http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.06.18572582&channel=1&mn=15&idx=16

Wapres: Harga Gas Proyek Tangguh Harus Ditinjau Lagi

JAKARTA, KAMIS - Pemerintah akan mengizinkan penambahan investasi di Proyek LNG 
Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat. Namun, Pemerintah akan meminta sejumlah 
syarat yang lebih menguntungkan bangsa Indonesia, yaitu dengan meninjau harga 
gas alamnya. 

Harga gas yang diminta harus mengikuti fluktuasi harga gas dunia. Demikian 
disampaikan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, menjawab pers, seusai menerima 
Utusan Khusus Perdagangan dan Investasi Kerajaan Inggris, Pangeran Andrew di 
Istana Wapres, Jakarta, Kamis (6/3).  

"Sebenarnya semua orang ingin meningkatkan investasinya di Proyek Tangguh. 
Jadi, bukan hanya BP Indonesia saja. Keinginan itu, tentu, selalu boleh. Akan 
tetapi, sekarang ini pemerintah ingin syarat-syarat yang lebih bagus buat 
bangsa ini. Syaratnya, di antaranya harga dan sebagainya yang harus dilihat, 
ujar Wapres Kalla," tanpa merinci harga gasnya.

Menurut Wapres, harga gas alam yang diminta harus mengikuti harga gas dunia. 
"Kita juga tengah mengupayakan, bagaimana gas alam dari Tangguh itu juga bisa 
digunakan lebeih banyak lagi untuk kepentingan energi nasional," tambah Wapres.

Tentang harga gas alam Tangguh yang dijual oleh ke Fujian, China, Wapres Kalla 
mengakui memang harganya rendah. "Kita terus mengupayakan, supaya bagaimana 
harga gas itu dapat disesuaikan lagi semaksimal mungkin," lanjut Wapres Kalla. 

BP Indonesia

Menyinggung mengenai hasil pertemuannya dengan Pangeran Andrew, Wapres Kalla 
mengatakan, sebagai duta perdangan dan investasi, Pangeran Andrew berupaya 
mencari kesempatan dan mencari produk-produk Inggeris yang bisa dipasarkan di 
Indonesia. 

"Investasi Inggris di sini, kan sangat besar, khususnya di bidang energi, 
seperti BP Indonesia di Papua Barat dan Rio Tinto, selain juga investasi 
perminyakan lainnya. Bagi Indonesia yang penting adalah memberikan persepsi 
yang bagus bahwa Indonesia ini tempat yang sangat baik untuk investasi itu," 
jelas Wapres Kalla. 

Sementara, seusai bertemu dengan Wapres Kalla selama kurang lebih 20 menit, 
Pangeran Andrew mengakui bahwa dalam pertemuannya dengan Wapres lebih banyak 
membicarakan kerja sama bisnis dan hubungan bilateral kedua negara. "Indonesia 
negara yang dikenal keramahtamahannya dan suasana bisnisnya yang sangat bagus," 
puji Andrew. 


Andrew mengaku dia juga melihat operasional BP Indonesia di Papua Barat. 
Sebagai operator, BP Indonesia tercatat memiliki 37,16 persen saham di Proyek 
Tangguh. Mitra BP, antara lain CNOOC Ltd, LNG Japan Corporation, MI Berau BV, 
Nippon Oil Exploration Berau, dan KG Companies. Potensi gas alam Tangguh 
tercatat mencapai 14,4 triliun kaki kubik. Untuk tahap awal, konsorsium Tangguh 
membangun dua unit kilang pengolahan gas dengan total kapasitas 7,6 juta ton 
per tahun.

Gas alam cair Tangguh sudah mendapatkan komitmen pembeli di Fujian (China) 
sebesar 2,6 juta ton per tahun, pembangkit listrik K-Power dan Posco (Korea) 
yang totalnya mencapai 1,1 juta ton per tahun, dan Sempra Energy LNG Marketing 
Corp (Meksiko) sebesar 3,6 juta ton per tahun. (har)
 
HAR


 


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke