http://www.polri.go.id/indexwide.php?op=news&id_rec=354
PENGOPLOSAN MINYAK TANAH DIBONGKAR
Pengoplosan minyak tanah sekitar127.000 liter di gudang disita petugas
Polwiltabes Surabaya, senin (17/3). Kegiatan pengoplosan yang dilakukan oleh CV
Gemilang 999 yang berlokasi di desa Lajuk Sidoarjo.
Pengoplosan minyak tanah dengan solar dan oli bekas tersebut menurut tersangka
diperuntukkan sebagai bahan minyak sintetis dan bahan bakar industri serta
sebagai salah satu bahan untuk pembuatan oli-oli merk terkenal, seperti merk
Shell dan Penzoil. Dan CV Gemilang 999 telah melaksanakan kegiatannya sejak
tahun 2002, dan mendapat pasokan limbah oli salah satunya dari Syamsul Arifin,
35 th, warga Jl. Bulaksari Buntu Surabaya serta CV ini merupakan salah satu
pemasok terbesar di lingkungan Sidoarjo dan Surabaya.
Dari pembongkaran jaringan pengoplosan mitan ini petugas mengamankan tersangka
Asrokim, 35 th, warga Dusun Sumotuwo, Desa Sukorame, Kec. Candi Sidoarjo.
Selain barang bukti yang diamankan saat itu berupa 345 drum ukuran 200 liter
berisi oli dan mitan, 25 tandon ukuran 1.000 liter berisi campuran oli dan
mitan. Juga disita satu unit tangki ukuran 6.000 liter dan truck tangki Hino
L-8083-UV berisi 25 ton campuran oli dan mitan sehingga total bb mitan yang
diamankan sebanyak 127.000 liter minyak oplosan, serta bila dirupiahkan
nilainya mencapai Rp. 317 juta.
Gudang yang dipergunakan operasi pengoplosan selama ini tidak banyak diketahui
masyarakat sekitar mengingat gudang yang tertutup itu berkedok sebagai gudang
transit limbah B3 atas nama PT Gamter Jaya Group.
Sejauh ini Polwiltabes Surabaya terus melakukan tindakan pemeriksaan terhadap
sejumlah saksi seperti, Sudibyo, 36 th, sopir PT. AJS warga Driyorejo Gresik,
Krisharwindo Meizardo, 28 th, karyawan CV Gemilang 999, selain itu juga saksi
ahli dari PT. Pertamina Surabaya, Slamet Rahardi. (Bid Humas Polda Jatim)
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
[Non-text portions of this message have been removed]