http://www.republika.co.id/koran.asp?kat_id=13
Jajanan Sekolah Mengandung Zat Berbahaya
DEPOK -- Sebagian besar jajanan anak yang dijual di luar halaman sekolah di
Kota Depok mengandung zat berbahaya. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota
Depok 2007, jajanan tersebut mengandung boraks, formalin, metanil yellow,
rhodamin, dan siklamat. Data tersebut diperoleh melalui survei terhadap jajanan
anak yang dijual di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kota Depok.
''Para pedagang jajanan anak tidak memikirkan kesehatan. Mereka hanya
memikirkan jajanannya laku. Perilaku mereka disebabkan kurangnya pengetahuan
makanan sehat,'' ujar Kepala Bidang Bina Farmasi dan Makanan Dinas Kesehatan
Kota Depok, Ani Rubiani, beberapa waktu lalu.
Ani mengungkapkan, sebagian bakso yang dijual di beberapa SD mengandung boraks.
Bakso yang mengadung boraks teksturnya kenyal. Selain itu, tidak rusak selama
lima hari. Bukan hanya bakso, lanjutnya, mi juga mengadung boraks. Mi tersebut
warnanya mengkilap dan tidak lengket. Pedagang jajanan juga mengunakan rhodamin
dan metanil yellow untuk mewarnai es sirup. ''Boraks, rhodamin, dan metanil
yellow sangat berbahaya bagi tubuh,'' ujar Ani.
Dia mengungkapkan, jika terjadi penumpukan boraks di dalam organ tubuh orang
akan mengalami keracunan. Orang tersebut akan merasa mual, muntah, kejang
perut, gangguan peredaran darah, diare berlendir, dan berdarah. Dosis fatal
penggunaan boraks adalah 3 gram hingga 6 gram bagi anak-anak. Sedangkan
penumpukan rhodamin di dalam tubuh menyebabkan alergi dan kanker hati. Konsumsi
metanil yellow dalam jangka lama menimbulkan kanker saluran kemih.
Ani melanjutkan, dinkes, puskesmas, dan sekolah akan melakukan pembinaan
terhadap pedagang jajanan anak. Kami akan melarang pedagang menggunakan zat
kimia berbahaya. Jika mereka masih menggunakannya, kami akan mengimbau pabrik
kimia agar tidak menjual produknya sembarangan. ''Kami sudah meminta para guru
memperhatikan jajanan muridnya,'' katanya.
Sementara itu, sejumlah guru mengaku sekolahnya akan ikut membina pedagang
jajanan SD. ''Saya akan membina murid saya dahulu. Saya akan memberi tahu
mereka jika jajanan anak tidak sehat. Sebab jajanan itu banyak mengandung
boraks,'' ujar Suryaningrum, guru SD Sukamaju Baru II, Kelurahan Sukamaju Baru,
Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Selain itu, ungkap Suryaningrum, dia akan
meminta mereka membawa makanan dari rumah. ''Namun jika mereka masih jajan,
saya akan mengimbau para pedagang jajanan itu agar tidak memakai zat
berbahaya,'' ujarnya.
Hal senada juga dikatakan Rosmaida, guru SD Mekarsari III, Kelurahan Mekasari,
Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Dia menyatakan, muridnya sering terkena radang
setelah minum es sirup. ''Saya akan meminta pedagang jangan menggunakan zat
berbahaya lagi. Namun, jika mereka menolak, pihaknya akan melarang pedagang
tersebut berjualan di sekolahnya. Jika itu tidak manjur. Kami akan mendenda
murid yang masih jajan,'' tegasnya. c-65
____________________________________________________________________________________
Special deal for Yahoo! users & friends - No Cost. Get a month of Blockbuster
Total Access now
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text3.com
[Non-text portions of this message have been removed]