http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.06.14343613&channel=1&mn=9&idx=25
SBY-Ahmadinejad Akan Bahas Sanksi Iran
JAKARTA, KAMIS- Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Iran Mahmoud
Ahmadinejad sekitar tanggal 10-11 Maret mendatang akan melakukan pertemuan
kenegaraan. Kedua Kepala Negara akan membahas Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor
1803 yang memuat sanksi berat kepada Iran.
"Saya rasa soal resolusi DK PBB pasti akan dibahas dalam pertemuan kedua
pemimpin," kata Juru BIcara Kepresidenan, Dino Patti Djalal saat memberikan
keterangan pers di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (6/3).
Meski memastikan akan ada pembahasan tentang resolusi DK PBB tersebut, Dino
tidak berani mengupas apa saja yang akan disampaikan Presiden Yudhoyono
dihadapan Ahamdinejad. "Saya belum bisa menyampaikan apa yang akan disampaikan
Presiden Yudhoyono. Tapi yang jelas posisi Indonesia tidak akan berubah,"
ujarnya.
Lebih lanjut Dino mengatakan, Presiden Yudhoyono berharap dalam penyelesaian
masalah nuklir Iran, semua pihak terus mengedepankan dialog. Apalagi setelah
resolusi DK PBB, ada tawaran dialog antara three plus three. Adapun negara yang
masuk dalam dialog ini antara lain Jerman, Inggris, Prancis dan Cina, Rusia, AS
dengan Iran.
"Peluang untuk terus melanjutkan mencari solusi damai, yang bermartabat bagi
semua pihak itu dan debat itu masih terbuka dan kita menghimbau semua pihak
memanfaatkan jalur dialog untuk mencari peluang. Lebih dari itu, kita lihat
saja," urainya.
Dalam resolusi 1803 tahun 2008, DK PBB menjatuhkan sanksi terhadap Iran antara
lain penambahan larangan bepergian dan pembekuan aset-aset para pejabat Iran
yang terkait dengan program pengembangan nuklir serta menerapkan larangan
bepergian terhadap mereka yang terlibat banyak dalam aktivitas pengembangan
nuklir Iran. Larangan juga dikenakan pada perdagangan dengan Iran, berupa
produk-produk untuk
penggunaan militer maupun sipil dilarang untuk masuk Iran.
Tidak hanya itu, sanksi lain pun masih membekap Iran. DK PBB juga memberlakukan
pengawasan keuangan terhadap dua bank yang dicurigai terlibat dalam kegiatan
pengembangan nuklir. Semua negara diminta untuk berhati-hati memberikan
kredit, jaminan ataupun asuransi kepada mereka. Selain itu, inspeksi juga akan
dilakukan terhadap kapal-kapal yang dicurigai membawa barang-barang terlarang,
baik dari maupun ke Iran.
SBY Teken MoU
Kunjungan SBY ke Iran merupakan kunjungan balasan atas kehadiran Mahmoud
Ahmadinejad ke Indonesia beberapa waktu lalu. Pertemuan ini bukan pertemuan
kedua. Presiden Yudhoyono sempat bertemu dengan Ahmadinejad saat menghadiri KTT
G-8 dan Sidang Umum PBB di New York.
Selama di Iran, Presiden Yudhoyono menurut Dino akan pertemuan bilateral dengan
Presiden Iran Ahmadinejad dan pertemuan dengan Pemimpin Spitual Iran Ayatollah
Khamaeini. Ada pun permasalahan yang akan dibahas dalam pertemuan ini meliputi
kerja sama perdagangan, energi dan pertanian.
Selama di Iran, Presiden juga dijadwalkan menyaksikan penandatanganan MoU
antara lain di bidang pertanian, pendidikan, dan kepemudaan. "Tapi saya belum
ada detail mengenai hal ini, jadi belum bisa disampaikan, " paparnya.
Setelah dari Iran, Presiden Yudhoyono akan terbang menuju Senegal untuk
menghadiri KTT OKI ke-11 dengan tema The challenges the ummah in the 21st
century. Dalam sidang KTT OKI, Presiden akan menyempatkan diri melakukan
pertemuan dengan Pemimpin Sudan, Bangladesh, Presiden Palestina, PM Lebanon,
dan Raja Yordania. "Yang ingin dicapai dalam KTT OKI adalah untuk menyepakati
revisi piagam OKI," jelasnya.
Lebih lanjut Dino mengemukakan, Indonesia mengharapkan revitalisasi OKI dapat
membawa manfaat bagi peningkatan daya tanggap OKI dalam menjawab tantangan dan
isu2 yg menjadi kepentingan umat Islam dan juga sebagai wahana meningkatkan
kerja sama antar negara-negara anggota OKI. KTT OKI kali ini akan dihadiri
oleh delegasi 57 negara anggota.
Selepas dari Senegal, Presiden menuju Dubai dengan agenda khusus bertemu
investor-investor lokal maupun internasional pada 15-16 Maret.(Persda
Network/Ade Mayasanto)
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/