http://www.antara.co.id/arc/2008/2/14/its-miliki-profesor-matematika-pertama/

ITS Miliki Profesor Matematika Pertama

Surabaya (ANTARA News) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya 
kini memiliki profesor (guru besar) matematika yang pertama, yakni Prof Dr 
Basuki Widodo MSc.

"Jurusan Matematika sudah ada sejak tahun 1965, tapi belum punya profesor 
sampai saya mendapat SK guru besar pada 1 September 2007," katanya di Surabaya, 
Kamis.

Profesor termuda di ITS kelahiran Surabaya pada 5 Juni 1965 itu merupakan pakar 
permodelan dan simulasi matematika.

"Saya menghitung sifat-sifat fisis suatu benda, kemudian dibuatkan model untuk 
mengetahui pola sifatnya," kata guru besar ke-10 di Fakultas MIPA ITS.

Ia mengatakan permodelan matematika yang dibuatnya sudah aplikatif pada bidang 
perkapalan, kelautan, pertahanan, kedokteran, teknologi pangan, hingga 
pertanian.

"Untuk bidang pertahanan dan keamanan, saya sudah model dan model itu sudah 
saya rancang dalam sebuah software bernama Stealth Profiler," kata guru besar 
ke-64 di ITS Surabaya itu.

Menurut Kepala Jurusan (Kajur) Matematika itu, software yang dibuat sejak tahun 
2006 itu dikenal sebagai RCS (Radar Cross Section) yang mampu mendeteksi 
stealth atau unsur siluman sebuah benda.
"Kalau software itu dipasang atau diintegrasikan pada radar sebuah kapal akan 
membuatnya tak terdeteksi oleh radar dari kapal lain, karena bentuknya 
mengalami dispersi (penyebaran) menjadi bukan seperti kapal lagi," katanya.

Selama ini, katanya, RCS itu banyak macamnya, diantaranya CADRCS, EPSILON, dan 
RadBase, namun RCS buatannya merupakan software asli yang tidak mengadopsi 
software serupa yang sudah ada.
"Selama ini, kita masih belum bisa menghitung tingkat stealth suatu benda, 
sehingga pejabat kita mudah dimanipulasi pihak asing," katanya.

Misalnya, katanya, teknologi stealth yang digunakan kapal nelayan asing sudah 
sangat canggih, sehingga mereka sering lolos dari pantauan radar milik 
Indonesia, karena tingkat penghitungan "stealth" (ukuran siluman) mereka jauh 
lebih tinggi ukurannya.

"Dengan software yang saya buat, tingkat siluman sebuah benda dapat dibaca, 
sehingga kita takkan kecolongan lagi. Saya pernah menghitung tingkat stealth 
tenda, kapal selam, pesawat, hingga orang," katanya.

Ia menambahkan permodelan untuk bidang perkapalan itu dapat dilakukan untuk 
bidang lain, seperti penghitungan angka kematian ibu melahirkan, jenis tanaman 
yang paling efektif menyerap CO2, dan perilaku hama kedelai.

"Riset terhadap tanaman kedelai jenis wilis yang dilakukan mahasiswa yang saya 
bimbingan pada 2007 mampu menghitung hama kedelai sekaligus menemukan solusi 
cara pengendalian hama kedelai tersebut tanpa proses kimiawi," katanya.(*)


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke