Jakarta(13/02/08): Setelah melalui serangkaian prosedur pencalonan, termasuk Musyawarah Kebangkitan (MUSKIT) PKB Jawa Tengah, Team Poppy Dharsono melakukan konfrensi Pers, bertempat di Alun-alun, Grand Indonesia (13/02). Konferensi Pers ini dihadiri beberapa anggota inti team Poppy Dharsono, antara lain; Bambang Warih, Endang S.Thohari, dan beberapa unsur dari Aktivis mahasiswa, gerakan buruh, Tani, dan lain-lain. Dalam konfrensi Pers ini, Poppy Dharsono menyampaikan beberapa hal menyangkut pencalonannya sebagai kandidat gubernur Jateng lewat kendaraan PKB, kendala-kendala yang dihadapi dalam proses Muskit, hingga target-target politik team Poppy Dharsono paska Muskit.
"Setelah 30 tahun lamanya saya bekerja, termasuk didalamnya terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial, muncul dorongan dari teman-teman, khususnya Risal Ramli, untuk mendorong saya masuk dalam system (pemerintahan), agar bisa berbuat lebih banyak." Ungkap poppy. "Saya kemudian menerima tawaran itu, selangjutnya memilih Jawa Tengah. Kenapa Jawa Tengah? Karena Jawa Tengah sampai saat ini masih masuk dalam kategori 10 propinsi termiskin di Indonesia." tandasnya. Lebih lanjut, Poppy menyatakan bahwa satu-satunya jalan untuk mewujudkan hal tersebut tak lain harus lewat kendaraan partai politik. Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) kemudian menjadi kendaraan politik yang dipilih oleh Poppy, alasannya; PKB adalah partai modern dan terbuka, partai pro gender, partai pro-hijau (lingkungan), anti money politik, dan Gusdur, salah satu tokoh PKB merupakan tokoh yang sangat pluralis. "Saya tahu bahwa system ini tidak sehat, tetapi jalan itu tetap harus dilalui, saya bersama kawan-kawan sudah bertemu dengan gusdur dan mendengar petunjuk-petunjuk beliau." Jelas Poppy. "Hingga sekitar beberapa bulan yang lalu, saya sudah menangkap tanda-tanda akan kalah, tetapi saya tetap membulatkan tekad untuk maju, kendati calon-calon yang lain semuanya mengundurkan diri (5 orang Cagub mengundurkan diri pra-MUSKITred), saya tidak boleh kalah diluar arena." ungkap Poppy dengan legowo. Menurut Poppy, pengalaman mengikuti Muskit telah memberikan pengalaman langsung; bagaimana sistem kepartaian kita tidak sanggup mengakomodir calon-calon yang dikehendaki oleh rakyat. Kebanyakan konvensi konvenasi pencalonan partai hanyalah bentuk formal saja, padahal sebenarnya mereka sudah punya calon yang diberikan assessment. Dalam hal Muskit, kelihatan sinyalemen keberpihakan kepada calon-calon tertentu tanpa memperhatikan program-program yang ditawarkan. Hal ini kelihatan dari wacana-wacana di elit PKB Jawa tengah, seperti kata-kata "Pemimpin kita adalah yang kuat, bukan yang pintar dan kaya.", "Tidak perlu seorang pemimpin dilihat dari visi dan misinya". "kalau sudah seperti ini, untuk apa ada Muskit?" tegas poppy. Berdasarkan surat DPW PKB No:834/DPW-02/A.1/II/2008 tentang permohonan rekomendasi penetapan cagub dan cawagub DPW PKB Jawa tengah, dinyatakan bahwa Agus Suyitno(AS) telah menggungguli Poppy dengan peroleh nilai 2775:908. Dengan hasil ini, team Poppy Dharsono tidak akan berhenti berjuang karena tuntutan menjadi calon gubernur jateng saat ini, muncul dari dukungan dari sekitar 104.000 orang (basis real) pendukung Poppy yang suaranya tidak akan bergeser kepada calon lain. Berdasarkan informasi dari seorang anggota team PD, yakni Lalu Hilman Afriandi, basis pendukung Poppy Dharsono di Jawah Tengah akan bergerak memperjuangkan kemungkinan realisasi calon independen dalam Pilkada Jawa Tengah. "berbagai kelompok gerakan di Jawa Tengah saat ini; aktivis buruh, tani, mahasiswa dan kaum miskin kota, sedang menyiapkan bentuk aksi massa untuk mendesak KPUD-KPUD mensyahkan Calon Independen dalam pilkada yang digelar Juni nanti." Ungkap Lalu Hilman. Menurut Lalu Hilman, kendati Calon Independen masih terus dijegal oleh Partai-partai politik, namun sebuah gerakan rakyat yang sudah muak dengan birokratisme dan kebusukan partai politik lama akan melakukan gerakan bersama dengan calon-calon independent di berbagai daerah, untuk mendesakkan pengesahan Calon Independen dalam Pilkada. Lebih lanjut, Lalu Hilman mengatakan "kita tidak boleh membiarkan system politik yang tidak mengakomodir kepentingan rakyat terus-menerus eksis dan merusak demokrasi." Tapi yang terpenting menurut Poppy adalah bahwa "rakyat harus disadarkan bahwa system kepartaian sekarang tidak memungkinkan pemimpin yang berpihak kepada rakyat." Dan selanjutnya Poppy menyatakan; "kita (team poppy) di dukung oleh rakyat, organisasi massa, juga didukung oleh team ahli yang siap untuk bekerja membangun industri Jawa tengah. Pemberdayaan ekonomi masyarakat akan dilakukan dengan system ekonomi kerakyatan, yakni mendorong maju unit usaha/UMKM dengan pemberian kredit model "Grameen Bank.". Problem kemiskinan yang dialami oleh kaum tani, hanya akan terselesaikan jika dijalankan industrialisasi pertanian; memberikan modal, technology modern dan massal bagi petani. "Saya akan menggunakan sisa hidup saya untuk berbuat (bekerja) untuk kepentingan rakyat, karena selama ini memang kita sudah tercerabut dari alam, sehingga pemimpin juga terpisah dengan rakyatnya." Ujar Poppy diakhir wawancaranya. (Rh). buka link addres kami disini:http://poppydharsono.com/index2.php?pilih=lihat&id=72/%22 [Non-text portions of this message have been removed]

