http://www.antara.co.id/arc/2008/3/6/indonesia-sumbang-dana-dan-pengalaman-untuk-program-idb/

Indonesia Sumbang Dana dan Pengalaman Untuk Program IDB

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia menyiapkan sumbangan dana dan pengalaman 
untuk turut berperan dalam program Islamic Solidarity Fund (ISDF) yang digagas 
oleh Islamic Development Bank (IDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 
mengatakan, ISDF adalah dana yang dibentuk oleh negara-negara Islam untuk 
program solidaritas seperti pengurangan kemiskinan.

Pada Kamis, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan dari Presiden 
IDB Ahmad Mohamed Ali beserta delegasi perwakilan IDB lainnya. Dalam pertemuan 
itu juga hadir mantan presiden Indonesia, BJ Habibie yang menjadi anggota 
komisi visi IDB di Indonesia.

Menkeu menjelaskan, ide untuk membentuk ISDF sudah muncul saat penyelenggaraan 
Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Umat Islam (KTT OKI) ke X di Kuala Lumpur, 
Malaysia, pada 2003.
Ide itu akan dibicarakan lebih lanjut pada KTT OKI ke-11 di Senegal pada 12 
Maret 2008 yang akan dihadiri Presiden Yudhoyono.

Negara-negara anggota IDB sudah berkomitmen untuk mengumpulkan dana 10 miliar 
dolar AS dalam program ISDF.
Namun, sampai saat ini dana yang baru terkumpul senilai 2,6 miliar dolar AS 
yang terdiri atas kontribusi negara-negara anggota sebesar 1,6 miliar dolar AS 
dan 1 miliar dolar AS dari IDB sendiri.
Indonesia, menurut Menkeu, akan berkontribusi dalam program ISDF tidak hanya 
dalam bentuk menyumbangkan dana, namun juga dengan memberikan pelatihan teknis 
karena Indonesia dinilai oleh IDB telah sukses melaksanakan beberapa program 
pemberantasan kemiskinan seperti kredit mikro.

"Kredit-kredit micro finance yang sudah jalan di Indonesia cukup dikenal secara 
internasional dan mungkin akan dipertimbangkan sebagai salah satu pola oleh 
ISDF ini untuk diadopsi dan diterapkan," tutur Sri Mulyani.

Pemerintah, lanjut Menkeu, sedang menghitung dana yang akan dikontribusikan 
dalam program ISDF baik dalam bentuk uang maupun pelatihan teknis.

Menkeu menjelaskan, program ISDF tidak memberikan dana secara langsung kepada 
negara-negara anggota yang membutuhkan, namun dalam bentuk investasi yang 
bunganya digunakan untuk program pengentasan kaum miskin.

"Salah satunya, seperti melakukan public private partnership pada tingkat 
penciptaan ekonomi rakyat, juga dalam bentuk pelatihan teknis untuk 
meningkatkan penciptaan lapangan kerja," jelasnya. (*)


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke