Marilah kita pahami secara umum maksud menggunakan nikmat di jalan Tuhan.
Pertama, cara mendapatkan nikmat itu mesti betul-betul sesuai dengan syariat. 
Nikmat yang kita rasakan itu mendapatkannya dengan cara yang halal dan bukan 
dengan cara yang haram. Nikmat yang kita gunakan itu bukan hasil dari cara 
mencuri, korupsi, manipulasi, merampas atau menipu. Nikmat yang kita dapatkan 
itu hasil dari cara yang baik dan berhikmah. Nikmat yang kita perolehi itu 
didapatkannya atas dasar ada keredhaan dari orang yang memberinya. Misal nikmat 
harta, didapatkannya dengan cara jual beli yang sah. Kalau dapat nikmat ilmu, 
hasil jerih payah belajar dengan guru. Bagi orang muqarabin atau warak, mereka 
sangat berhati-hati dalam menggunakan nikmat ini. Malah yang halal kalau tidak 
jelas halalnya, mereka tidak ambil. Mereka ini orang sangat takut dengan Tuhan 
sepertimana yang digambarkan oleh Rasulullah: “Tidaklah dinamakan taqwa itu 
sehingga seseorang itu meninggalkan sesuatu yang tidak salah karena takut 
terjebak kepada hal-hal yang salah.”
Kedua, sesudah kita mendapatkan nikmat, hendaklah dirasakan bahwa nikmat yang 
kita kecapi itu datangnya dari Tuhan. Meskipun kita mendapatkan nikmat itu 
daripada orang dan kita berterima kasih kepada orang tersebut, hakikatnya semua 
nikmat yang kita terima itu adalah hasil dari pemberian Tuhan. Oleh sebab itu, 
haruslah kita benar-benar merasakan nikmat itu datang dari Tuhan. Dari sini, 
sepatutnya lahir berbagai macam rasa kehambaan terhadap Tuhannya. Kita rasa 
berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Baik memberikan nikmatNya kepada kita. 
Rasa malu dengan Tuhan atas nikmatnya yang banyak kepada kita sedangkan 
siapalah diri kita ini di sisi Tuhan. Rasa tidak layak untuk mendapat nikmat, 
contohnya jika kita diberi jabatan, karena kita bukan orang yang selayaknya 
mendapatkan nikmat itu. Rasa cemas mendapatkan nikmat, bimbang kita tidak dapat 
menggunakan nikmat ini di jalan Tuhan. Atau boleh saja kita lalai dan 
menyalahgunakan nikmat itu. Rasa takut dengan Tuhan, takut-takut nikmat itu 
adalah tanda kemurkaan Tuhan kepada kita. Justru, nikmat itu tidak menjadi 
rahmat tetapi bertukar menjadi istidraj. Juga dari sini akan lahir berbagai 
macam rasa bertuhan seperti merasakan Tuhan itu Maha Pemurah, Maha Kaya, Maha 
Pemberi Rezeki dan Maha Adil.
Ketiga, nikmat yang kita dapat itu, hendaklah digunakan sesuai dengan apa yang 
dikehendaki oleh Tuhan. Di sinilah perlunya ada ilmu, jika tidak, kita tidak 
paham yang mana satu kehendak Tuhan, yang mana satu kehendak nafsu kita. Malah 
perlu juga ada pimpinan agar kita senantiasa terpimpin menuju Tuhan. Nikmat 
harta yang banyak yang kita dapat contohnya, sepatutnya kita hanya mengambil 
mana yang perlu saja. Dimana yang selebihnya, sudah bukan keperluan, maka kita 
kembalikan kepada Tuhan. Kita berikan pada fakir miskin atau digunakannya untuk 
proyek membangunkan keperluan umat Islam. Kemudian, dalam menggunakanlah nikmat 
itu Tuhan sudah mengingatkan untuk kita supaya tidak mubazir karena orang yang 
mubazir itu adalah kawan syaitan. Selain itu, apapun harta yang kita miliki, 
bila cukup syaratnya untuk berzakat, hendaklah kita tunaikan kewajiban 
tersebut. Contoh lain, nikmat ilmu, janganlah kita gunakan untuk tujuan cari 
makan, dapat gaji tinggi. Atau kita gunakan ilmu itu untuk tujuan 
bermegah-megah dan mencari glamour dan nama. Ini sudah tidak bersesuaian dengan 
kehendak Tuhan. 
Sekian.
_________________________________________________________________
Help Splitzo Sally Before It’s Too Late! 
http://www.thegirlwhosplitinto5.com/

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke