From: "khairul rizal" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, February 13, 2008 9:54 AM
Subject: [Oil&Gas] Lapangan Migas Raksasa di Aceh-Harus hari2 dan kritis
menyikapi berita ini

 > Harus hati-hati dan kritis menyikapi berita ini.
 >
 > Fw. dari teman di BPMIGAS.....
 >
 > Beberapa hal dari berita itu yang perlu dikritisi.
 >
 > Yang baru teridentifikasi hanya terumbu2 yang belum diketahui umurnya,
 > katakanlah terumbu ini berumur Miosen Awal-Miosen Tengah mengacu kepada
 > terumbu yang menjadi objektif di Cekungan Sibolga sebelah selatan, di
 > dekat wilayah survey BPPT-BGR ini. Terumbu2 ini pernah dieksplorasi 
Union Oil
 > dan Caltex pada tahun 1970-an dan akhir 1980/awal 1990 dan telah dibor 
(Suma,
 > Singkel, Ibu Suma) menghasilkan gas biogenik non-komersil.
 >
 > Terumbu2 ini hanya didapat dari survey geomarin yang punya jarak lintasan
 > 60 km. Prospek/lead apa yang bisa diidentifikasi dengan space seismik 60 km?
 > Yang namanya prospek ia harus diidentifikasi oleh jarak lintasan seismik
 > <5 km.
 >
 > Mengapa menganggap terumbu2 ini sebagai lapangan minyak ? Keberadaan
 > terumbu tak mengindikasi keberadaan lapangan minyak. Keberadaan bright 
spot pun
 > tak otomatis mengindikasi keberadaan gas column. Banyak brightspot sebagai
 > akibat kontras impedansi litologi saja, dan telah banyak perusahaan
 > tertipu oleh hal ini. Sumur terdalam dan terjauh di Makassar Strait 
dibor mengejar
 > brightspot semacam ini, ternyata hanya kontras impedansi litologi akibat
 > lapisan tuf di tengah lempung.
 >
 > Cara perhitungan sumberdaya/cadangan sangat kasar, hanya mengalikan BRV
 > (bulk rock volume) dengan porositas; padahal kita tahu bahwa untuk sampai
 > ke angka sumberdaya si BRV harus dipotong oleh N/G (net to gross), dipotong
 > lagi oleh porositas, dipotong lagi oleh Sw (saturasi air) atau Shc
 > (saturasi HC), lalu dibagi oleh FVF (formation volume factor). Kalau mau 
menghitung
 > terkurasnya berapa harus banyak dipotong lagi oleh RF (recovery factor).
 > Kalau hanya menghitung sumberdaya dengan mengalikan BRV dengan porositas,
 > maka yang dihitung hanyalah ruang pori, bukan hidrokarbon.
 >
 > Mengapa mesti minyak ? Sibolga Basin dan semua cekungan muka busur di
 > Sumatera-Jawa terkenal punya termal yang dingin (HFU <1.5; GG < 2 C/100
 > feet), kecuali Bengkulu Basin yang sedikit lebih panas; maka wajar saja
 > kalau Union Oil dan Caltex menemukan gas biogenik saja di terumbu besar
 > Singkel, Suma, Ibu Suma yang dibornya, padahal terumbu ini umurnya Miosen
 > Awal. Minyak butuh termal yang lumayan panas.
 >
 > Tak cocok menganalogikan terumbu2 temuan BPPT-BGR ini ke lapangan2 migas
 > di Arakan atau Mergui Terrace offshore Myanmar. Mereka bukan pada posisi
 > forearc basin, tetapi berlokasi di passive margin dengan delta Gangga di
 > teluk Benggala dan Delta Irawadi dengan Andaman Sea Floor Spreading. Belum
 > ada terbukti lapangan minyak/gas komersil di forearc basin.
 >
 > Gempa Aceh Desember 2004 menggeser source rocks sehingga mengeluarkan
 > panas dan mematangkan minyak adalah pernyataan yang menggelikan. Apakah 
kita
 > tahu pasti lapisan source rocks di situ apa, apakah ia tergeser gempa ? 
Source
 > rocks tak mengeluarkan panas, yang mengeluarkan panas adalah heat flow
 > dari mantel dan panas konduktif dari tumpukan sedimen. Taruhlah gempa 
membuat
 > sesar yang menghubungkan mantel dengan source rocks; tetapi harus diingat
 > bahwa heat flow di sini minimal karena di wilayah barat Sumatera terjadi
 > sel konveksi mantle downwelling yang membawa subduksi kerak samudera Hindia,
 > jadi terhubung ke mantel yang dingin percuma saja.
 >
 > Membandingkannya dengan sumberdaya lapangan2 di Arab sungguh tak sepadan,
 > membandingkannya bukan "apple to apple" sebab lapangan2 raksasa di Arab
 > memang sudah dihitung menurut kaidah perhitungan sumberdaya/cadangan dalam
 > perminyakan, bahkan membandingkannya dengan lapangan Bayu Urip pun tak
 > sepadan.
 >
 > Tetapi, tak salah kalau BPPT/BGR mau menindaklanjuti temuan ini. Tetapi,
 > pikirkanlah aspek2 negatifnya juga; dan sebaiknya berhati-hatilah
 > mengeluarkan pendapat yang bombastis ini ke publik, dasar ilmiahnya masih
 > sangat kurang, dan status evaluasinya masih teramat dini. Kalau sudah
 > terlanjur terlempar ke publik, lalu bagaimana ?
 >
 > Mimpi boleh, tetapi tak perlu ribut-ribut dulu ke mana2.
 >
 > Salam,
 > awang



At 07:11 AM 2/14/2008 -0800, you wrote:

>Teman-teman,
>
>Benarkah cadangan minyak baru ini lebih banyak dari
>milik Arab Saudi? Jika benar, mungkin ini "pertolongan
>Tuhan" untuk melepaskan diri dari belenggu utang dan
>kemiskinan (asal jangan banyak dikorupsi seperti
>selama ini!)... Mungkin ada teman ahli
>perminyakan/geologi yang bisa berkomentar!
>
>Satrio
>
>NB: Yang penting, jangan mengulang kebodohan,jangan
>serahkan ke tangan asing yang akan menguasainya,
>seperti kasus Freeport....!!!
>
>==============================================
>(dikutip dari milis Tahajjud)
>
>JAKARTA, SENIN, 11 Feb 2008 - Survey geologi dan
>geofisika kelautan yang dilakukan BPPT dan
>Bundesanstalt fur Geowissnschaften und Rohftoffe
>(Federal Institute for Geosciences and Natural
>Resources(BGR) Hannover Jerman) di perairan barat
>Sumatra pasca gempa tsunami 26 Desember 2004 menemukan
>potensi hidrokarbon yang besar di daerah cekungan
>busur muka (fone arc basin) perairan timur laut Pulau
>Simuelue, Nanggroe Aceh Darussalam.
>
>Menurut Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi SDA
>BPPT, Yusuf Surachman, jika melihat besarnya karbonet
>buildups yang ditemukan potensi hidrokarbon yang ada
>minimum mencapai 107,5 miliar barel dan maksimum
>320,79 miliar barel. "Ini masih potensi karena belum
>tentu cekungan tersebut berisi minyak atau gas di
>dalamnya. Banyak faktor yang memengaruhi, bisa
>ketebalan sedimen di atasnya, adanya patahan akibat
>gempa, atau hal lainnya," kata dia.
>
>Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya
>Alam BPPT Yusuf Surahman mengatakan, Survei BPPT
>bersama Bundesanspalp fur Geowissnschaften und
>Rohftoffe (BGR Jerman) itu menemukan kawasan perairan
>yang di dalam buminya diperkirakan terkandung migas
>107,5 hingga 320,79 miliar barel. Lapangan migas
>tersebut terletak di daerah cekungan busur muka atau
>fore arc basin perairan timur laut Pulau Simeuleu,
>Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). "Kandungan migas itu
>luar biasa besar," ujar Yusuf di Kantor BPPT Jakarta
>kemarin (11/2).
>
>Sebagai perbandingan untuk menunjukkan besarnya
>kandungan migas di Aceh tersebut, Yusuf menyebutkan,
>saat ini cadangan terbukti di Arab Saudi mencapai
>264,21 miliar barel atau hanya 80 persen dari
>kandungan migas di Aceh. Sementara itu, cadangan
>Lapangan Banyu Urip di Cepu diperkirakan hanya 450
>juta barel. Lapangan migas dapat dikategorikan raksasa
>atau giant field jika cadangan terhitungnya lebih dari
>500 juta barel.
>
>Potensi hidrokarbon ini, seperti dikemukakan Kepala
>BPPT, Said D Jennie, di Jakarta, Senin (11/2),
>diketahui dengan ditemukannya struktur geologi yang
>berhubungan dengan keberadaan hidrokarbon, yaitu
>struktur depocente sebagai tempat produksi
>hidrokarbon, karbonet buildups sebagai reservoir serta
>bright spot yang mengindikasikan keberadaan gas.
>
>Hal ini juga ditegaskan oleh ahli geologi perminyakan
>Andang Bachtiar bahwa temuan ini masih merupakan
>indikasi awal besarnya sumber daya migas di perut bumi
>Indonesia.
>
>Untuk selanjutnya, BPPT telah menyiapkan satu kapal
>riset yang dilengkapi alat khusus steismik untuk
>melakukan penelitian lebih lanjut dan telah meminta
>kepada pemerintah untuk mengamankan daerah perairan
>barat Aceh tersebut.
>
>Kalau dikatakan kurang dana untuk eksplorasi (untuk
>penelitian aja butuh sekitar USD 450 juta, katanya..)
>belum peralatan sampai dapat produksi adalah
>alasan,kenapa tidak kita pakai aja cadangan devisa
>kita yang "mencapai" USD 55,5 Miliar, sisihkan aja USD
>5 Miliar untuk eksplorasi jika penelitian cadangan
>kandungan Migas tersebut benar.
>Dan kalau sudah produksi hasilnya bisa dinikmati...
>
>Yang perlu dijaga adalah untuk kepentingan nasional
>agar Indonesia dapat bangkit dari keterpurukan,
>hendaknya potensi migas ini hanya dikelola oleh
>Pertamina saja tanpa campur tangan asing (terutama
>Amerika).
>==========================
>
>Satrio Arismunandar
>Producer "Jika Aku Menjadi" (tayang tiap Minggu, pukul 18.00 WIB) -
>News Division, Trans TV, Lantai 3
>Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
>Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026, Fax: 79184558, 79184627
>
><http://satrioarismunandar6.blogspot.com>http://satrioarismunandar6.blogspot.com
>http://satrioarismunandar.multiply.com
>
>"Ungkapkanlah kebenaran itu, meskipun pahit" (Hadist Nabi)
>
>__________________________________________________________
>Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
><http://www.yahoo.com/r/hs>http://www.yahoo.com/r/hs
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke