Salam,

Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah ikut berjuang menyampaikan aspirasi 
Delegasi PPI-India di KIPI 2007 mengenai kebijakan positif yang diperoleh dari 
pengalaman kami selama studi di India untuk diterapkan di bumi pertiwi. Semoga 
kebijakan "Buku Murah Bermutu" ini dapat segera direalisasikan pada sektor 
pendidikan di tanah air. 

Maju terus OISAA!

Hormat Kami,

Pan Mohamad Faiz
Ketua Umum DP PPI-India


=======
Lampiran
=======

19/02/08 17:26
Indonesia Ikuti Jejak India Sediakan Buku Murah Bermutu
Sumber: 
http://www.antara.co.id/arc/2008/2/19/indonesia-ikuti-jejak-india-sediakan-buku-murah-bermutu/
 

Brisbane (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia mengikuti jejak India dalam 
penyediaan buku murah bermutu bagi masyarakatnya, ditandai dengan keputusan 
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengupayakan ketersediaan buku murah 
melalui laman (situs) Depdiknas.

"Depdiknas menyediakan buku murah itu dengan membeli copy right (hak cipta)-nya 
sehingga siapa saja boleh membajaknya," kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI 
di KBRI Canberra, Dr. R. Agus Sartono, MBA dalam penjelasannya kepada ANTARA, 
Selasa.

Upaya ini dimaksudkan untuk menghilangkan monopoli pengadaan buku yang selama 
ini telah mengakibatkan mahalnya harga buku, katanya sehubungan dengan upaya 
pemerintah menggenjot mutu dan pemerataan pendidikan.

"Keputusan (Depdiknas) ini sekaligus merespon masukan dari Konferensi 
Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) 2007 di Sydney September 2007 lalu agar 
pemerintah belajar dari India dalam penyediaan buku murah," katanya. 

Agus Sartono menjelaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri menyambut 
baik keputusan Depdiknas RI tentang pengadaan buku-buku murah yang dapat 
diakses siapa saja, di mana saja, dan kapan saja melalui situs kementerian itu.

Dukungan Kepala Negara itu tercermin dalam arahannya di depan ratusan peserta 
Rembug Nasional Pendidikan 2008 di Jakarta 6 Februari lalu.

"Dalam arahannya Bapak Presiden menyampaikan bahwa pendidikan harus memenuhi 
tiga M yakni murah (affordable), mutu (quality) dan merata (accessible)... 
Presiden percaya bahwa hanya dengan ketersediaan buku yang murah, budaya 
mambaca dapat ditumbuhkembangkan," katanya.

Apa yang disampaikan Kepala Negara di Jakarta itu sejalan dengan tiga pilar 
kebijakan pendidikan nasional.

Ketiga pilar tersebut adalah perluasan dan pemerataan akses pendidikan, 
peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan, serta penguatan tata 
kelola, akuntabilitas dan citra publik pendidikan, kata Agus Sartono.

Selain itu, pendidikan pun harus bebas biaya bagi masyarakat miskin namun 
mutunya harus tetap tinggi dan merata di seluruh pelosok Tanah Air. Kondisi ini 
penting supaya bangsa Indonesia tidak menjadi bangsa yang lembek dan puas 
dengan standar mutu yang rendah sehingga daya saing menjadi lemah, katanya.

Mengenai langkah Depdiknas RI mengikuti jejak India dalam pengadaan buku-buku 
murah namun tetap mengedepankan mutu dan kemajuan ilmu pengetahuan itu, Agus 
Sartono mengatakan, KIPI 2007 di Sydney sudah merekomendasikan hal ini.

Ketersediaan buku-buku bacaan dan literatur internasional terbaru dengan harga 
murah itu akan sangat mendukung upaya pemerintah dan masyarakat meningkatkan 
minat baca anak-anak dan pelajar di Tanah Air.

"Dalam hal ini, India adalah salah satu contoh negara yang berhasil dalam 
penyediaan buku-buku dan literatur berharga murah ini. Melalui publisher 
(penerbit) internasional yang bekerja sama dengannya, India mencetak buku-buku 
referensi asing di dalam negeri dengan harga yang murah. Hal ini tentu sangat 
mendukung upaya meningkatkan minat baca anak anak dan pelajar," katanya.(*)


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke