Kepada teman teman, saya mohon maaf sebelumnya karena terpaksa harus
menanggapi diskusi yang bernada sara ini sebagai hak jawab. Semestinya
moderator dapat bersikap fair dalam menampilkan email yang dipandang
tidak etis, Namun kalau sudah terlanjur menampilkan, sebagai tanggung
jawabnya moderator semestinya juga memberikan hak jawab kepada pihak
lain yang didiskreditkan. Tampil tidaknya email tanggapan ini
membuktikan seberapa jauh kualitas dan etika dari sang MODERATOR.
Mohon sekiranya pemilik email [EMAIL PROTECTED] belum puas dengan
tanggapan ini, bisa di lanjutkan di milis lain yang memang bertopik
lebih bebas.
Bahwasannya Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes adalah kitab
kesaksian dari manusia (bukan buatan Tuhan) yang sudah semestinya akan
disertai kesalahan-kesalahan sebagai akibat ketidaksempurnaan manusia
didalam menceritakan ulang karya karya Tuhan dimuka bumi. Meskipun
begitu, kesaksian tersebut fokus menunjukkan kesaksiannya bahwasannya
karya keselamatan tersebut hadir dalam diri Yesus.
Kalau betul Quran merupakan wahyu, pastilah tidak akan terdapat
berbagai kesalahan bahasa, karena Tuhan itu sempurna adanya dan
FirmanNya juga sempurna adanya, sehingga semestinya Quran sempurna adanya.
Pada Quran sering dijumpai kalimat :
* Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang. (QS. 1:1)
* Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, (QS. 1:2)
* Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. 1:3)
* Yang menguasai hari pembalasan. (QS. 1:4)
* Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah
kami mohon pertolongan. (QS. 1:5)
* Tunjukilah kami jalan yang lurus, (QS. 1:6)
* (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni'mat
kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula
jalan) mereka yang sesat. (QS. 1:7)
Dari situ jelas bahwa Quran bukanlah wahyu , karena si pembuat Quran
masih memiliki kedudukan yang lebih rendah dari yang di puji seperti
dalam kalimat tersebut diatas. Kalimat tersebut merupakan bukti
bahwasanya Quran adalah buatan manusia yang memang memiliki kedudukan
lebih rendah dari Tuhan dan memang selayaknya memuji dia. Karena Tuhan
yang maha Kuasa adalah yang tertinggi stratanya dan tidak mungkin
berkalimat memuji Tuhan yang yang lain lagi.
Berikut ini adalah kesalahan Quran yang menunjukkan kata Kami sebagai
pengganti majemuk dari Tuhan yang mengindikasikan Tuhan yang tidak esa.
AL-QUR'AN SURAT 15 (Al-Hijr)
* (15:19) Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya
gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
* (15:20) Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi
keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk
yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.
* (15:21) Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah
khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang
tertentu.
* (15:22) Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan
(tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri
minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang
menyimpannya.
* (15:23) Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan
dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.
Sepertinya masih banyak lagi ayat yang menggunakan kata Kami.
Selamat merenungkan kembali.