Persenjataan buatan Rusia terkenal harganya murah tetapi kualitasnya mahal. Hal
ini karena Rusia memiliki sendiri sumber mineral logam yang dibutuhkan didalam
setiap pembuatan persenjataan. Sehingga pabrikan Rusia bisa menjualnya dengan
harga relatif murah namun tetap dengan kualitas kelas satu.
------------------------------------
http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8255
RUSIA BERKOMITMEN REALISASIKAN KREDIT NEGARA BAGI ALUTSISTA TNI
Jakarta, Pemerintah Rusia menyatakan, pihaknya berkomitmen merealisasikan
pencairan kredit negara (state credit) senilai satu miliar dolar AS, bagi
modernisasi alat utama sisten senjata (alutsista) TNI.
"Kita terus berupaya untuk segera mencairkan kredit negara yang merupakan
bagian dari kerja sama teknik militer antara Rusia dan Indonesia," kata Duta
Besar Rusia Alexander A. Ivanov, usai diterima Menteri Pertahanan (Menhan)
Juwono Sudarsono di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan, meski ada perubahan kepemimpinan di Rusia namun komitmen Negeri
Beruang Merah itu untuk menjalin dan meningkatkan kerja sama dengan Indonesia,
termasuk dalam bidang teknik militer, tetap sama dan tidak berubah.
"Tidak ada perubahan komitmen dari kami tentang realisasi pencairan kredit
negara bagi persenjataan TNI," kata Ivanov.
Namun, kata dia, untuk merealisasikan kredit negara itu dalam negeri Rusia
harus menjabarkan secara benar dan tepat setiap butir kesepakatan yang terkait
dengan pencairan kredit negera itu.
"Ini bukan perkara yang mudah, masalah kredit negara menyangkut banyak aspek
apalagi kesenjataan yang berasal dari Rusia yang akan dibiayai oleh kredit
negara itu, adalah persenjataan modern yang sangat canggih. Jadi, kita perlu
teliti tentang spesifikasi tekniknya dan lain-lain," kata Ivanov.
Pembahasan internal tentang kredit negara Rusia bagi TNI, terus dilakukan
bahkan sebelum akhir Maret 2008 beberapa delegasi Rusia akan berkunjung ke
Indonesia guna membicarakan tindaklanjut pemberian kredit negara tersebut.
"Setiap pembahasan perkembangan kita komunikasikan, jadi kita terus melakukan
kerja sama atau pembahasan bersama," kata Ivanov.
Jadi, menurut dia, tidak benar ada keterlambatan. Semua tahapan yang dilakukan
dalam proses pencairan kredit negarait terus dilakukan dan dikomunikasikan
dengan Indonesia, sesuai yang tercantum dalam nota kesepahaman kedua pihak.
Sebelumnya, Departemen Pertahanan (Dephan) RI menyatakan, ada keterlambatan
pencairan kredit negara Rusia bagi modernisasi persenjataan TNI akibat
perbedaan intepretasi antara Indonesia dan Rusia.
Pihak Rusia menilai, kredit negara hanya membiayai pengeluaran yang terjadi di
Rusia, termasuk untuk membiayai "local content."
Sedangkan pihak Indonesia menganggap kredit negara Rusia itu merupakan
alternatif pembiayaan seperti pinjaman luar negeri lainnya yang cakupan
pembiayaan meliputi seluruh kebutuhan proyek dan kontrak dimaksud. "Local
content" dimaksud adalah "site preparation" (hanggar, gudang, dermaga, gedung
dan lain-lain), penyiapan awak, inspeksi dan sebagainya yang harus tercantum,
agar materail kontrak dapat berfungsi baik.
Sumber : Antara
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
[Non-text portions of this message have been removed]