Institute juga mengundang masyarakat umum untuk menuangkan pemikiran dalam 
bentuk opini ilmiah populer. Karya kirim ke:
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] 
Sertakan No. Rekening, foto close up (beberapa pilihan) dan data diri lengkap.
              
       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke