Mengapa kita perlu tawadhuk? Tawadhuk adalah salah satu sifat mahmudah (sifat hati yang terpuji). Tawadhuk ialah kebalikan dari sifat sombong. Orang yang ada sifat sombong itu dibenci Tuhan. Jika tidak dibuang sifat sombong tersebut dalam dirinya, dan dia mati membawa sifat itu, maka neraka lebih layak baginya.Rasulullah SAW bersabda:Tidak akan masuk syurga bagi orang yang ada dalam hatinya walau sebesar zarrah sifat sombong.Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi berkata: Orang sombong itu ialah orang yang membesarkan diri karena hati merasakan diri mempunyai kelebihan, keistimewaan dan kehebatan.Maksudnya di sini, orang tawadhuk itu ialah orang yang tidak membesarkan diri atas kelebihan atau keistimewaan yang ada padanya. Baginya segala macam kelebihan dan keistimewaan itu bukan dari hasil usaha atau kepandaiannya. Dirasakan semuanya itu anugerah dari Tuhan semata-mata. Lagi, orang tawadhuk ini mengetahui dan merasakan yang dia itu hamba Tuhan. Sebagai hamba, dia itu bekerja atau berbuat untuk Tuhan. Majikannya adalah Tuhan. Kalaupun ada kuasa, harta atau kepandaian pada dirinya, itu adalah dalam artikata pinjaman, karena mau selesaikan kerja Tuhan. Dia dapat semuanya itu karena ada peranan atau kerja yang ingin Tuhan mau dia berbuat.Malangnya orang sombong ini ada rasa memiliki. Bila ada rasa memiliki, timbullah rasa lebih daripada orang lain. Timbullah rasa orang lain itu kurang. Timbullah rasa orang lain tidak sama dengan dia. Walhal, dia tidak memahami Tuhan dan apa yang Tuhan mau adalah dia berbuat sesuatu atas kelebihan yang Tuhan beri kepadanya. Orang tawadhuk tidak begitu malah sebaliknya merasakan yang dirinya itu dimiliki Tuhan. Termasuk segala apa yang ada bersamanya adalah milik Tuhan. Dia tidak ada apa-apa.Kalaulah memahami Tuhan dan peranan Tuhan, mudah saja sebenarnya. Kalau tidak paham, maka jadilah seperti yang kita saksikan hari ini. Banyak orang yang sombong-sombong. Asas kesombongannya adalah kejahilan. Jahil tentang Tuhan dan peranan Tuhan. Inilah masalah besar umat hari ini. Tidak mampu membuang sifat sombong. Bila ada sombong, daripada sombongnya itu, timbullah perpecahan. Timbullah krisis. Engkau-engkau, aku-aku. Masyarakat jadi kalang-kabut dibuatnya. Inilah akibat yang perlu ditanggung bersama.Mari kita lihat beberapa contoh sifat orang tawadhuk sebagai panduan untuk kita:1. Mudah menerima pandangan orang lain biarpun dia juga ada pandangannya sendiri. Dia tidak ada apa-apa masalah menerima pandangan orang yang lebih muda darinya ataupun orang yang lebih rendah pangkat darinya.2. Dia sangat sabar dalam setiap perbincangan. Dia tidak mudah marah atau emosional. Dia lebih mau menjaga suasana harmonis dalam perbincangan tersebut daripada bertegang leher dengan rekan-rekannya.3. Dia tidak memilih-milih kawan. Dia bisa bergaul dengan semua orang, tidak peduli itu orang bawahan atau orang atasan, kaya atau miskin, sehat atau sakit. Malah, dia boleh duduk bermesra dalam satu acara dengan orang yang pernah mengkritiknya.4. Kalaupun dia ada jabatan, dia menghormati orang bawahannya. Kalaupun dia kaya, dia sangat memuliakan orang yang fakir dan miskin. Tidak timbul baginya yang dia itu ada kelas tersendiri.5. Dalam pergaulan, dia lebih suka menjadi pendengar dan hanya akan bercakap bila perlu saja. Dia tidak sewenang-wenang akan memotong percakapan orang sebaliknya memberi peluang orang itu menghabiskan percakapannya.6. Dalam suatu acara, jika ada sesuatu kebenaran yang hendak disampaikan, dia suka kebenaran itu keluar daripada mulut orang lain. Lebih-lebih lagi, jika ada orang yang lebih berpengalaman atau berilmu daripadanya dalam acara itu.7. Kalau dia diminta memberi pendapat dan pendapatnya diterima orang, dia tidak mendabik dada sebaliknya bersyukur kepada Tuhan. Jika pendapatnya ditolak, dia lapang dada dan tidak berkecil hati.8. Dia mudah memberi maaf kepada orang yang bersalah dengannya. Dia tidak mudah memarahi atau menghina orang tersebut.9. Kalau dia yang bersalah, dia akan cepat-cepat minta maaf. Sekalipun orang itu lebih rendah daripadanya dari segi jabatan atau umur.10. Dia tidak minta dihormati atau dimuliakan atas kedudukannya. Jauh sekali berkecil hati jika tidak dihormati atau dimuliakan. Namun dia menerima dengan baik orang-orang yang mau menghormati dan memuliakannya.11. Bila bercakap, dia tidak mengangkat diri dengan menceritakan kelebihan yang ada pada dirinya. Sebaliknya dia lebih suka menceritakan kebaikan orang lain sebagai teladan.Mudah-mudahan Tuhan membantu kita menjadi orang yang tawadhuk. Sekian. _________________________________________________________________ Get your free suite of Windows Live services today! http://www.get.live.com/wl/all
[Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

