TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama PT Bintang Toedjoe Budi Dharma Wreksoatmodjo menyatakan, pihaknya terpaksa memangkas margin penjualan untuk mempertahankan pangsa pasar. Pemotongan margin tersebut akibat kondisi perekonomian yang belum menentu. "Kami mengurangi margin untuk pertahankan pasar dan menigkatkan penjualan," ujarnya, Senin (24/3).
Budi menjelaskan, meski mengurangi margin, pihaknya tetap tidak menaikan harga jual. "Kami tetap menjual minuman energi Extra Joss Rp 1.000 per sachet," ujarnya. Harga jual sebesar Rp 1.000 tersebut dipertahankan sejak 1999. Menurut dia, yang terpenting saat ini bukan menaikkan harga jual. "Tapi meningkatkan penjualan." Extra Joss, kata dia, menguasai 45,6 persen pasar minuman energi di Indonesia dengan penjualan selama 2005-2007 sebanyak 550 juta sachet. Dia menambahkan produk minuman tersebut memberikan kontribusi 80 persen dari total pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun per tahun. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Muhammad S. Hidayat mengatakan, sejumlah industri ancang-ancang akan menutup usahanya akibat tingginya biaya produksi. Menurut bebarapa industri sudah tak mampu melanjutkan kegiatan produksi akibat kenaikan harga minyak mentah dunia. Hidayat menolak memberikan penjelasan perusahaan mana saja yang akan menghentikan kegiatan produksi. "Saya tidak bisa ngomong dulu," ujarnya. Kadin, kata dia, berupapa agar industri padat karya tidak bangkrut. Dia menjelaskan, setiap keaikan harga akan menambah inflasi. Hidayat mengatakan, jika inflasi mencapai tujuh persen akan melemahkan daya belu. "Dampaknya akan melemahkan pendapatan masyakarta berpenghasilan," katanya. ALI NY | NIEKE INDRIETTA http://tempointeraktif.com/read.php?NyJ=cmVhZA==&MnYj=MTE5NzMz mediacare http://www.mediacare.biz [Non-text portions of this message have been removed]

