http://www.antara.co.id/arc/2008/3/4/pentagon-khawatirkan-kemajuan-china-di-luar-angkasa-dan-dunia-maya/
 
Pentagon Khawatirkan Kemajuan China di Luar Angkasa dan Dunia Maya

Washington (ANTARA News) - Tak hanya di angkasa, di dunia maya pun Amerika 
ketar-ketir atas kemajuan teknologi China. Negeri Tirai Bambu itu dilaporkan 
tengah mengembangkan senjata pelumpuh satelit dan virus perusak jaringan 
komputer.

Laporan Pentagon kepada Kongres pada Senin lalu mengungkapkan sejumlah serangan 
pada jaringan komputer dunia, termasuk milik pemerintah AS, dalam beberapa 
tahun terakhir diperkirakan berasal dari China.

Beijing sudah tentu membantah. Para pejabatnya mengatakan laporan itu secara 
tidak adil telah menggambarkan China sebagai ancaman militer pada saat negeri 
itu berkomitmen untuk perdamaian. 

Menurut David Sedney, ahli masalah China terkemuka di Pentagon, Washington 
seringkali mengeluhkan sikap China yang tidak terbuka dalam menjelaskan 
motivasi peningkatan anggaran untuk 
memodernisasi militernya.

"Hal terpenting yang perlu dicermati adalah fakta bahwa kita tidak memiliki 
pemahaman atas maksud-maksud China," kata Sedney, deputi asisten Menhan AS 
untuk Asia Timur, seperti dikutip kantor berita Reuters. "Inilah yang 
menimbulkan ketidakpastian."
Luar Angkasa dan Dunia Maya

Sedney mengatakan aktivitas China, baik di luar angkasa maupun di dunia maya, 
adalah hal yang perlu diwaspadai.

"China tengah mengembangkan program multi-dimensi yang membatasi atau mencegah 
digunakannya peralatan luar angkasa dalam masa-masa krisis atau konflik," 
ungkap laporan tersebut.
Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) ditengarai telah menciptakan sejumlah 
senjata dan "pengacau" satelit musuh di luar angkasa. PLA juga dilaporkan 
sedang mengembangkan senjata luar angkasa berenergi kinetik, laser dan 
gelombang mikro 
berkekuatan tinggi, serta sinar partikel.

Diduga China telah menghancurkan satelit cuaca miliknya yang rusak dalam sebuah 
ujicoba pada bulan Januari 2007.

"Kami pernah meminta China untuk duduk bersama dan berbicara tentang ujicoba 
tersebut, tapi mereka tidak mau," kata Sedney.

Amerika bulan lalu menghancurkan satelit miliknya yang rusak dengan sebuah 
rudal dari sebuah kapal AL. Pentagon mengatakan hal itu dilakukan semata-mata 
agar satelit tersebut tidak jatuh di sembarang tempat dan membahayakan jiwa 
manusia.

Laporan bertajuk "Cyberwarfare Capabilities" itu juga memaparkan bahwa sejumlah 
penyusupan yang diduga berasal dari China pada jaringan komputer menggunakan 
"kemampuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk menyerang."

Memang belum dapat dibuktikan apakah penyusupan itu dilakukan atau didukung 
oleh militer China, tetapi "mengembangkan kemampuan dalam kancah peperangan di 
dunia maya sejalan dengan dokumen-dokumen resmi PLA."

Pada Maret tahun lalu, China mengumumkan kenaikan 17.8 persen anggaran 
militernya hingga 350.92 milyar yuan atau sekitar 45 milyar dolar AS untuk 
tahun 2007. Namun Pentagon mengatakan angka sebenarnya bisa mencapai 97-139 
milyar dolar. (*)


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke