http://www.tniad.mil.id/news.php?id=2477
IMPARSIALITAS KONTINGEN GARUDA XXIII B DIPUJI OLEH PANGLIMA UNIFIL
(Adshit Al Qusayr, 28/2) Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga)
XXIII-B yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon dinilai telah
memenuhi standar pasukan PBB yang profesional. Bahkan lebih dari itu, para
prajurit Garuda mendapatkan pujian karena kemampuannya mengaplikasikan prinsip
imparsialitas dalam kegiatan dan pelaksanaan tugasnya sehari-hari.
Fakta ini dipaparkan Duta Besar RI untuk Lebanon R. Bagas Hapsoro, SH, MA dari
hasil courtesy call ke Panglima (Force Commander) UNIFIL Mayjen Claudio
Graziano di Markas Besar UNIFIL di Naqoura, Lebanon Selatan beberapa hari yang
lalu kepada para perwira Satgas Konga XXIII B saat pertemuan di Markas
Kontingen Indonesia UN Posn 7-1, Adshit Al Qusayr, Rabu sore (27/2). Hadir juga
dalam pertemuan tersebut Staf bidang Politik KBRI untuk Lebanon Anindita Axioma
dan PBU Atase Pertahanan untuk Lebanon Mayor Sus M. Daryl Khaesory.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan akrab di ruangan
kantor baru Satgas Konga XXIII-B, Dubes RI memaparkan beberapa poin penting
yang disampaikan oleh Mayjen Graziano. Poin pertama, Graziano menyatakan adanya
kecenderungan meningkatnya tensi regional yang secara langsung maupun tidak
langsung berpengaruh terhadap misi UNIFIL di Lebanon Selatan. Akan tetapi
Graziano menegaskan, situasi dan kondisi tersebut tidak sedikit pun
menggoyahkan UNIFIL untuk tetap menjalankan amanat resolusi Dewan Keamanan PBB
Nomor 1701 demi tercapainya perdamaian yang permanen di wilayah misi, termasuk
didalamnya menjamin tidak adanya peredaran dan penggunaan senjata secara ilegal
oleh pihak-pihak yang bertikai. Kedua, Kontingen Indonesia dinilai telah
menunjukkan pada dunia Internasional bagaimana prinsip imparsialitas dapat
diaplikasikan dengan cara yang khas dan unik sehingga kehadiran Kontingen
Indonesia sebagai representasi UNIFIL dapat diterima
oleh kedua pihak yang bertikai, khususnya oleh Israel yang pada awalnya
menolak keras bergabungnya Indonesia ke dalam UNIFIL. Poin terakhir, Graziano
menyatakan kondisi politik negara Lebanon murni merupakan urusan dalam negeri
Lebanon sendiri. Namun, beliau juga berharap agar krisis politik yang
berlarut-larut saat ini dapat segera diakhiri karena bagaimana pun juga akan
berdampak ke wilayah Lebanon Selatan yang merupakan daerah misi UNIFIL.
Lebih lanjut, Dubes RI merasa sangat suprised terhadap perhatian Mayjen
Graziano terhadap Kontingen Garuda XXIII-B selama ini. Selain memuji prinsip
imparsialitas yang dijunjung tinggi oleh seluruh prajurit Indonesia, ternyata
Graziano amat memperhatikan kiprah yang dilakukan oleh Satgas ini setiap waktu.
Jenderal bintang dua dari Italia ini dengan lancar dapat menyebut
kegiatan-kegiatan apa saja yang selama ini dilakukan oleh Kontingen Indonesia
seperti medical assistance (pelayanan kesehatan), smart car (mobil pintar),
kursus komputer, kursus bahasa Inggris, pentas kesenian, renovasi pusat layanan
kesehatan maupun sumbangan generator listrik untuk orang jompo.
Kegiatan-kegiatan tersebut, tambah Graziano, merupakan hal yang sangat positip
karena tujuan utamanya memberikan bantuan moril dan pelayanan terhadap
masyarakat di sekitar area operasi namun di sisi lain ternyata juga membawa
dampak positip yang signifikan terhadap UNIFIL. Cara-cara
pendekatan khas seperti yang dilakukan oleh Kontingen Indonesia dewasa ini
maupun kontingen sebelumnya, diakui oleh Graziano ternyata sangat efektif dan
dapat diterima oleh masyarakat Lebanon Selatan.
Seusai pertemuan dengan para perwira Satgas, Dubes RI didampingi oleh Dansatgas
Letkol Inf A M Putranto, S.Sos berkesempatan mengunjungi Rumah Persahabatan
yang merupakan pusat kegiatan sosial masyarakat di daerah Deir Siriane dimana
renovasi rumah tersebut beberapa waktu sebelumnya dilakukan oleh Kontingen
Indonesia sendiri secara swadaya atas permintaan masyarakat setempat. Dubes
sangat terkesan dengan kreasi dan jerih payah prajurit Kontingen Garuda dan
berjanji akan berupaya membantu pelaksanaan program Rumah Persahabatan ini
agar lebih lancar dan lebih menarik.
Puas melihat-lihat Rumah Persahabatan, Dubes RI dan Dansatgas kembali ke UN
Posn 7-1 Adshit Al Qusayr untuk menikmati hidangan makan malam bersama dengan
seluruh perwira Satgas yang hadir. Usai acara makan malam, Dubes dan rombongan
meninggalkan Markas Konga XXIII-B tepat pada pukul 20.30 waktu setempat. (Papen
Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/UNIFIL)
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/