Dengan postingan babah Honggie ini, kesan ku kalau di Indonesia itu tidak ada 
orang yang jujur dan adil ,....dengan kabaran ini lenyap bak embun ditelan 
sinar matahari.
   
  Aku merasa terharu dengan sikap Pak Susno ini. Ungkapannya yang menilai 
statusnya sebagai Kapolda dan dengan gamblang dan mudah dimengerti chalayak 
umum,  memberikan acuannya demi membangun mulai, dari dirinya kemudian satuan 
dan sektornya ,benar2 sangat mengharukan berbarengan sangat menggembirakan. 
Tidak cuman aku yang harus gembira tapi juga rakyat Jakarta dan Indonesia pada 
umumnya ,semuanya. Yang menggembirakan yalah bahwa beliau memberikan death 
line-nya agar praktek korupsi di-achiri dalam tempo beberapa bulan mendatang.
   
  Ngak ada pejabat yang berani bilang akan menuntasin korupsi mulai dari 
dirinya dan institusinya, dari atas terus kebawah. Jangan bawahan diminta stop 
korupsi tapi penggede acuh tak acuh dan tetap mau dapat setoran. Dari itu aku 
sudah katakan , korupsi harus diberantas, diberantas mulai dari atas, dengan 
cara melepaskan diri dari moral ber-korupsi ria.
   
  Tapi aku disamping gembira juga chawatir akan sikap dan kedudukan Pak Susno 
ini. Sampai berapa lama beliau bisa bertahan dalam lingkungan para penyamun 
para korupstor yang berjibun di Indonesia. Apakah nantinya beliau tidak malah 
dimusuhi dan berachir di desak keluar atau di mutasi ke daerah lain? Kalau 
tidak salah kayaknya Pak Hugeng tempo hari dan Ali Sadikin juga, kena geser 
karena sikapnya yang se-olah2 menentang arus air (perkorupsian ria).
   
  Aku harapkan Pak Susno akan berhasil dalam usahanya membrantas korupsi dan 
jangan rakyat banyak di bikin kecewa.
  Achirnya ada juga seorang penggede yang punya sikap terhormat ini. Semoga 
banyak yang akan miniru Pak Susno ini. Dan mudah2an jawabannya pak Susno ini 
bukan cuman nato dan ber kwalitas retorika dan bernada populist melulu. Tapi 
terus terang baru satu kali ini aku dengar ungkapan seorang penggede yang 
sederhana, gamblang dan mudah dimengerti oleh orang banyak, tidak neko2, bravo 
Pak Susno.
   
  Harry Adinegara
  

Yap Hong Gie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          ---------- Forwarded message ----------
From: Budi Rianto Halim <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Feb 15, 2008 12:39 PM
Subject: KABAR GEMBIRA DARI Kapolda Jabar " Jangan Pernah Setori Saya "
To: Rachmad Andika <[EMAIL PROTECTED]>, Hong-Gie Yap 
<[EMAIL PROTECTED]>, Djoko Susetio <[EMAIL PROTECTED]>, Destrian 
<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], Adrianus Tato 
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

Kapolda Jabar Irjen Pol. Susno Duadji,
"Jangan Pernah setori Saya"

Pikiran Rakyat, Edisi 10 Februari 2008

RABU (30/1) lalu, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Susno Duadji, S.H., M.Sc., 
mengumpulkan seluruh perwira di Satuan Lalu Lintas mulai tingkat polres 
hingga polda. Para perwira Satlantas itu datang ke Mapolda Jabar sejak pagi 
karena diperintahkan demikian. Pertemuan itu baru dimulai pukul 16.00 WIB.

Dalam rapat itu, kapolda hanya berbicara tidak lebih dari 10 menit. Meski 
dilontarkan dengan santai, tetapi isi perintahnya "galak" dan "menyentak". 
Saking "galaknya", anggota Satlantas harus ditanya dua kali tentang kesiapan 
mereka menjalani perintah tersebut.

Isi perintah itu ialah tidak ada lagi pungli di Satlantas, baik di lapangan 
(tilang) maupun di kantor (pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan lainnya). "Tidak 
perlu ada lagi setoran-setoran. Tidak perlu ingin kaya. Dari gaji sudah 
cukup. Kalau ingin kaya jangan jadi polisi, tetapi pengusaha. Ingat, kita 
ini pelayan masyarakat. Bukan sebaliknya, malah ingin dilayani," tutur pria 
kelahiran Pagaralam, Sumatera Selatan itu.

Pada akhir acara, seluruh perwira Satlantas yang hadir, mulai dari pangkat 
AKP hingga Kombespol, diminta menandatangani pakta kesepakatan bersama. Isi 
kesepakatan itu pada intinya ialah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat 
yang tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya.
Susno memberi waktu tujuh hari bagi anggotanya untuk berbenah, menyiapkan, 
dan membersihkan diri dari pungli. "Kalau minggu depan masih ada yang nakal, 
saatnya main copot-copotan jabatan," kata suami dari Ny. Herawati itu.

Pernyataan Susno itu menyiratkan, selama ini ada praktik pungli di 
lingkungan kepolisian. Hasil pungli, secara terorganisasi, mengalir ke 
pimpinan teratas. Genderang perang melawan pungli yang ditabuh Susno tidak 
lepas dari perjalanan hidupnya sejak lahir hingga menjabat Wakil Kepala 
PPATK (Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan). PPATK adalah sebuah 
lembaga yang bekerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) 
menggiring para koruptor ke jeruji besi.

Berikut petikan wawancara wartawan "PR" Satrya Graha dan Dedy Suhaeri dengan 
pria yang telah berkeliling ke-90 negara lebih untuk belajar menguak 
korupsi.

Apa yang membuat Anda begitu antusias memberantas pungli atau korupsi?

Saya anak ke-2 dari 8 bersaudara. Ayah saya, Pak Duadji, bekerja sebagai 
seorang supir. Ibu saya, Siti Amah pedagang kecil-kecilan. Terbayang ¢kan 
betapa sulitnya membiayai 8 anak dengan penghasilan yang pas-pasan. Oleh 
karena itu, saat 







                         

       
---------------------------------
Get the name you always wanted with the new y7mail email address.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke