http://www.antara.co.id/arc/2008/3/24/harga-minyak-dan-emas-tahan-penguatan-rupiah-kata-pengamat/
Harga Minyak dan Emas Tahan Penguatan Rupiah, Kata Pengamat
"Sulitnya rupiah mendekati angka Rp9.100 per dolar AS, karena sentimen positif
dari pasar eksternal tertahan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang
sempat mencapai 111,40 dolar AS per barel," katanya di Jakarta, Senin.
Dikatakannya, kenaikan harga minyak mentah dunia mengakibatkan pelaku asing
mengalihkan dananya ke pasar komoditas, mereka tidak tertarik untuk bermain di
pasar domestik, terutama di pasar saham yang dinilai sudah jenuh.
Bahkan, sebagian dana yang ditempat di pasar domestik telah dialihkan ke pasar
komoditas untuk membeli minyak mentah dan emas, katanya.
Karena itu, lanjut dia, sentimen positif yang seharusnya bisa memicu rupiah
menguat lebih besar, tertahan oleh kenaikan harga minyak mentah dan emas.
"Kami memperkirakan rupiah akan masih berkisar di level antara Rp9.165 sampai
Rp9.180 per dolar AS," ujarnya.
Rupiah, menurut dia, ke depan juga agak mengkhawatirkan menjelang pemilihan
umum (Pemilu) pada 2009, karena akan muncul berbagai gejolak di dalam negeri
yang menekannya.
Meski demikian, pemerintah diharapkan dapat mengatasi berbagai gejolak itu,
sehingga tidak menimbulkan pengaruh negatif terhadap pasar uang dan pasar
saham, katanya.
Menurut Edwin yang juga Dirut PT Finance Corpindo, apabila rupiah tetap
bertahan pada kisaran Rp9.100-Rp9.200 per dolar AS, maka tingkat mata uang
lokal itu cukup aman.
Namun apabila terpuruk hingga mendekati angka Rp10.000 maka ini sangat
mengkhawatirkan, ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) diperkirakan sudah
mempersiapkan langkah-langkah untuk menjaga mata uang Indonesia dalam posisi
yang aman, meski ada gejolak pasar.
"Kami optimis BI akan tetap menjaganya, apalagi BI mempunyai cadangan devisa
yang semakin besar mencapai 56 miliar dolar AS," ucapnya.
Gejolak global yang kian menekan pertumbuhan ekonomi merupakan faktor utama
yang menekan pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat berpengaruh terhadap
nilai tukar mata uang negara tersebut, katanya. (*)
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]