http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8208


TNI RAMPUNGKAN LATIHAN GABUNGAN PASUKAN KHUSUS DI BATAM


Batam, Tentara Nasional Indonesia (TNI) merampungkan latihan gabungan 200 
personel Detasemen Bravo, Pasukan Khas (Den Bravo Paskhas, TNI AU), Detasemen 
Jala Mengkara (Den Jaka, Marinir TNI AL) dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) 
TNI-AD, di Batam, Senin pagi. 

"Setelah latihan ini, pada bulan enam (Juni 2008) diselenggarakan latihan 
gabungan lebih besar lagi di Batam, di Natuna ( Kepulauau Riau), serta di 
Kalimantan Barat dan Sengata, Kalimantan Timur," kata Panglima TNI Jenderal TNI 
Joko Santoso, di kompleks VIP Bandara Hang Nadim, Batam. 

Latihan gabungan pasukan khusus TNI antara lain berupa penerjunan personel Den 
Jaka di tiga mil lepas pantai Kabil Batam pada Minggu tengah malam, dan 
penerjunan Den Bravo serta Kopassus di Bandara Hang Nadim pada Senin pukul 
04.00. 

Didampingi Komandan Kopassus Mayjen TNI Soenarko, Komandan Korps Marinir 
Brigjen TNI Djunaidi Djahri, serta Komandan Kopaskhas Marsma TNI Putu Sulatra, 
Panglima TNI mengatakan, peningkatan kerjasama pasukan-pasukan khusus, 
merupakan rangkaian latihan sejak 13 Februari yang diawali dengan geladi posko. 

Geladi posko di Cijantung, Jakarta, berupa perencanaan, pengambilan keputusan, 
prosedur hubungan komandan dan staf, latihan-latihan pendahuluan dan 
persiapan-persiapan operasi untuk merebut kembali pangkalan di Batam yang 
diskenariokan telah dikuasai musuh. 

Dalam pelaksanaan latihan, pasukan Den Jaka diterjunkan ke laut di malam buta 
guna menguasai Kabil sebagai pelabuhan strategis dan menjadi pangkalan bahan 
bakar. 

Pasukan Den Bravo dan Kopassus sebelum fajar, diskenariokan merebut kembali 
Bandara Hang Nadim sebagai pangkalan untuk pergerakan pasukan ke Natuna. 

Kepada wartawan yang menanyakan apakah ada pengintaian oleh pihak lain ketika 
TNI berlatih, Panglima mengemukakan, tidak ada laporan dari radar Komando 
Pertahanan Udara bahwa telah terjadi pengintaian oleh pesawat dari negara lain. 

Saat dua pesawat Hercules TNI AU dari ketinggian 6.000 kaki menerjunkan pasukan 
ke Bandara Hang Nadim pada pukul 04.00, nampak tiga pesawat melaju di kejauhan, 
akan tetapi menurut Panglima TNI, adanya pesawat yang terlihat melintas di 
Batam terjadi sehari-hari. 

"Di sini adalah wilayah tempat keluar masuk pesawat-pesawat terbang dari dan ke 
Singapura. Dengan Singapura, kita sudah ada kerjasama. Itu kehidupan 
sehari-hari," kata Panglima TNI. 

Latihan gabungan 13-18 Februari maupun pada Juni nanti, kata Panglima TNI, 
bukan untuk pamer kekuatan kepada negara lain melainkan merupakan 
kegiatan-kegiatan rutin sebab tentara di semua negara pun perlu melakukannya. 

Sumber : Antara


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke